Ch 5. THREAT

1802 Kata
Siang itu Greg sedang bersantai di kursi malas balkon apartemennya, semburat jingga terlihat jelas di cakrawala ibu kota Jakarta memberi nuansa hangat namun tidak dengan yang dia rasakan dalam hatinya yang sepi. Sebelumnya apartemen ini dia tempati bersama Cheryl kekasihnya, setiap dia pulang bekerja Cheryl selalu menyambutnya namun sekarang tempat ini menjadi sunyi. Greg memang sudah lama berhubungan dengan mantan kekasihnya itu, kurang lebihnya 3 tahun. Dia bahkan sempat berencana untuk menikahinya. Greg sadar dengan adat ketimuran di negara ini, tinggal bersama sebelum ikatan pernikahan tentunya bisa menjadi bahan pergunjingan apalagi dirinya sebagai publik figur. Tapi memang beginilah kehidupan sosial anak muda di kota besar, terutama bagi pelaku industri hiburan sudah bukan hal aneh. Cheryl sendiri tidak keberatan, sebagai seorang gadis dengan wawasan luas dan pergaulan bebas. Selain parasnya yang cantik, kecerdasan dan sifat mandiri Cheryl lah yang membuat Greg tertarik padanya. Cheryl sendiri adalah seorang selebram influencer dengan follower yang bahkan lebih banyak dari Greg. Jika dibandingkan dari segi finansial mereka di masa lalu, gadis itu jauh lebih mapan dan penghasilannya lebih besar dari Greg. Mungkin itulah alasan Cheryl dan orangtuanya menolak lamarannya dulu. Tidak ada kepastian dari pekerjaan sebagai model, terutama model celana dalam yang orang pandang sebelah mata. Bisa dibilang Cheryl memiliki andil cukup banyak di titik awal karir dan masa sulit Greg, dia bahkan membantu Greg saat mengalami kesulitan finansial. Sejujurnya Greg merasa berhutang budi pada gadis itu namun, hubungan itu sekarang sudah berakhir. Walalupun sedikit demi sedikit kegalauan Greg setelah putus cinta dari Cheryl memudar, perasaan gelisah tentang hubungannya dengan Brie masih belum pergi dari benaknya. Warna langit semakin kelam, Greg menyeruput minumannya yang tinggal setengah. Bukan segelas kopi atau sebotol bir yang sedang dia minum melainkan segelas strawberry milkshake. Minuman dengan rasa kekanakkan yang sungguh kebetulan adalah minuman kesukaan Brie. Greg sendiri tidak mengeri entah sejak kapan dia jadi ketagihan dengan rasa minuman ini. Rasa manisnya membuat dia merindukan sesuatu. Ya! Apalagi jika bukan rasa manis di bibir gadis itu, Brittany! ‘Oh sial hentikan pikiran itu!’ Greg mengerjapkan mata mencoba menghilangkan bayangan wajah gadis itu dari pikirannya. Dia tidak membenci Brie, dia akui Brie adalah gadis yang cantik tapi dia merasa gadis itu tak sebanding dengan Cheryl mantan kekasihnya. Gadis itu terlalu bodoh, naif dan juga kekanakkan, jelas sekali bukan selera Greg untuk dia kencani. Greg meraih ponsel yang sejak tadi tergeletak acuh di mejanya bermaksud untuk melihat update status di i********:. Salah satu kebiasaan barunya setelah semakin tenar sebagai aktor adalah membaca komentar fans dan memblokir netizen yang berkomentar negatif. Di saat Greg tersenyum sendiri membaca komentar ‘thirsty’ fans yang lucu, sebuah postingan di feed membuat wajahnya mendadak pucat. Greg tanpa sengaja tersedak dari minumnya hingga membasahi celana jeansnya. Aww they looks so cute together! 1024 likes Joshua Adrian Wayne for Adonis please! He’s the real adonis! 527 likes Rumornya Greg kan sudah menolak syuting sekuelnya, so Josh Wayne for FOL2! 438 likes “Apa ini?” Greg tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat dibacanya. “Mereka terlihat serasi? Apa tidak salah?" cibir Greg saat mengomentari foto selfie Brie dan Josh. Keduanya memang terlihat begitu akrab seperti teman lama. Foto itu diposting di i********: milik Josh yang sebagai rekan seprofesi memang sudah lama Greg saling follow dengannya. Greg sadar semenjak keikutsertaan dirinya dan Josh dalam pemilihan ambassador Calvin Klein, mereka berdua selalu dibandingkan karena postur tubuh dan tinggi badan yang hampir sama. Greg benci mengingat kekalahannya pada juniornya di dunia modeling itu, dan sekarang Josh dan fansnya ingin mengambil kembali spotlight yang sedang dimilikinya? “Kita lihat saja nanti, apa kau masih bisa tersenyum selebar itu, Josh!” dengus Greg dengan senyum remeh. *** Hampir dua minggu pemotretan diikuti syuting acara reality show bertema adventure dan traveling di Pangandaran berlangsung, sungguh schedule yang melelahkan bagi Josh. Sekarang dia sampai juga di bandara Sukarno-Hatta. Meskipun tidak sebersih dan sealami udara di wilayah objek wisata Pangandaran, tetap saja sebagai anak kota Josh lebih rindu suasana kota metropolitan Jakarta dengan gedung pencakar langit, mall besar dan dunia hiburannya. Di dalam mobil van yang menjemputnya dari bandara, Josh duduk di kursi belakang disamping seorang pria gemuk yaitu manajernya yang tertidur lelap. Meskipun dirinya juga lelah dan mengantuk perhatian Josh masih saja berpusat ke layar ponselnya, tentu saja apalagi kalau bukan melihat update status di sosial network. "b******k! Ulah siapa ini!" Tanpa sadar Josh mengumpat hingga membangunkan manajer disampingnya. "Kenapa? Ada apa Josh?" tanya Roger sang manajer. "Akun IG ku di-hack, Bang! Coba lihat ini!" Josh memperlihatkan halaman instagramnya yang tiba-tiba saja ada foto selfie dirinya dan Brie dengan caption mengerikan ‘Me and My Future Wife’. "Oh ya? Aku pikir kau sendiri yang sengaja melakukannya! Hahaha!" Cibir Roger tertawa. "Apanya yang lucu?! Ini adalah bencana!" gerutu Josh mengacak-acak rambutnya kesal. "Hei, soal itu gampang! Tenang saja Josh! Coba kau baca komentarnya, malah banyak yang mendukung kalian hahaha..." Sang manajer itu kembali malah tertawa. "Seperti yang sudah aku bilang, teruskan dekati gadis itu. Dengan begitu siapa tahu kau bisa kecipratan terkenal dan mungkin saja bisa mengambil peran dalam sekuel film itu. " lanjutnya dengan senyum licik penuh makna. "Benar juga ya!" Senyuman tidak kalah licik tersungging di wajah tampan Josh. Josh tak menampik jika ide dari manajernya itu memang masuk akal. Mungkin kedengarannya picik tapi begitulah dunia entertainment. Di zaman sekarang bagi seorang artis hanya mengandalkan tampang, bakat dan prestasi saja tak cukup, koneksi dan sensasi juga tetap diperlukan untuk mendongkrak karir. Dan benar saja, siapa sangka hanya secuil momen dalam foto saat acara perayaan Natal di stasiun TV bersama Brie bisa menjadi viral. Josh akui saat ini Brie adalah 'It girl' yang sedang hits saat ini. Gadis itu seperti magnet yang menarik pusat perhatian semua orang. Segala hal kecil yang dilakukannya menarik perhatian orang dan setiap orang yang dekat dengan dirinya secara otomatis juga menjadi bahan perbincangan di internet dan juga media hiburan, tak terkecuali dirinya. Hanya karena foto selfie bersama Brie saja kini nama Josh melambung di internet. Followers di akunnya meledak dan muncul di berbagai artikel berita dengan judul yang dibesar-besarkan. Dari mulai gosip bahwa mereka berkencan, pasangan film baru dan sebagainya. Ini sangat menggelikan. Josh sadar dirinya harus berterimakasih pada Brie akan hal ini, terutama kepada para fans militan Brie yang overly excited pada hal-hal kecil. Selain itu ada kebanggan tersendiri bagi Josh karena rupanya banyak fans Brie menganggap penampilannya tidak kalah tampan dan maskulin dari Greg yang merupakan aktor lawan main Brie. Mobil Van yang ditumpangi Josh melaju kencang melewati jalanan kota Jakarta. Debu-debu jalanan berterbanga dan gedung-gedung pencakar langit sudah terlihat dari kejauhan. Senyuman kecil terukir di bibir Josh saat pikirannya menerawang jauh ke momen saat dia pertama kali bertemu dengan Brie. Sebulan yang lalu di awal Desember "Kau datang sendirian, dek?" Itulah kalimat pertama yang dilontarkan Josh saat melihat gadis itu bengong sendirian di pojok ruangan dekat pohon natal. Penampilan Brie saat itu sangat menarik perhatian karena dia salah kostum. Di saat semua orang memakai dresscode baju putih sesuai yang tertulis dalam undangan, Brie malah datang dengan gaun berwarna merah. Bando rusa di kepalanya membuat dia tampak imut, cantik persis seperti sebuah kado natal. Josh heran siapa yang memberinya ide untuk berpenampilan seperti itu. "Eh, Iya Kak..." Brie menjawabnya dengan gugup. Berbeda dengan image para aktris populer yang kadang terkesan arogan setelah mencapai popularitas, Brie justru terkesan sangat ramah dan down to earth. Matanya berbinar dan senyuman di bibirnya yang merah merekah saat menatap Josh. Ditatap seperti itu giliran Josh yang mendadak gugup. Wajah gadis ini sangat manis dan innocent seperti malaikat yang dipasang di pucuk pohon natal. "Kau ini Brie kan yang sedang viral itu? Kau ternyata jauh lebih cantik daripada di foto! Temanku sangat ngefans padamu, boleh kita selfie?" pinta Josh dengan senyum ramah. Saat itu dia tidak bohong karena memang salah satu temannya adalah fans berat dari film Fever of Love yang kebetulan dibintangi Brie. Brie hanya mengangguk iya membalas keramahan Josh dan sejak saat itulah momen singkat mereka menjadi viral. Saat itu Brie memang merasa bosan dan gelisah, dalam pikirannya yang dia inginkan hanya untuk pulang dan tiduran di kamar. Dari semua tamu undangan yang hadir saat itu dirinya adalah yang termuda. Dia datang bersama bos manajernya, seorang lelaki paruh baya bernama Oscar dan wanita 30 tahunan bernama Joana, sudah berapa menit dia berlalu dan ditinggalkan sendirian. Dari kejauan dia melihat Oscar dan Joana sedang berbincang dengan seorang petinggi penting di stasiun TV. Sejauh mata memandang, yang Brie lihat semua orang tampak bersikap formal, selain beberapa model dan artis baru sepertinya yang di undang, pengisi acara ini selebihnya adalah para businesman. Mereka tampak sibuk berbasa-basi dan berbincang tentang bisnis yang dengan kapasitas otaknya Brie tak mengerti. Brie merasa terasingkan, ditambah lagi kostum yang dipakainya membuatnya merasa minder dan malu bergabung "Mau coba minum ini?" Entah ide dari mana Josh malah menawarkan gelas minumannya pada gadis yang tampak tersesat dan kebingungan itu. "Tapi Om Oscar bilang aku tidak boleh minum!" Brie menggelengkan kepala, menatap Josh dengan wajah polosnya. Di saat semua orang memegang segelas champagne gadis ini malah memegang segelas jus jeruk, kasihan sekali. "Benar kau tak mau coba? Ini bukan alkohol biasa tapi anggur mahal! Sedikit saja tidak apa-apa, lagipula kau sudah cukup umur kan? Atau jangan-jangan kau masih anak kecil?”" bujuk Josh lagi dengan senyuman menantang. Seperti sedang merayu anak kecil dengan permen, mudah sekali bagi Josh untuk meyakinkan Brie. Sedikit kalimat sindiran saja rupanya gadis yang memiliki rasa penasaran besar itu nekat juga menyanggupi tantangan Josh. Tidak perlu menunggu lama gadis yang baru berusia 18 tahun itu dengan malu-malu menyeruput gelas beralkoholnya seperti anak kucing mencoba meminum s**u, satu gelas, dua gelas dan seterusnya. *** "Aaaah... Kak Gregh~" Dunia serasa berhenti dan jantung Josh seolah berhenti berdetak seketika saat gadis yang terlentang dibawahnya dan bergumul dengannya di ranjang yang hangat ini malah mengucapkan nama yang terdengar tidak asing di telinganya. "It's Josh ... namaku Joshua! Brie! Panggil namaku!" ucap Josh sembari menghentikan kegiatan di bawah pinggulnya. "Uh, whatever don't stop! F-f**k me harder!" Rengek gadis yang masih dalam pengaruh alkohol itu. Lengan kurusnya yang putih mulus menggapai-gapai lengan berotot Josh dan memeluknya erat, meminta kembali melanjutkan aktivitasnya yang terhenti. Ya, salahkan semuanya pada alkohol, tiga gelas wine saja membuat Brie mabuk berat. Tapi bagaimana mereka berdua bisa berakhir di tempat tidur? Mungkin kedengarannya sangat klise, saat orang mabuk bisa lupa dengan segalanya, dan inilah yang terjadi. Josh sendiri tidak menyangka dirinya bisa sampai bernafsu meniduri gadis ini di hari pertama mereka bertemu. One night stand, hal seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi Josh. Sebagai model yang bisa dibilang menjual keindahan tubuhnya dan demi eksistensi di dunia entertainment, sudah lama Josh tenggelam dalam dunia kelam seperti ini. Lagipula bagi Josh, daripada stres menjalin hubungan serius dengan satu orang, di profesinya sebagai model sekaligus selebritis yang hampir seluruh hidupnya disibukkan dengan sorotan kamera, Josh lebih memilih gaya hidup seperti ini. TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN