Malam demi malam berlalu. Kehidupan Sandra berjalan seperti biasa saja. Kantor, rumah, dan cerita sehari-hari bersama Marwan dan tante Retno. Belakangan, mendadak tante Ratih ingin mengajukan pindah tugas ke Yogya. Sandra sudah terlanjur betah. Sulit untuk kembali ke Bandung. Tante Ratih merasa sendirian. Di Yogya, kalau kelak Marwan menikah, tante Retno juga akan sendiri. Tante Ratih merasa Bandung kini dingin di hatinya sedingin cuaca Lembang. Semenjak keputusan Sandra yang memilih meneruskan tinggal di Yogya, rasanya ingin segera ikut ke sana. Tante Retno juga sekarang menyerahkan pengawasan pengelolaan pabrik batiknya pada Marwan dan Sandra. Jadi selain sibuk di kantor, Sandra juga sibuk membantu Marwan mengembangkan usaha batiknya. Bahkan berkat kenalan beberapa teman di Belanda, p

