"Jam berapa ini?!" Suara bu Yenti membuat jantungku mau copot. "Maaf Bu, saya terlambat." "Baru hari ke dua kerja sudah terlambat?!" Aku tak punya kalimat untuk membela diri. Ini semua gara-gara Banyu. "Masuk ke ruangan. Banyak kerjaan yang harus kamu selesaikan!" lanjutnya. "Terimakasih Bu," Aku segera masuk lift. Syukurlah, aku pikir dia akan memarahiku di loby, di depan banyak orang. Segera kunyalakan komputer dan menyiapkan meja kerja. Terdengar langkah bu Yenti mendekat. "Sandra," "Iya Bu," aku sigap menjawab. Wajah bu Yenti mencurigakan. Dia tidak memarahiku di depan orang banyak tapi sepertinya merencanakan sesuatu. "Hari ini, kamu cek semua laporan keuangan beberapa bulan kebelakang. Lalu kamu urus semua tagihan ke customer, dan juga cek semua pembayaran yang sudah ma

