Chapter 22

2007 Kata
Raut wajah Raka kembali tersenyum ketika melihat Zara kembali duduk di sampingnya. Zara masih bertanya - tanya kepada Andika, Prilly, Ardya dan juga Bella apa yang sebenarnya mereka bicarakan saat dirinya perginke toilet. “Nggak ada apa - apa kok Zara.” Kata Prilly. “Iya nih.. kok jadi serius gini sih. Udah yuk ah, habisin makanannya masih banyak nih.” Kata Ardya. “Hmm.. iya - iya..” kata Zara sambil mengambil satu potong sushi lagi dan Zara celupkan sedikit di kecap asin milik Raka. “Eh.. Zar itu kecap asin punya saya.” Kata Raka yang kaget karena Zara langsung mencelupkan sushinya ke dalam kecap asin miliknya. “Oh iya? Aduh maaf yahh.. di buang aja lagi, aku mintakan di pelayannya yah piring baru.” Balas Zara sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari pelayan restoran. “Ehh ehh nggak usah.. bukan gitu maksud saya. Itu kan bekas saya, nanti kamu jijik atau gimana - gimana kan.” Kata Raka lagi. “Oh ya Ampun.. nggak kok.. kenapa aku harus jijik? Emang kamu penyakitan? Nggak kan?” Tanya Zara lalu melemparkan senyumannya ke Raka. “Engg iya nggak sih.. hehe.” Jawab Raka. “Nahhh berarti nggak papa.. maaf yah, aku langsung main cocol aja, tanpa liat - liat dulu.” Kata Zara. “Iyaa nggak papa kok.” Kata Raka. Andika, Ardya , Bella, dan juga Prilly saling melihat satu sama lain dan tersenyum seakan memberi kode untuk melihat tingkah Raka dan juga Zara. “Ehh guysss gimana kalau habis ini kita korekean? Biar gue yang bayar kali ini? Mau nggak? Mau nggak?” Seru Bella dengan semangatnya bertanya satu - satu ke Ardya, Prilly, Andika, Raka dan juga Zara. “Wahh ide bagus tuhh. Boleh banget.” Seru Prilly. “Gue sih terserah yah. Ngikut aja deh gue, kalau pulng jam segini juga masih belum terlalu malam.” Kata Andika. “Gimana Zar? Lo mau kan?” Tanya Bella. Zara dengan refleksnya langsung berbalik menatap Raka. “Ngapain Lo balik ke Raka? Kan Elo yang di tanya sama Bella?” Tanya Ardya yang ingin mengganggu Zara. Ardya sudah tau kalau Zara sangat - sangat menyukai Raka. “Ahh nggak kok.. orang gue melihat ke arah Bella kok.” Kata Zara langsung memalingkan wajahnya tepat di Bella. “Masa sih?” Tanya Ardya lagi sambil senyum - senyum melihat Zara yang sudah salah tingkah. “Iya ih.. gue mau kok, yang penting semuanya ikut.” Ucap Zara. “Semuanya kok.. Lo ikut juga kan Raka?” Tanya Andika. “Gue? Nggak deh.. banyak yang mau gue kerjain di rumah.” Ujar Raka. Raka tidak terbiasa untuk pergi ke tempat - tempat karaoke, dan Raka merasa tidak nyaman kalau pergi ke tempat karaoke. Orang yang terbiasa sendirian, pasti akan terasa sangat asing di tempat karaoke dengan orang lain. “Kan masih ada hari esok, toh kerjaan di kantor juga nggak lagi banyak - banyaknya kan? Bulan depan kita baru sibuk dengan adanya proyek baru, iya kan?” Tanya Andika. “Kalau Raka nggak mau, nggak usah di paksa. mungkin emang lagi banyak kerjaan, kita sama Raka beda tau. kita - kita aja yang pergi.” Ucap Zara. Zara mengerti akan sikap Raka yang tidak ingin ikut, Zara tau kalau Raka pasti merasa tidak nyaman kalau harus ke tempat seperti itu. “Huffft makan bareng aja udah syukur banget.” Kata Zara dalam hatinya. “Ya udah deh kalau gitu. Kita habisin makanannya baru kita lets go. Hahaha.” Seru Bella. Raka menyelesaikan makanannya juga, setelah makanan mereka habis, semuanya bersiap untuk keluar dari restoran. “Kalau gitu gue duluan yahh. Makasih makan malamnya Ardya Prilly.” Kata Raka sambil mengeluarkan kunci mobil dari kantong celananya. “Sama - sama Bos Raka.. maaf yah, kalau makanannya cuma ini, soalnya kita belum jadi bos seperti kamu. Hehee bercanda yah Raka.” Ujar Prilly. “Iyaa iyaa.. kalau gitu gue balik yah.” Ucap Raka lalu berjalan membuka pintu keluar Restoran. Zara terus menatap Raka sampai keluar dari pintu restoran. “Ehh tunggu bentaran yah guyss.. gue mau bilang makasih dulu sama Raka. Tadi kan gue bareng dia ke sini.” Ujar Zara. “Iyaa buruan kejar , nanti udah jalan lagi.” Kata Andika. Zara berlari mengejar Raka, beruntung Raka masih berdiri di depan mobilnya ingin membuka pintu mobilnya. “Rakaaa !!!” Teriak Zara berjalan cepat ke arah Raka. “Eh.. kenapa Zara? Ada yang Lo lupa di mobil gue?” Tanya Raka. “Kok ngomongnya pakai Lo gue? Kemarin - kemarin kayaknya saya kamu deh? Hahah.” Tanya Zara sambil tertawa. “Oh iya juga yah hmm.. nggak papa deh yah, kan lagi di luat kantor juga. Biar lebih akrab aja.” Jawab Raka. “Hahah ya udah terserah Lo deh. Gue ngikut Lo juga. Ehm, nggak gue nggak lupa apa - apa kok di mobil Lo. Gue cuma mau bilang makasih karena tadi Lo udah nganterin gue pulang dan udah bareng datang ke sini.” Ucap Zara. “Oohh gue kirain kenapa. Iya sama - sama, santai aja.” Balas Raka. “Ehmm.. Raka boleh ngomong sesuatu nggak?” Tanya Zara. “Boleh, kenapa?” “Maaf yahh kalau ini menyinggung. Lo nggak mau pergi ikut karokean karena Lo nggak nyaman yah kalau pergi karaoke?” Tanya Zara. Zara berjalan lebih dekat lagi ke dekat Raka, Zara menyenderkan badannya di mobil Raka. “Hmm.. iyaa.. Lo tau aja. Iya, gue nggak nyaman. Takutnya nanti sampai di sana gue malah diem - diem aja. Kan kasian yang lain, udah semangat - semangatnya karaoke gue malah diem kayak orang bego terus malah ngerusak suasana.” Jelas Raka. “Tapi kalau Lo nggak nyoba, lo bakalan tetap ada di zona nyaman Lo, yaitu sendirian dan nggak berani nunjukin sifat asli Lo. Yah maksud gue nggak jaim gitu.” Kata Zara. “Iya gue tau.. gue masih belum bisa buat bergabung lebih intens lagi.” Ucap Raka yang juga mulai menyenderkan badannya di mobilnya. “Iyaa.. pelan - pelan aja Raka. Semuanya emang nggak mudah, tapi gue yakin Lo pasti bisa buat lebih terbuka lagi.” Ujar Zara sambil melemparkan senyuman di wajah cantiknya. “Iya makasih yah Zara.” Ucap Raka. “Nggak.. gue nggak ngelakuin apa - apa kok, jadi Lo nggak usah makasih sama gue.” Kata Zara. Andika, Ardya, Prilly dan juga Bella keluar dari restoran, dari kejauhan mereka melihat Zara dan Raka yang sedang berbincang - bincang sangat akrabnya, mereka menghentikan langkahnya sampai Zara dan Raka selesai berbicara. “Eh eh lihat deh Raka sama Zara.. bener - bener kelihatan akrab banget.” Ucap Bella sambil menunjuk Zara dan Raka . “Iya yahh.. padahal dari ceritanya Andika dulu Zara dan Raka sempat marahan gitu.” Ucap Prilly. “Bukan marahan, tapi Rakanya aja yang marah sama Zara, kalau Zara mah fine - fine aja. Dan dia juga nggak ada dendam kok sama Raka.” Kata Andika. “Iyaa iyaa sama aja kan, mereka pernah marahan.” “Kok bisa yah Raka langsung berubah kayak gitu, padahal juga katanya dia marah banget sama Zara. Kok bisa langsung kelihatan akrab banget, dibandingkan kita - kita ini yang tiap hari mungkin bertatapan muka sama Raka.” Kata Ardya sambil merangkul Prilly. “Jodoh kali.” Seru Prilly. “Iya juga yahh.. eh eh gimana kalau kita taruhan, Raka sama Zara akan jadian dalam waktu dekat ini.” Kata Bella. “Jangan ah, nanti Zara sama Raka tau gimana. Nanti mereka berdua marah lagi sama kita.” Kata Prilly “Ihh inikan bukan taruhan yang gimana - gimana, nggak ada yang jadi korban juga kan. Ini cuma taruhan butuh waktu berapa lama mereka berdua akan jadian. Siapa yang jawabannya paling mendekati itu yang akan menang. Terus kita - kita yang kalah traktir makan yang menang selama seminggu, gimana?” Tanya Bella. “Hmm kalau kayak gitu sih gue setuju deh.” Ujar Prilly. “Lo Ardya? Andika? Setuju nggak?” Tanya Bella menatap Ardya dan juga Andika. “Boleh sih.. iya deh gue setuju.” Kata Andika. “Gue sih ikut Prilly aja, iya nggak sayang?” Kata Ardya menundukkan kepalanya di kepala Prilly. “Ihh dasar bucin Lo.” Seru Bella. “Biarin.. nanti Lo juga bakal ngerasain ngebucinin orang kalau Lo udah temuin jodoh Lo juga. Hahahah.” Kata Ardya. “Hmm.. serah Lo deh yahh. Jadi gimana - gimana? Apa nih jawaban kalian? Berapa lama waktu yang mereka berdua butuhkan untuk jadian?” Tanya Bella dengan sangat semangat. “Kalau gue sih mungkin satu lagi atau bisa lebih.” Jawab Andika yang terus memperhatikan Raka dan juga Zara. “Hmm.. kalau gue mungkin dua minggu lagi.” Kata Prilly. “Lo Ardya?” Tanya Bella. “Hmm.. kalau gue.. dua bulan lagi mungkin.” Jawab Ardya. “Payah nih. Nggak ada yang cepet. Kalau gue, gue yakin seminggu lagi Raka dan Zara akan jadian. Yakin seratus persen gue haahah.” Ujar Bella. “Cepet banget hahaha.. udah otomatis Lo kalah deh Bella. Yakin Lo nggak mau ngubah jawaban Lo?” Tanya Andika. “Yakin gue, yakin banget malah.” Seru Bella. “Okeyy deh kalau kayak gitu. Kita kunci semua jawabannya.” Kata Prilly. “Okeeyy asyikk hahaha.” Seru Bella. “Eh tapi kayaknya kita udah kelamaan deh menunggu Raka sama Zara selesai ngomong. Kita kan mau ke tampat karaoke, nanti keburu malam kan.” Ujar Andika. “Iya nih. Kita kesana aja yuk.” Kata Prilly. Mereka pun berjalan untuk menghampiri Zara dan Raka yang masih asyik ngobrol. “Ehhemmm.. katanya cuma mau berterima kasih, kok lama banget sih berterima kasihnya.” Ujar Bella menggoda Zara. “Eh iya aduh maaf yah. Kita kan mau ke tempat karaoke. Yuk yuk.” Ucap Zara langsung menegakkan badannya karena kaget. “Hahah santai.. ngomongin apaan sih emangnya? Kok kelihatannya seru banget.” Kata Ardya. “Nggak ada yang penting kok, iyakan Raka?” Kata Zara memberikan kode ke Raka. “Iya nggak ada apa - apa kok.” Jawab Raka. “Iya - iya kita percaya kok. Ya udah jalan yuk, nanti keburu makin malam lagi.” Ujar Prilly. “Yuk - yuk.. bye Raka, hati - hati di jalan yah.” Seru Zara sambil berjalan mendekati Prilly. “Hati - hati Lo baliknya.” Kata Andika ke Raka. Raka hanya tersenyum. Saat Andika, Ardya, Prilly dan juga Bella berjalan menuju mobilnya. Raka memanggil mereka kembali. “Ehh tunggu.. gue ikut sama kalian deh.” Teriak Raka. Semunya berbalik dan tercengang mendengar ucapan Raka. “Hah? Kok tiba - tiba sih? Kenapa? Katanya banyak kerjaan?” Ucap Ardya. “Nggak papa sih.. kan kerjaannya masih bisa di kerjakan besok. Lagian gue punya banyak karyawan yang bisa gue suruh kalau pun itu nggak selesai. Dan ada Lo juga kan Ardya. Apalagi Andika yang sangat tau apa yang harus di kerjakan di kantor.” Kata Raka tersenyum. “Wahh buset nih orang hahah mentang - mentang.” Seru Andika. “Iya nih pak bos ya udah kalau gitu karena Lo mau ikut, Lo aja yah yang traktir hahaha.” Seru Bella. Wahh nih anak mau lolos hahahah.” Seru Andika. “Iya dong, kan bos kita yang keren ini mau ikut, dan kapan lagi kita ditraktir bos kalau bukan saat - saat seperti ini.” Ujar Bella lalu melipat kedua tangannya dan tertawa. “Iya deh iyaa.. biar gue yang traktir kalian. Yang penting gue nggak ikut nyanyi yah, kalian aja yang nyanyi.” Ujar Raka. “Aduh - aduh ntar di sana kita atur deh yahh, nanti keburu malam, dan sisa waktu kita nggak banyak. Kalau lama baliknya, bisa - bisa kita besok telat ke kantor, terus gaji kita di potong, iya kan pak bos? Hahahah.” Kata Prilly yang sudah mulai gemas dengan semuanya karena terlalu lama berbicara. “iya lahh.. kan semuanya juga di catat sama Lo.” Kata Raka membalas Prilly. “Waduh iya juga yahh.. kan gue yang harus paling di siplin hahahah, parah nih gue.” Ujar Prilly. “Hahahah.. ya udah yuk berangkat.” Ujar Zara.   ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN