Pengasingan

4352 Kata

Revita meletakkan stik PS di tangannya. Kepalanya mendongak menatap jam dinding yang telah menunjukkan pukul satu dini hari. Melemaskan kedua bahunya dan mengeluarkan napas lelah. "Vano belum pulang juga, Bang ...." kata Revita khawatir, menatap Reyhan yang masih berkutat dengan stik PS di sebelahnya. "Coba telfon." Revita mengangguk. Meraih ponsel yang ia letakkan di atas kasur Reyhan. Kening Revita seketika berlipat-lipat kala mendapat banyak notifikasi dari Tara. Tiba-tiba saja, perasaannya mulai tidak enak. Pasalnya, ini adalah kali pertama Tara menghubunginya. Revita membuka pesan beruntun itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak mendapatkan pesan yang bertuliskan, "Terima kasih sudah memberikan suamimu malam ini." Jempol Revita bergulir cepat melihat banyak foto dan video yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN