Chapter 94

1149 Kata
Nabila benar - benar di buat malu oleh Andika, bahkan Nabila tidak berani menatap Zara dan orang - orang di sekitarnya. “Maksud Pak Andika apa? Pak Andika sendiri kenapa ikut campur masalah kami, ini bukan masalah Pak Andika. Jadi ngapain ikut campur?” Kata Nabila yang mencoba lebih percaya diri lagi. “Hahah.. Mba Nabila ini lucu sekali yahh.. Mba Nabila tanya lagi apa maksud saya? Jelas - jelas Mba Nabila tau apa maksud saya, Mba Nabila jangan berpura - pura tidak tahu. Apa perlu saya jelaskan lagi?” Ucap Andika. “Tidak usah Andika, tidak ada yang perlu kamu jelaskan.” Suara yang tiba - tiba muncul dari pintu belakang kantor. Dan suara itu adalah suara Raka. Suasana semakin bertambah tegang, Raka berjalan dari pintu belakang bersama Ardya. “Hah gimana ini? Pak Raka sudah datang?” “Kita kembali aja yuk.” “Ehh tapi ini kelanjutannya gimana? Kita liat dulul apa kalian nggak penasaran?” “Kita balik aja yuk, kalian mau kena marah sama Pak Raka.” Satu persatu karyawan yang berada di sekitar pintu masuk akhirnya meninggalkan tempat, tersisa Nabila yang masih di berdiri. Tapi mereka semua masih melihat dari kejauhan bagaimana kelanjutan dari masalah yang di buat Nabila. “Rakaa? Loh katanya nggak mau datang hari ini?” Gumam Zara dalam batinnya. “Loh Pak Raka, saya kira Pak Raka hari ini nggak masuk?” Tanya Prilly. “Ada yang harus saya urus hari ini Dan ternyata tidak sia - sia saya masuk hari ini, ternyata ada keributan yang terjadi pagi ini. Dan lagi - lagi yang membuat masalah adalah Mba Nabila.” Ucap Raka. “Saya tidak membuat masalah Pak Raka. Saya hanya ingin meluruskan apa yang terjadi tadi pagi.” Kata Nabila. “Apa yang terjadi tadi Pagi Mba Nabila? Apa yang perlu di luruskan? Mba Nabila sendiri yang jelas - jelas memfitnah saya dengan tuduhan kalau aku sudah tidur dengan Pak Raka, dan Mba Nabila juga bilang kalau aku sudah memberikan semuanya ke Pak Raka. Rasanya malu sekali aku harus sampai mengulanginya di sini Mba Nabila. Kenapa Mba Nabila memperpanjang sampai di kantor sih? Sebenarnya masalah Mba Nabila sama saya apa?” Tanya Zara. “Apa Mba Nabila sampai ngomong seperti itu Zara?” Tanya Prilly. “Wahh.. memang Mba Nabila dong yang cari masalah sama Zara.” Ucap Bella. “Sepertinya Mba Nabila cemburu sama Mba Zara, karena Mba Zara sangat dekat dengan Pak Raka. Pasti Mba Nabila panas karena kenapa Mba Zara yang hanya orang baru sudah sedekat itu dengan Pak Raka. Iya kan Mba Nabila? Itu sih nggak perlu di pertanyakan lagi yah.” Celetuk Aminah dari mejanya yang tidak jauh dari pintu masuk karena Aminah adalah salah satu customer service yang duduk bersama Alia. “Mba Aminah jangan ngomong sembarangan yah !!!” Seru Nabila. “Sudah - sudah.. saya tidak ingin memperpanjang masalah yang Mba Nabila buat yah. Mba Nabila dan kalian - kalian yang ada di sini harus mendengar ini baik - baik.” Kata Raka sambil menarik tangan Zara dan menggenggamnya. “Ehh ehh ehh.. Raka ???” Ujar Zara. “Aduh jangan - jangan Raka mau ngasih tau ke orang - orang kalau aku sama dia pacaran lagi?” Gumam Zara dalam batinnya. “Pak Raka mau ngapain?” Tanya Zara lalu memberi kode kalau jangan memberitahukan kalau dirinya dan Zara berpacaran. Semua orang yang melihat Raka memegang tangan Zara sangat iri dengan Zara. Tapi mereka semua tampak senang melihat itu. Raka yang mengerti akan kode yang di berikan Zara, tetap ingin memberitahukan ke semua orang kalau Zara adaah pacarnya. “Dengar baik - baik yahh semua. Saya dan Zara sudah berpacaran, sudah tiga hari kami berpacaran.” Ucap Raka. “Apaaaa !!! Haaahh? Mereka pacaran?” Gumam Nabila. Raut wajahnya benar - benar kesal saat Raka berbicara seperti itu. “Saya harap dengan apa yang saya sampaikan hari ini membuat kesalahpahaman terhadap Zara bisa menjawabnya. Dan saya harap juga dengan status saya dan Zara yang berpacaran ini tidak mengganggu pekerjaan kalian ataupun hubungan di antara sesama karyawan. Saya tidak membeda - bedakan kalian meskipun jabatan kalian berberda yang terpenting kalian harus bekerja dengan benar dan tidak membuang - buang waktu. Saya harap kalian juga bisa bersikap baik terhadap Zara, dan lupakan semua kesalahpahaman yang terjadi. Dan untuk kalian - kalian yang menyukai saya, saya mohon maaf, saya tidak bisa membalas perasaan kalian, tapi saya sangat berterima kasih kalau kalian menyukai saya. Saya sudah mendapatkan orang yang benar - benar mengerti saya dan tulus menyukai saya. Menurut saya Zara adalah perempuan yang tepat untuk saya, dan saya juga sangat menyukai Zara. Semoga kalian bisa mendapat seseorang yang lebih baik dari saya. Saya harap dengan apa yang saya sampaikan ini bisa membuat kalian mengerti dan membuat suasana kantor lebih nyaman lagi.” Jelas Raka sambil memegang tangan Zara. “Ciee Zara cieee.” Seru Prilly. “Akhirnya yahh Zaraaa hahahah.” Ardya mengganggu Zara tang tengah malu - malu karena ucapan Raka. Wajah Zara sudah merah merona karena malu Raka mengumumkannya dengan cara yang seperti itu. Semua yang ada di lobby bertepuk tangan setelah Raka menyelesaikan ucapannya. “Aaahhh akhirnyaaaa !!!! Selamat Pak Raka dan Mba Zaraa, udah saya duga kalau kalian akan berdua akan berpacaran.” Ucap salah seorang karyawan. “Selamat yah Pak Raka dan Mba Zaraa.” “Ahh jadi iri dehh.” “Beruntung sekali Mba Zara punya Pak Raka.” Satu persatu karyawan datang lagi dan memberi ucapan selamat ke Raka dan Zara. “Ohh tidak.. saya yang beruntung punya Zara. Saya bisa berbicara seperti ini di depan kalian karena Zara, Zara sudah memberi warna dalam hidup saya yang sangat suram. Terima kasih banyak Zara.” Ucap Raka. “Aku yang berterima kasih karena Pak Raka sudah memberikan ruang untuk aku di hati Pak Raka.” Balas Zara. “Aaaauuuuu.. ciee cieeee !!!! Kita jadi nyamuk nih di sini. Serasa dunia milik berdua nih.” Seru Andika. “Cieee cieeee uhuuuyyyyy !!!” Teriak Ardya juga. “Aaaahhh romantis banget sihh.” Ujar Prilly. “Eisshh tenang dong sayang.. aku juga bisa romantis seperti itu kok.” Kata Ardya. “Hhuuuuu bosen kalau kalian berdua, iya nggak teman - teman?” Kata Bella. “Hahahahahhah.” Semua yang ada di Lobby tertawa. Mereka semua tampak senang dengan apa yang terjadi pagi itu, terkecuali Nabila yang sangat kesal karena menganggap Zara merebut Raka darinya. Tapi Nabila tidak bisa berbuat apa - apa lagi, Nabila hanya bisa memendam rasa kesal dan amarahnya. - EPILOG - Sepuluh menit sebelum Raka masuk ke kantor, Raka bertemu dengan Ardya. “Raka Rakaa !!! Stop jangan masuk dulu, biarkan mereka menyelesaikan apa yang harus mereka selesaikan. Lo harus masuk di saatyang tepat.” Ucap Ardya yang menahan Raka masuk ke dalam kantor. “Tapi itu Zara terpojokkan seperti itu.” Kata Raka. “Iyaa gue tau.. tapi lo harus tunggu dulu.” ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN