Chapter 35

1134 Kata
Zara menorobos pintu ruangan Prilly begitu saja.  “Huffttt.. maaf Pak Raka.. Maaf Mba Prilly, saya langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu.” Ucap Zara sambil memegangi lututnya karena pegal setelah berlari.  Semua menatap Zara.  “Ada apa Zara? Kenapa kamu kesini? Apa yang mendadak sekali?” Tanya Raka.  “Maaf Pak Raka.. tapi saya tidak seengaja mendengar kalau Pak Raka ingin memecat Mba Aulia. Alasannya apa Pak Raka? Mba Alia nggak ada salah apa - apa kok.” Ucap Zara.  “KAMU BILANG NGGAK ADA SALAH APA - APA ??? Kamu ini terlalu baik atau bego sih? Kamu tidak sadar apa yang sudah dia ucapkan tadi sama kamu? Kamu dia permalukan di depan orang - orang banyak dan sekarang kamu bilang dia nggak salah apa - apa? IYA ZARAAAA ??!!!!” Teriak Raka membentak Zara.  “Pak Raka aku mohon tenang dulu.. ini hanya kesalahpahaman aja kok Pak Raka. Dan aku merasa nggak di permalukan kok tadi. Mba Alia hanya bertanya saja Pak sama aku, Mba Alia mungkin hanya ingin berteman dengan aku Pak Raka, malah tadi Mba Alia ingin mengajak aku makan malam bersama, jadi aku sama Mba Alia nggak kenapa - kenapa kok Pak.” Jelas Zara.  “Okee.. kamu memang tidak di permalukan Zara, tapi saya yang dia permalukan !!! Memangnya kalau kamu tau tentang saya, apa saya mau sama kamu ? Saya ini atasan kamu, kamu nggak ada sama sekali hak untuk mencari tahu tentang saya.” Ucap Raka lagi.  “Pak Raka benar - benar mohon maaf, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan saya, saya sudah mempermalukan bapak, maaf kan saya Pak. Saya mohon jangan memecat saya Pak Raka.” Ucap Alia yang sudah berlutut di hadapan Raka.  “Mba Alia.. aduh Mba bangun, Mba Alia nggak perlu seperti ini.” Ucap Zara membantu Alia berdiri.  “Pak Raka, pak Raka apa tidak kasihan sama Mba Alia?? Mba Alia sudah meminta maaf sama Pak Raka dan dia sudah berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.” Ucap Zara yang juga sudah berlutut karena membantu Alia berdiri.  “Haaahhh !!! Saya memberi kamu kesempatan sekali lagi, kalau sampai kamu melakukan hal seperti itu lagi atau mencoba mengusik tentang saya, kamu tidak akan saya maafkan lagi. INGAT ITUUU !!!”  Brraaaaakkkkkkkkk (Raka membanting pintu dan segera keluar dari ruangan Prilly). Q Semua karyawan - karyawan yang dari tadi menguping di depan ruangan Prilly langsung berhamburan ketika Raka keluar. “SEDANG APA KALIAN SEMUA ???? CEPAT KEMBALI BEKERJA !!!” Teriak Raka lalu meninggalkan Loby. “Huuffftttt kakiku lemas sekali. Pak Raka memang seperti itu yah kalau marah?” Tanya Zara ke Prilly.  Zara sudah duduk di lantai karena sangat lemas.  “Emang Lo aja yang lemas, gue juga kaget banget tau. Dia datang ke ruangan gue dan tiba - tiba marah - marah.” Jawab Prilly.  “Mba Alia nggak kenapa - kenapa kan Mba?” Tanya Zara kemudian membantu Alia lagi untuk berdiri.  “Nihh Mba Alia minum dulu, pasti Mba Alia syok banget kan.” Ujar Prilly sambil memberikan satu botol air putih untuk Alia.  “Makasih Mba Prilly.” Kata Alia lalu meminum air putih yang di berikan Prilly.  “Iya mba Zara, nggak papa kok.. makasih banyak yah Mba Zara.. Mba Prilly.. kalian udan bantuin saya. Dan Mba Zara saya sangat minta maaf atas sikap saya tadi. Maafkan saya yah Mba Zara.” ucap Alia sambil memegang tangan Zara.  “Nggak kok Mba Alia.. nggak papa, aku bisa memaklumi apa yang terjadi tadi kok. Tapi mungkin Pak Raka sudah tidak bisa melupakan kejadian ini Mba.” Ucap Zara.  “Hmm.. mau gimana lagi Mba Zara, saya harus menerima resikonya.” Ucap Alia.  “Sabar yah Mba Alia.” Ucap Prilly.  “Iya Mba Prilly.. makasih juga Mba Prilly sudah mau membela saya tadi.” Ucap Alia menyeka sedikit air matanya.  “Iya sama - sama Mba. Saya juga nggak mau kalau Mba Alia keluar, soalnya cari customer service tuh susah banget yang pinter banyak bahasa seperti Mba Alia. Pak Raka nggak tau aja gimana susahnya aku mencari customer service seperti Mba Alia.” Ujar Prilly berdiri di samping mejanya.  Alia tersenyum mendengar ucapan Prilly.  “Kalau gitu saya kembali ke depan yah Mba Zara.. Mba Prilly.. sekali lagi saya berterima kasih banyak.” Ucap Alia.  “Iyaa Mba Alia.” Ucap Zara dan Prilly bersamaan.  Prilly langsung berjalan cepat ke Zara, karena dari tadi Prilly sudah sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Zara menceritakan semuanya ke Prilly sedetail mungkin.  “Wahhh.. Pantas aja Raka marah - marah.” Seru Prilly.  “Yahh gitu deehh.. tapi kan nggak perlu sampai memecat begitu.” Ucap Zara.  “Zar Zar.. kalau gue tadi ada di sana , gue juga pasti udah bentak - bentak tuh Alia. Dia tuh udah ngomong yang nggak - nggak sama kamu, dan nuduh - nuduh kamu. Isshh greget banget gue.” Seru Prilly.  “Prill.. udah lahh, gue juga nggak papa kok. Dan tadi kan Lo udah ngebela Alia juga biar dia nggak dipecat.” Ucap Zara.  “Ya iyaa.. tapi kan gue nggak tau cerita aslinya. Itu baru Alia loh Zar yang nyari masalah sama kamu. Di sini ada banyak banget yang suka sama Raka.” Ucap Prilly.  “Yahh terus kenapa Prill ??? Gue harus takut gitu? Atau gimana sih?” Tanya Zara.  “Yahh nggak.. maksud gue, Lo jangan sampai mau - mau aja di tuduh yang nggak - nggak sama mereka. Kalau ada yang seperti Alia lagi, Lo harus marah sama dia. Inget yaahh?” Kata Prilly.  “Iya Prill.. nggak papa kok.. Lo tenang aja, gue tau apa yang harus gue lakuin.” Ucap Zara.  “Hmmm.. baru berapa minggu di kantor udah ada aja masalah kayak gini. Gimana kalau lama yah?” Ucap Prilly sambil melirik Zara.  “Ihh Prillyyy !!! Jadi Lo nggak suka gue kerja di sini?” Seru Zara. “Hahahahah.. bercanda gue. Lo itu sekarang udah menjadi bagian dari kita , jadi mana mungkin gue nggak suka Lo ada di sini.” Ucap Prilly lalu memeluk Zara.  Dddrrrrtttt ddrrrrtttt drrrttttt (ponsel Zara berdering)  “Ehhh Prill ya ampun gue ke atas dulu yahh, nihh gue udah di cariin.” Seru Zara lalu melepaskan pelukan Prilly.  Raka menghubungi Zara.  “Hahahah.. iya iyaa.. hati - hati Lo di makan, kayaknya dia masih dalam keadaan marah deh.” Kata Prilly sambil melihat ke Ponse Zara.  “Prill jangan nakut - nakutin gue deh yahh.” Kata Zara sambil berjalan keluar dari ruangan Prilly.  “Biasanya Raka kalau habis marah - marah, emang pengen makan. Hati - hati aja Lo di makan hahahha.” Teriak Prilly.  “Hahahah iya dehh iyaa.. byee Prill.” Zara menutup pintu ruangan Prilly.  Lagi - lagi Zara mendapat tatapan yang tidak mengenakkan dari orang - orang yang berada di loby. ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN