Chapter 106

1788 Kata
Di dalam lift Andika, Ardya dan Bella memberi selamat kepada Raka dan juga Zara. Zara sangat senang karena telah di berikan surprise yang tidak dia sangka sama sekali. “Ciee Zaraa.. wajah Lo masih merah tuh.” Seru Ardya. “Hahah namanya juga orang lagi senang, aku benar - benar bersyukur untuk hari ini. Raka makasih yahh karena kamu sudah memberikan hadiah special lagi buat aku, sedangkan aku sendiri belum pernah memberikan kamu apa - apa.” Ucap Zara. “Lohh kok ngomongnya kayak gitu. Seakan - akan aku ngelakuin ini karena pengen di balas sama kamu. Nggak yahh Zara , kamu sudah ada di hidupku aja itu udah cukup.” Kata Raka lalu merangkul Zara. “Aduuhh kayaknya kita cepet - cepet keluar aja deh, kita udah jadi obat nyamuk nih di sini.” Kata Raka. “Iya nih hahah yuk cepetan keluar. dunia ini serasa milik mereka berdua.” Ucap Bella. “Hahahah ayo guyss kita keluar.” Seru Andik yang berada di dekat pintu lift. Zara dan Raka juga keluar sambil tertawa. “Ohh iyaa Zara.. kita pulang bareng aja yah, mobil kamu nanti minta tolong sama Pak Satpam untuk di bawa pulang. “hmm.. ya udah kamu aja yang ngasih kunci mobilku ke pak satpam yah kalau gitu. Aku nggak enak soalnya. “ Kata Zara kemudian membuka tasnya dan mengambil kunci mobil. “Iyaa.. sini biar aku aja.. nggak apa – apa kok.” Raka mengambil kunci mobil Zara dari tangan Zara. “Ehh. Tunggu dulu Raka.. Anak – anak belum ambil barangny di mobil aku.” Seru Zara. “Ohh iyaa titipan gue Zara?” kata Ardya. “Eh Iya Ardya.. Sebagian ada sama Andika yahh.. titipan Prily sam Bella aja yang banyak di mobil gue.” Jawab Zara. “Okeyy Zara.. habis ini kita turun bareng aja.” Kata Ardya. “Zara kalau gitu aku siap – siap dulu yahh.. ambil barang – barang aku dulu di dalam.” Kata Raka lalu membuka pintu ruangannya. Zara juga sibuk merapikan mejanya, dan mengambil semua barang – barangnya untuk di masukkan ke dalam tas. “Zaraa.. titipan gue hampir aja gue lupa.” Kata Bella. “Iyaa nihh gue juga hampir lupa.. mana mobil gue mau di bawa pulang sama Pak Satpam.” Ujar Zara. “ohh.. Lo balik sama Raka ?” Tanya Bella. “Iya nihh.. sekalian aja kan.” Jawab Zara. “Ohh iyaa lebih baik berdua daripada sendiri.” Kata Bella sambil tertawa. “Idiihh apaan Lo.. Lo aja juga pulang sendiri.” Seru Ardya. “eitttsss jangan salah. Gue udah nggak sendiri lagi tau nggak. Sok tau banget sih hahahah.” Seru Bella. Raka keluar dari ruangannya sambil membawa tas kecilnya. “Lo udah jadian sama Kak Julian?? Kakak gue?” Tanya Zara. “Belum sih.. hahaha.” Jawab Bella. “Yahh kirain udah jadian. Terus maksud Lo nggak sendirian?” Tanya Ardya. “Yahh gue emang belum jadian.. tapi gue mau di jemput sama kak Julian hari ini. Hahaha.” Jawab Bella. “Dihh hahahah.. gue kirain. Baru juga mau di jemput udah seneng Lo.” Kata Ardya. “Yeehh biarinn.. yang penting nggak sendiriankan baliknya hahaha. Nggak apa – apa kan Zara kalau gue di jemput sama kakak Lo?” Tanya Bella. “ah? Hahhah ya nggak apa – apa lahh.. kenapa juga? Emangnya ada yang salah?” Tanya Zara kembali. “Maksudnya Bella tuhh.. kan biasanya ada tuh adik perempuan yang nggak suka kalau kakak cowoknya kerjaannya antar – jemput cewek, karena nanti di kira hanya di manfaatkan sebagai tukang ojek. Bener begitukan Bella?” Tanya Raka. “Nahh.. iyaa bener. Itu maksud gue Zara. Gue nggak ada maksud kayak gitu yahh Zara.. gue bener – bener suka sama kakak Lo. Kak Julian.. gue nggak ada maksud buat jadiin dia supir gue ataubahasa kasarnya tukang ojek gue.” Jelas Bella. “Ya ampun.. Lo kira gue masih bocah sekolah menengah atas apa? Ya nggak lahh.. gue tuhh sama skelai nggak pernah kepirikan soal yang seperti itu tau nggak. Terus ngapaian juga gue berfikiran seperti itu? Gue kan udah kenal sama Lo dan kita udah deket banget, dan gue sendirikan yang kenalin Lo sama kakak gue. Jadi tenang aja dehh, gue nggak berfikiran sepert itu. Yang penting tuhh kalian sama – sama bahagia. Terus kalau kakak gue lama menyatakan perasaannya sama Lo, kasih tau gue.. gue yang akan desak dia supaya cepat – cepat untuk nembak Lo.” Kata Zara. “Ahhhh Zaraaa… Positif Vibes banget sihhh.. makasih yaah Zaraa..” Tidak lama ponsel Bella berdering. “Ehh Kak Julian udah di bawah deh kayaknya.. Kita turun sekarang aja yahh.” Kata Bella sambil memperhatikan ponselnya. “Ohh iyaa ayukkk..” Kata Zara lalu mengangkat tasnya. Raka dan Ardya juga ikut di belakang Zara dan Bella. Di depan lift sudah ada Andika dan beberapa karyawan lainnya yang menunggu Lift terbuka. Saat Raka datang orang – orang yang dari tadi menunggu lift terbuka di depan lift menjauh dari lift dan mempersilahkan Raka lewat. “Ehhh.. kenapa? Nggak apa – apa kita bareng – bareng aja semua. Muatkan ini?” Tanya Raka. “Iyaa muat kok Raka.. Udahh yang lain bareng aja nggak apa – apa. Pak Raka sudah bilang nggak apa – apa kan.” Kata Andika. “nggak apa – apa Pak.. kalian duluan saja..” “Iyaa Pak biar kami tunggu lift yang di sebelah saja.” Kata salah seorang karyawan. “Eisshh nggak apa – apa.. ayo masuk.” Kata Raka lalu mempersilahkan karyawan – karyawn tersebut untuk masuk ke dalam lift dan bergabung bersama mereka. Rasa deg – degan campur senang yang di rasakan oleh karyawan – karyawan Raka. Karena baru kali ini satu lift dengan Raka. Suasana kantor benar – benar berubah menjadi lebih bersahabat semenjak kedatangan Zara. “Kenapa Lo Bell? Kok Kayak orang kesurupan gitu deh. ” Ujar Andika yang melihat Bella terus – terusan tersenyum. “Hah? Memangnya gue kenapa?” Tanya Bella menahan senyumannya. “Nah nahh.. itu itu tuhh. Dari tadi Lo senyum – senyum nggak jelas gitu tau. Mulai dari pas nunggu lift sampai sekarang nih. Kita udah mau sampai di bawah. Lo masih senyum – senyum nggak jelas gitu.” Ujar Andika. “hahahha.. dia lagi senang banget itu.. diam au di jemput sama calon kekasih barunya.” Ujar Ardya yang keluar duluan dari lift karena dia yang berada di depan. “Ya ampun gue kirain Lo kesurupan tau nggak. Serem banget sih hahaha.” Seru Andika. “Sialan Lo. Lo sirik kan sama gue. Huuu gue udah ada yang jemput. Lo masih sendiri, kasian deh Andika.” Kata Bella. “hahaha biarin aja gue masih sendiri. Gue sendiri karena gue yang malas tauu nyari – nyari pacar. Ribet.” Semua karyawan yang berada di dalam satu lift tadi ikut tertawa mendengar percakapan Andika dan Bella. “Permisi yahh Pak Raka.. kami pamit pulang.” Kata Salah seorang karyawan. “Permisi Pak Raka..” “iyaa hati – hati di jalan semuanya.” Balas Raka. Zara tersenyum melihat perubahan Raka yang benar – benar sangat positif dan sangat ramah terhadap karyawan – karyawannya. “Sayangg..” seru Prilly sambil mendekati Ardya. “Ehmm.. mumpung semua masih di sini. Bagaimana kalau kita makan malam dulu. Biar gue yang traktir kalian.” Ucap Raka. “ Wah enaknya kalau setiap hari di traktir Raka makan malam.” Seru Prilly. “iya yahh.. hahaha kita jadi sering makan malam gratis nih.” Ucap Andika. “ini tanda terima kasih gue karena kalian juga gue bisa seperti ini, bersikap lebih baik dengan orang – orang di sekitar gue.” Ucap Raka. “Sama – sama Rakaaa.” Seru Ardya. “Yahh gue nggak bisa ikut dong. Gue kan di jemput sama kak Julian.” Ucap Bella. “Lohh kenapa nggak ikut? Kak Julian di ajak aja. Dia pasti mau kok, lagian ada Zara juga.” Ucap Raka. “Iyaa Bella.. Lo ikut aja yahh, atau Lo mau gue yang ngomong sama kak Julian?” Tanya Zara. “ehmm boleh dehh.. yukk kita keluar dulu.” Ucap bella lalu memegang tangan Zara. Zara dan Bella menghampiri Julian yang menunggu di dalam mobilnya di parkiran. “Eheemmm.. eheemm.. ngapain Lo di kantor gue?” Tanya Zara sambil senyum – senyum dan membuat Julian kaget. “Hhahaha.. sudah gue duga pasti Lo bakal keluar juga. Gue mau jemput Bella dong pastinya. “ Ucap Julian dengan santainya. “Wahh adik sendiri nggak pernah di jemput, tapi cewek lain di jemput. Malangnya nasib gue.” Ucap Zara. “Hahaha.. apaan sih Lo.. Lo kan bawa mobil sendiri, dan Lo emang paling anti kalau di antar jemput sama gue. Maunya sama Papa atau paling nggak mama.” Ujar Julian. “hahah.. iyaa bercanda gue. Ini kita mau makan dulu sama yang lain. Sama temen – temen gue yang lain maksudnya, Lo ikut dulu nggak apa – apa kan?” Tanya Zara yang berdiri di samping mobil Julian. “Ohh.. sama temen – temen kantor Lo? Atau gimana?” “iyaa sama temen – temen kantor gue. Sama mereka – mereka itu tuhh.. Cuma itu kok. Mau yah? Biar Lo makin akrab juga sama temen – temen gue, kan temen – temen gue temen – temennya Bella juga.” Ucap Zara. “Ohh.. boleh dehh kalau Cuma mereka. Gue kirain banyak, gue kan nggak enak kalau harus ikut – ikut sama kalian kalau banyak.” Ujar Julian. “Yess okeyyy.. Bell Lo masuk gihh, gue bareng sama Raka.” Kata Zara. “Ehh.. tapi makan di mana?” Tanya Bella. “Lo ikutin mobilnya Raka aja, gue juga belum tau mau makan di mana.” Jawab Zara. “Ohh ya udah deh.. kita tunggu kalian berangkat dulu.” Ucap Bella. “Okeyy kalau gitu gue ke sana yahh.” Kata Zara sambil menunjuk mobil Raka. “Okeyy..” “Hati – hati Lo bawa temen gue tuh.” Seru Zara Ke Julian. “Iyaa baweeelll !!! udah sana.” Seru Julian. Zara pun berlari ke mobil Raka, yang dimana mobil Andika, dan mobil Ardya juga terparkir di samping – sampingnya. “Gimana? Kak Julian mau ikut kan?” Tanya Raka. “Iyaa mau kok.” Jawab Zara. “Nahh tuh kann.. Kakaknya Zara ikut, Lo nggak mau nyari temen dulu di dalam Andika? Siapa tau aja masih ada yang belum pulang. Kasian banget sih kalau Lo sendirian gini.” Ujar Prilly. “hahah Apaan sihh. Gue nggak mau gilaa, masa iyaa gue random manggil temen di dalam sih, terus kalau sampai di restoran mau ngapain? Ogah banget gue, bakalan canggung banget pasti. Udahh dehh nggak sudah macem – macem, yuk berangkat sekarang aja. Jalanan belum macet kalau jam segini.” Ujar Andika. Andika lalu berjalan mendekati mobilnya. ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN