Tante Retno dan Sandra sudah memulai makan malam mereka setelah menunggu Marwan selama hampir satu jam belum juga kelihatan batang hidungnya. Ponselnya juga tidak aktif. Makan malam yang biasanya selepas sholat isya terpaksa mundur sampai pukul 20.30 WIB. Tante Retno gelisah campur kesal menunggu putra semata wayangnya itu. Walaupun Marwan sehari-hari memang biasa keluyuran, tapi dia tidak pernah menghilang tanpa kabar begini. “Tadi dia terakhir bilang sama kamu apa San?” tanya tante Retno untuk kesekian kalinya. Sejak Sandra pulang sendiri sore tadi, tante Retno yang dikira oleh Marwan sedang asik arisan di rumah temannya ternyata sudah ada di rumah lebih dulu. tak henti-henti ia mengulangi pertanyaan ‘kemana Marwan?’ “Dia bilang mau ketemu temannya sebentar Tan, terus aku disuruh nung

