Marwan menyetir pulang dengan pikiran melayang. Antara ada secercah harapan tapi sekaligus keterkejutan. Terlebih ia harus mengabarkan ini pada Sandra. Marwan ingat betul raut sakit hati dan kecewa Sandra saat menceritakan masa lalu dengan Dev. Tak pernah terduga ternyata ia sekarang jatuh hati pada wanita yang menjadi penyebab hancurnya cinta Sandra yang dulu. “Hmm, jam segini baru pulang,” Sandra berkacak pinggang di depan pintu rumah. Sejak tadi sudah gelisah menunggu Marwan pulang. “Hehe, ternyata aku ditungguin,” Marwan nyengir setelah keluar dari mobilnya. “Ibu mana?” tanya Marwan dengan suara berbisik sambil celingukan. “Tante lagi pergi. Ada urusan bisnis mendadak mau ke Solo. Besok baru pulang. Makanya aku dari tadi nungguin kamu, aku dikasih amanah sama tante harus mengawasi

