Chapter 96

1039 Kata
Bella, dan Andika kembali ke ruangan mereka masing - masing karena jam kerja sudah mulai. "Kita lanjut ntar aja.. kalau ada kesempatan hahah." Ucap Zara. "Iyaa juga yahh, kita kan mau makan siang bareng yang lain. Mana sempat. Haha." Ucap Andika. "Nanti di sempat - sempatkan aja, Lo harus cerita banyak sama kita Zara, tentang liburan kalian dan juga tentang gimana Lo bisa pacaran sama Raka." Kata Bella berbisik. "Hahahah.. husshh nanti di dengar banyak orang tuh. Malu gue." Kata Zara. "Hahah.. udah deh yahh.. gue ke ruangan gue dulu. Byee Zara.. byee Ardya." Ucap Bella. Ardya sudah terlihat sibuk dengan komputernya, Andika juga sudah berjalan menuju ruangannya. Sementara itu, di ruangan Prilly, Raka dan Prilly mengintrogasi Nabila. "Silahkan duduk Mba Nabila." Ucap Prilly sambil menarikkan kursi untuk Nabila. Raka, Prilly dan Nabila duduk di satu meja yang berukuran panjang yang biasa di pakai meeting. "Begini yah Mba Nabila, saya langsung saja. Saya tidak suka membuang - buang waktu. Apa Mba Nabila masih ingin kerja di kantor saya?" Tanya Raka. "Masih Pak Raka." Jawab Nabila sambil melemperkan senyuman untuk Raka. Nabila masih sangat percaya diri kalau Raka akan menyukainya. "Baiklah.. saya akan memberi kamu kesempatan lagi untuk memperbaiki cara bekerja kamu di kantor saya. Saya sangat tidak suka ada orang yang membuang - buang waktu untuk hal yang tidak penting. Dan saya tidak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi kalau memang kamu masih ingin bekerja di kantor saya.” Jelas Raka. “Iya baik Pak Raka .. saya minta maaf atas semua yang terjadi dan saya minta maaf kalau selalu membuat keributan di kantor. Dan terima kasih karena bapak sudah memberi saya kesempatan sekali lagi. Saya nggak bermaksud—“ “Iyaa sudah - sudah.. tidak usah kamu jelaskan lagi, saya tidak ingin mendengar penjelasan kamu yang terus - terusan berulang.” Ucap Raka lalu berdiri dari kursinya. “Prilly.. kamu urus sisanya.. terserah kamu mau ngomong apa juga. Saya ke atas dulu.” sambung Raka. “Baik Pak Raka.” Balas Prilly. Rakapun keluar dari ruangan Prilly, memberikan semua kelanjutannya ke Prilly. “Haduh Mba Nabila Mba Nabilaa.. Mba Nabila ini ada - ada aja yahh pagi - pagi udah seperti ini. Haduuhh.” Ucap Prilly. “Mba Prilly tau sendiri kan kalau saya sangat menyukai Pak Raka, saya tuh cemburu Mba sama Mba Zara.. bisa - bisanya dia sedekat itu dengan Pak Raka , padahal Mba Zara baru masuk di kantor ini dan baru kenal sama Pak Raka. Dan sekarang Mba Zara udah pacaran sama Pak Raka. Saya tuh sakit hati Mba Prillyyy.” Ujar Nabila. “Ya ampun.. Mba Nabila ini.. cemburu sih cemburu tapi jangan memfitnah orang seperti itu dong. Apa Mba Nabila juga mau kalau ada orang yang memfitnah Mba Nabila seperti itu? Mau nggak?” Tanya Prilly. “Ya Nggak lahh Mba Prilly.” “Nahh kan.. Mba Nabila aja nggak mau, tapi mba Nabila malah mempersulit hidup orang. Dan satu hal yang perlu Mba Nabila tau, Mba Zara dan Pak Raka itu bukan baru kenal loh Mba Nabila, mereka berdua udah saling kenal sejak lima tahun yang lalu, Mba Nabila taukan kalau Mba Zara tetanggan sama Pak Raka, tetanggaan yang rumahnya pas banget di samping rumah Pak raka.” Jelas Prilly. “Iya saya tau kok Mbaa.. ya yang saya dengar Mba Zara tetangga barunya Pak Raka kan?” Tanya Nabila. “Naahh itu salahnya Mba Nabila.. Mba Nabila hanya mendengar sepotong ucapan dari orang - orang. Mba Zara memang tetangga barunya Pak Raka, tapi tetangga baru saat lima tahun yang lalu. Mereka berdua memang sudah lama tidak bertemu lagi, dan mereka berdua memang baru ketemu lagi saat Mba Zara masuk di kantor ini. Jadi semua yang Mba Nabila fikir selama ini, itu adalah salah besar.” Ucap Prilly. “Haaahh.. tapi tetap saja saya cemburu Mba Prilly. Saya sangat menyukai Pak Raka.” Kata Nabila dengan wajahnya yang sedikit memelas . “Iya Mba Nabila .. saya mengerti dengan apa yang Mba Nabila rasakan, maaf banget nih kalau saya memberi saran ke Mba Nabila, saya rasa Mba Nabila harus mencari orang lain lagi untuk Mba Nabila sukai, pasti Mba Nabila, akan dapat yang lebih baik dari pak Raka, pasti Tuhan sudah menyiapkan seseorang untuk Mba Nabila. Dan perasaan itu nggak bisa di paksain Mba Nabilaa.. sekarang Pak Raka sudah mendapat seseorang yang menurutnya bisa membuat hidupnya lebih berwarna. Dan saya juga tau kalau Mba Nabila nggak segampang itu untuk melepaskan perasaan sukanya Mba Nabila sama Pak Raka karena apalagi kita satu kantor, tapi saya percaya kalau Mba Nabila bisa menghapus perasaan Mba Nabila ke Pak Raka. Orang Mba Nabila cantik kok, pasti banyak juga yang suka sama Mba Nabila.” Jelas Prilly. “Haaahh.. saya nggak tau deh Mba Prilly.. saya merasa sedih sekali hari ini, dan saya cukup marah sama Mba Zara.” Ucap Nabila. “Eiissshh eiisshh eiisshh.. Mba Nabila tidak boleh seperti itu, Mba Zara nggak salah apa - apa loh sama Mba Nabila. Pak Raka dan Mba Zara hanyalah dua insan yang di pertemukan oleh Tuhan sekarang, dan apalagi kalau Mba Nabila tau kalau Mba Zara itu adalah orang yang benar - benar baik. Dia sama sekali nggak pernah berfikiran jelek sama orang lain, dan Mba Zara selalu membela Mba Nabila di depan Pak Raka, jadi kalau untuk marah, saya rasa Mba Nabila nggak boleh seperti itu.” Jelas Prilly lagi. “Hhmmm.. saya fikir - fikir aja dulu deh Mba Prilly.. terima kasih banyak yah Mba Prilly sudah mendengarkan keluh kesah saya tentang Pak Raka.” Ucap Nabila. Prilly berdiri lalu berjalan ke kulkas besar yang ada di dekat meja kerjanya, dan mengambil dua kaleng minuman. “Iyaa Mba Nabila.. saya di sini hanya menjalankan tugas saya sebagai HRD, saya harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Saya harap kedepannya Mba Nabila bisa bekerja lebih baik lagi, dan bisa menjalin hubungan lebih baik lagi ke Mba Zara maupun ke karyawan - karyawan lainnya.” Kata Prilly sambil memberikan satu kaleng minuman untuk Nabila. “Makasih yah Mba Prilly.” Ucap Nabila lalu meminum minuman yang di berikan Prilly. Prilly mendengarkan curahan hati Nabila dengan penuh kesabaran dan juga memberikan saran untuk Nabila bagaimana kedepannya. Dan Nabila sedikit demi sedikit merespon dengan baik apa yang di katakan Prilly. ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN