Setelah hampir dua minggu terkurung dalam ruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang menyebalkan, Revita akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Dan kini, ia tidak lagi terbaring lemah di atas brankar dengan selang infus dan suntikan yang menancap menembus kulitnya. Sore ini, Revita berada di tepi halaman yang luas sekali. Rambutnya yang tergerai bebas menari diterpa angin sore yang hangat. Dua jaket tebal, serta kaus kaki lapis dua membungkus tubuhnya. Sedikit menyebalkan memang, namun mau tidak mau anak itu harus memakainya jika tidak ingin sekarat berulang kali. Kedua sudut bibirnya tak pernah lepas untuk tertarik ke atas. Membentuk lengkungan bak bulan sabit yang tengah bersinar terang. Di sebelahnya, ada Novi yang tengah sibuk makan cilok sembari memperhatikan penuh sepuluh cowok

