Kesadaran

1912 Kata

Di ruangan dingin dengan dinding beralas putih bersih, Novi masuk membawa nampan berisi bubur dan air putih di tangannya. Tersenyum hangat pada seorang perempuan ringkih yang tengah terbaring lemas di atas brankar dengan baju pasien bewarna biru muda yang melekat di tubuhnya. "Pagi, Tuan Putri ...." Novi tersenyum lebar dengan setengah ikhlas. Meletakkan nampan itu di atas meja sebelah brankar. Sementara Revita tersenyum singkat. "Aelah, berasa babu gue!" Novi sok merajuk dengan mengerucutkan bibirnya. Mengambil mangkuk bubur dan diaduknya sedikit. "Oma mana?" Suara parau dan seperti cicit anak burung keluar dari bibir Revita yang kering, pucat dan sedikit terkelupas. "Pulang sebentar buat ambil beberapa keperluan." "Hmm." Revita mengangguk kecil. "Terus, lo udah sarapan?" "Gue lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN