“Pagi Prillyyy … wahh bener yahh kalau HRD itu cepet banget datengnya.” Seru Zara yang berjalan sedikit menjauh dari Raka karena tidak mau terlalu di perhatikan dengan orang - orang di kantor.
“Hahah.. iya dong .. harus mencontohkan yang baik buat karyawan - karyawan lainnya.” Kata Prilly dengan gayanya bertolak pinggang.
“Nanti gue kasih bonus buat HRD kita yang satu ini. Hahah.” Ucap Raka.
“Senengnya masih pagi udah dapat rejeki aja.. di tunggu yahh, transfer di rekening gue yang biasa aja. Hahahah.” Kata Prilly.
“Hahah kalau gitu gue juga mau rajin deh datang lebih pagi, biar di kasih bonus juga.” Seru Zara.
“Kalau Lo mahh—“
“Sssstttttt… mau ngomong apa Lo? Hah? Jangan ngomong yang macem - macem deh. Hahha.” Zara memotong ucapan Prilly sebelum Prilly menyelesaikan omongannya sambil melihat orang - orang yang ada di Lobby.
“Hahhahah.. Iyaa nggak deh.. nggak jadi.. atau sini deh gue bisikin.” Ucap Prilly mendekati Zara.
“Hahahahha.. nggak yahh.. nggak usah, gue udah tau apa yang mau Lo omongin .” Seru Zara sambil tertawa terbahak - bahak.
“Cewek emang gitu yahh, kayak ada ikatan batinnya.” Ucap Raka dengan raut wajahnya yang heran.
“Iya dong hahah.. beda bangetkan sama cowok. Kita tuh cewek kalau saling tatap mata aja terus tersenyum udah tau apa yang dia maksud, apalagi kalau ada yang aneh di depannya, pasti deh bakal kode - kodean hahah.” Kata Prilly.
“Bener tuuhh hahah.” Seru Zara.
“Zaraaaaa !!!! Iihh gue tungguin dari tadi juga, malah ketawa - ketawa di sini. Handphone gue dong.” Kata Andika yang baru saja turun dari lantai lima.
“Ehh Andika hahaha.. sorry - sorry tunggu deh gue ambilin.” Kata Zara sambil membuka tasnya dan mengambilkan ponsel Andika yang ketinggalan.
“Okeeyy thank yahh Zara yang baik hati dan tidak sombong.” Kata Andika lalu mengambil ponselnya.
Prilly melihat ke Raka yang sangat serius memperhatikan Andika dan juga Zara.
“Ehh.. Raka kan ada yang mau gue bicarakan, kita bicara sekarang aja yah.” Kata Prilly.
“Ohh iyaa.. di ruangan kamu Atau ruangan gue?” Tanya Raka.
“Di Ruangan gue aja.” Jawab Prilly.
“Ohh okeyy.. ayo kalau gitu. Zara kamu naik duluan aja yah.” Kata Raka.
“Ahh? Hah? Iyaa lahh.. masa aku nungguin kamu juga, ngapain. Wleee.” Ujar Zara.
“Ahaha.. yaudah.” Seru Raka.
Orang - orang yang berada di lobby tak banyak juga yang memperhatikan Raka dan Zara dari tadi. Banyak yang mengatakan kalau Raka yang sekarang menjadi lebih ceria dan membawa aura positif di dalam kantor. Mereka semua sangat senang melihat perubahan Raka saat ini.
“Zaraaa.. yukk kita naik aja, sama - sama biarin mereka kerja hahah.” Seru Andika yang sudah selesai mengecek ponselnya.
Andika merangkul Zara tanpa memikirkan apapaun, tanpa memikirkan apakah Raka akan cemburu atau tidak. Karena menurut Andika yang ia lakukan adalah hal yang masih wajar - wajar saja.
Raka yang melihat Andika merangkul Zara, di tarik oleh Prilly untuk segera masuk ke dalam ruangannya.
“Ayo Rakaa.. cepetan.” Ucap Prilly.
“Kenapa sih? Apa yang Mau Lo bicarakan? Apa ada yang berbuat salah lagi atau gimana?” Tanya Raka.
“Nggak ada kok.. kan gue udah ngomong sedikit sama Lo tadi malam. Jadi gini, gue perhatiin kayaknya Lo cemburukan sama Andika?” Tanya Prilly sambil membuatkan kopi panas untuk Raka.
“Ahh.. gue? Nggak kok.” Jawab Raka.
“Lo nggak usah bohong sama gue Raka, gue tau banget kalau Lo cemburu sama Andika. Dari tatapan Lo melihat kedekatan Zara dan juga Andika, itu semua kelihatan tau. Lo tau gue lulusan apakan ? Gue tuh tau kalau Lo cemburu sama Andika.” Jelas Prilly.
“Terus gue harus gimana Prilly.. gue udah ngomong kok sama Zara.” Seru Raka.
“Yahh Lo nggak harus gimana - gimana juga Raka, Lo tau sendirikan kalau Andika itu sahabat Lo? Nggak mungkin lahh dia sampai ngelakuin hal bodoh sama Lo, dan Zara juga, Lo juga tau kalau Zara itu sayang banget sama Lo. Jadi nggak mungkin kalau dia juga suka sama Andika.” Ucap Prilly.
“Iyaa sih.. Zara juga ngomong kayak gitu pas gue ngasih tau kalau aku cemburu sama Andika.” Kata Raka.
“Nah kan.. Zara nggak mungkin suka juga sama Andika, secara dia tuh sayang banget sama Lo.” Kata Prilly.
“Tapi Lo liat sendiri juga kan tadi kayak gimana? Lo liatkan sikapnya Andika terhadap Zara. Mereka tuh kayak deket banget Prill.” Ucap raka.
“Iyasih.. tapi apa Lo mau ngasih tau ke Andika kalau Lo cemburu sama dia, terus Lo mau ngelarang mereka berdua untuk nggak dekat - dekatan. Nggak mungkinkan? Andika sahabat Lo juga, udah deket banget sama Lo, dia nggak mungkin mengkhianati Lo. Yahh ini sih saran dari gue aja, tapi kalau emang Lo udah ngerasa ke ganggu banget atau nggak nyaman banget, Lo ngomong dulu ke Zara lagi pelan - pelan, Lo kasih tau apa yang Lo rasain, tapi nggak pakai marah. Dalam hubungan kita emang harus saling mengerti, jangan egois, jangan memendam apa yang kita rasain, hal - hal yang membuat kita kesal terhadap pasangan kita, jangan menunggu pasangan kita peka, lebih baik langsung di beritahu, memang susah sih, tapi itulah yang terbaik. Karena kalau kita memendam apa yang kita rasakan, apa yang membuat kita kesal , pasti kita akan sakit sendiri, sedangkan pasangan kita tidak tahu apa - apa.” Jelas Prilly.
“Thanks yahh Prill.. kayaknya Lo emang berbakat yah jadi penasehat gitu. Penjelasan Lo juga membuat fikiran gue lebih terbuka lagi, semoga sih gue bisa ngelakuin apa yang Lo saranin tadi.” Ucap Raka.
“Iyaa.. ini cuman saran gue aja, kalau Lo mau ikutin yah silahkan, kalau nggak juga nggak apa - apa. gue hanya nggak mau aja kalau hubungan kalian bertiga nantinya jadi nggak baik hanya karena kesalahpahaman.” Kata Prilly.
“Hmm.. iyaa Prill.. sekali lagi makasih banyak yahh.” Ujar Raka lalu menikmati kopi yang sudah dibuatkan Prilly.
“Ya udah kalau gitu gue kerja dulu yahh, Lo kalau masih mau di sini yah duduk aja dulu, habisin tuh kopi Lo.” Ucap Prilly.
“Nggak dehh.. gue mau langsung ke ruangan gue dulu, ada yang harus gue periksa.” Kata Raka.
“Ohh iya dehh kalau gitu. Kopi Lo mau gue cupin?” Tanya Prilly.
“Boleh deh.. sayang mubazirkan kalau di tinggal.” Jawab Raka.
“Iyaa lahh.. gue udah capek - capek buatin Lo, masa Lo mau tinggal sih hahah.” Seru Prilly.
“Hahha.. ya udah cupin nih.” Kata Raka sambil memberikan gelas kopinya ke Prilly.
“Ehh.. nggak ada laporan apa - apa tentang karyawan lagi?” Tanya Raka.
“Nggak ada kok.. akhir - akhir ini aman, tentram dan damai.” Jawab Prilly.
“Ohh bagus deh kalau kayak gitu, Jadi Lo nggak bertambah pusing dibuat oleh karyawan.” Kata Raka.
“Hahah.. iyaa sih, tapi gue malah suka kalau ada yang bikin ulah, kan bisa gue marahin dulu.” Kata Prilly sambil menuangkan kopi Raka ke dalam satu cup plastik.
“Hahah dasar yahh.. Lo emanh dari dulu terkenal galak, galak banget malah.” Ucap Raka.
“Bukan Prilly kalau nggak galak.” Seru Prilly.
“Ehh Raka by the way Gue seneng deh ngeliat Lo yang sekarang. Bener - bener berubah tau nggak, aura Lo tuh jadi lebih positif, nggak kayak dulu lagi. Yang galaknya minta ampun, ehh bukan galak sih, tapi lebih ke dingin aja. Kalau Lo udah datang tuh, baru di pintu masuk, semuanya tuh udah deg - degan duluan tau nggak. Kadang tuh yah, ada yang sampai jatuh karena kesandung kakinya sendiri karena kabur, malas aja bertatapan muka sama Lo.” Kata Prilly.
“Hah? Masa sih hahah.. gue nggak pernah ngerasa seperti itu deh. Gue nggak tau kalai ada kejadian yang seperti itu.” Ucap Raka.
“Ya iyalah Lo nggak tauuu.. Lo kan nggak pernah peduli sama orang di sekeliling Lo. Untung sekarang Zara datang di hidup Lo, jadi Lo bisa ada di sini sekarang ngobrol santai sama gue, nggak kayak dulu. Dulu Lo masuk ke ruangan gue cuma buat nanya - nanya laporan, terus udah deh. Lo pergi tanpa ngobrol santai dulu bareng gue.” Ujar Prilly.
“Bener sih hahah.. gue juga ngerasa hidup gue sekarang jadi lebih fresh, lebih nggak ada beban yang harus gue fikirin. Dan yang paling penting gue lebih gampang tersenyum.” Kata Raka lalu meminum kembali kopinya yang sudah di masukkan ke dalam cup kopi oleh Prilly.
“Iyaa bagus dehh.. gue ikut seneng, semoga Hubungan kalian berdua bisa sampai selamanya.” Ucap Prilly.
“Aamiin.. ya udah kalau gitu, gue ke atas dlu yahh.” Kata Raka sambil memperhatikan jam di tangannya.
“Okeyy.. fikirin saran gue yahh..” ucap Prilly sebelum Raka membuka pintu ruangannya.
“Okeyy Prill.. thanks yahh.” Balas Raka.
Setelah bebicara panjang lebar dengan Prilly, Raka pun kembali ke ruangannya.
====