“Bener tuhh.. jalan sekarang aja yuk. Jangan di gangguin terus Andika, kasian tuh hahah mukanya jadi makin malang gitu.” Ucap Raka.
“Iyaa jangan di ganggui lagi sayang.. yuk masuk mobil yuk.” Ucap Ardya.
Jalanan di kota Bandung belum terlalu macet sore itu, Raka ingin mengajak teman – temannya di salah satu restoran tempat favoritnya makan bersama dengan Rivka dan Eyang Lili dulu.
“Kita mau makan di mana Raka? Aku nyuruh kak Julian buat ngikutin mobil kamu aja nih. Tadi dia bertanya sama aku, tapi aku juga belum tau kita mau makan di mana.” Kata Zara yang duduk di samping Raka.
“Ohh.. iyaa.. aduh aku jadi nggak enak sama Kak Julian, malah di suruh ikutin mobil aja. Tapi kita udah hampir sampai kok. Nahh itu dia di depan.” Ucap Raka.
Raka membawa teman – temannya makan malam di salah satu restoran yang terkenal di Bandung, yang mempunyai pemandangan yang sangat cantik, makan di lantai atas kita bisa melihat indahnya kota bandung dan kalau memilih makan di lantai dasar kita bisa makan di pinggir kolam renang yang suasananya sangat cantik kalau malam.
“Zara turun yuuk.” Kata Raka. Raka melihat Zara memandangi restoran tersebut dengan wajah yang sangat excited, tanpa berkedip.
“Zaraaa.. heii.. ayo turun.. semuanya udah nungguin tuh di depan.” Ucap Raka yang memegang dengan lemut tangan Zara.
“Ehh.. ahh.. iyaa...” Ujar Zara.
“Kamu kenapa?” Tanya Raka.
“Hahha.. aduhh kok aku jadi kampungan gini sih.. Aku nggak nyangka ada restoran sebagus ini Raka. Ya ampun aku baru pertama kali ke sini Lo, semenjak aku pindah di bandung.” Kata Zara sambil menatap Raka.
“Hahah.. lucu banget sih kamu kalau lagi excited kayak gini.” Kata Raka sambil mengelus lembut rambut Zara.
“Nanti aku bawa kamu keliling bandung deh, aku kasih liat kamu restoran ataupun café yang terkenal di bandung. Okeyy.” Sambung Raka.
“Bener Lo yahh, aku keep nih yahh janji kamu.” Ucap Zara.
“Iyaaa.. keep ajaa. Hahah.” Ucap Raka sambil memegang tangan Zara.
Tok tokk tokk (Suara ketukan jendela mobil Raka)
“Hellooww lama banget sih turunnya.” Kata Prilly yang mengetuk jendela mobil Raka.
“Ehh hahah,, iyaa – iyaa kita udah mau turun nih.” Kata Zara sambil membuka pintu mobil Raka dengan cepat karena kaget.
“Lama banget sih hahah.. gue udah laper nih.” Ucap Prilly sambil berjalan masuk ke dalam restoran.
“hhahha sorry – sorry gue tuh tadi sempet bengong gitu liat Cafenya dari luar, Raka sampai ngetawain gue.” Kata Zara yang juga ikut masuk ke dalam restoran tanoa menunggu Raka yang masih di belakang bersama yang lainnya.
“Hah? Kenapa emangnya Lo sampai bengong gitu?” Tanya Prilly.
“gue nggak tau ternyata ada restoran sebagus ini di Bandung, gue baru pertama kali kesini tau.” Jawab Zara.
“Apa Zaraa? Lo baru pertama kali kesini? Seru Bella yang juga menyusul di belakang Zara dan juga Prilly.
“Bellaaa !!!! sssstttt jangan berisik gitu dong, tuhh orang – orang pada balik ngeliatin kita tuh.” Ucap Zara.
“Hahha.. sorry – sorry gue kaget soalnya karena tadi Lo bilang kalau Lo baru pertama kali ke sini. Padahal kan Lo udah tinggal di bandung udah lama banget kan yahh? Lo ngapain aja selama ini?” Tanya Bella.
“Hhaha.. sialann.. kita duduk di sini aja yuk, bagus dekat kolam renang. “ Kata Zara lalu menarik kursi di depannya dan di sebelahnya.
“Raka duduk di sini.” Kata Zara ke Raka.
“Cepet banget sih jalannnya…” Ujar Raka.
“ aku tuh semangat banget kalau liat ginian. Sumpah berasa banget sih kampungan aku di sini. Hhahaha.. jangan pada ngetawain gue yahh.. Gue benar – benar baru liat restoran yang viewnya keren kayak gini.” Kata Zara.
“Iyaa Zara.. kita mengerti kok. Sekarang liat aja tuh viewnya sepuas Lo.. foto – foto juga boleh deh sepuas Lo.” Ujar Prilly.
“Silahkan.. mau pesan apa? Bisa – di lihat – lihat dulu yahh menunya.” Kata seorang pelayan yang baru saja datang menghampiri meja mereka.
“oh iyaa Mbaa.. kami liah “Okee Mbaa.. kita lihat - lihat menunya dulu yahh. Nanti kalau udah selesai kita panggil Mba kembali.” Kata Ardya.
“Siap Mas.. saya permisi yah.” Kata pelayan restoran.
“Iyaa Mbaa..” kata Ardya.
Satu persatu memilih makanan yang akan mereka nikmati malam itu. Julian juga tidak tampak canggung karena sebelumnya sudah bertemu dengan teman - teman Zara saat Zara masuk rumah sakit.
“Kak Julian dari tadi baru pulang kantor langsung jemput Bella yahh?” Tanya Raka mencoba membuak percakapan.
“ ah iyaa.. saya dari kantor langsung ke kantor kamu menjemput Bella .” Kata Julian.
“Kak Julian udah kenal sama kita semua kan? Nggak lupa nama kita?” Tanya Ardya.
“Ya enggak lahh.. gue masih ingat sama kalian. Gimana mungkin gue lupa kalau tiap hari Si Zara pulang pasti cerita tentang harinya di rumah, jadi selalu terbayang - bayang juga sama kalian hahaha.” Jawab Julian.
“Hah? Beneran? Ya Ampun Zara Lo kayak anak sekolah yahh yang kalau pulang sekolah tuh pasti cerita sama mama dan papanya tentang harinya di sekolah.” Kata Prilly.
“Hahah.. bukannya gitu. Kami sekeluarga emang gitu dari dulu, mama dan papa gue juga seperti itu. Kita kalau sudah sampai di rumah pasti menceritakan tentang bagaimana hari kita hari ini. Tapi emang sih, kebanyakan gue yang curhat mulu hahah.” Jelas Zara.
“Berarti kak Julian juga kayak gitu dong?” Tanya Bella lalu melirik Julian.
“Ohh iyaa dong pastinya.. dan akhir - akhir ini yang sering dia cerita yah kamu Bell.” Ucap Zara dengan santainya.
“Zaraaa !!! Kenapa di kasih tau.” Seru Julian.
“Ehh hahahaha.. sorry.. tapi nggak apa - apa juga kali, biar Bella tau kalau Lo sesuka itu sama Dia.” Ucap Zara sambil tersenyum lebar .”
“Cieee cieee Bellaaaa.” Seru Ardya.
“Ahh.. kayaknya tadi pertanyaan gue salah deh hahah.” Kata Bella yang sudah tersipu malu.
“Hahahah.. nggak ada yang salah kali Bella.. nggak apa - apa kan kak Julian ku yang ganteng?” Tanya Zara. Zara lagi - lagi mengganggu kakaknya.
“Iyaa dehh Iyaaa… kan memang guenya lagi deket sama Bella, masa iya gue deket sama Bella, terus cerita cewek yang lain sih.” Kata Julian.
“Nahh bener tuh kata kak Julian.” Seru Andika.
“Lahh.. Apanya yang bener Andika, Lo sendiri mana? Mana pasangan Lo? Hahahah.” Kata Ardya mengejek Andika.
“Gue malas tau.. gue kan udah bilang, lagian emang sekarang nggak ada cewek yang lagi gue suka. Jadi yahh males aja nyari - nyari l. Nanti juga bakalan datang sendiri kok.” Kata Andika.
Tidak lama pelayan yang tadi datang kembali untuk menayakan pesanan di meja Raka.
“Permisi.. apakah pesanan mas - mas dan Mba - mbanya sudah di pilih?” Tanya pelayan.
“Ohh iyaa Mbaa udah kok.” Kata Raka sambil memberikan kembali buku menu yang tadi di simpan oleh pelayan.
“Okeyy semua pesanannya sudah di masukkan ke dalam program kami yahh. Makanannya kurang lebih lima belas menit. Sambil menunggu makanannya kalian boleh foto - foto dulu, kalau butuh orang untuk fotoin bisa panggil salah satu teman saya yang berdiri di sana.” Kata pelayan sambil menunjuk temannya yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
“Ohh .. oke Mbaa.. terima kasih banyak yahh.” Kata Prilly.
“Makasih Mba.” Ujar Zara juga.
“Ehh gimana kalau kita foto - foto? Seperti apa yang di bilang pelayan tadi.
“Okehh boleh tuh.” Kata Bella.
“ kita Foto di sini aja dulu kali yah?” Tanya Prilly.
“Iya.. foto bareng - bareng di sini dulu.” KAta Zara lalu mengambil posisi dekat dengan Raka.
“Yahah kasian Andika yang duduk di tengah - tengah tanpa pasangan.” Seru Ardya lalu menoleh ke Andika.
“Huussshh.. udahh yahh.. jangan ganggui gue lagi. Dari tadi Lo nyari - nyari terus pasangan gue. Udah di bilang malas nyari cewek, malas pacaran - pacaran. Gue tuh mau langsung nikah, jadi kalau ada yang mau gue ajak serius, dan cocok sama gue baru deh Lo liat pasangan gue.” Jelas Andika.
“Widihh.. salut deh sama Andika, udah mau langsung nikah aja nih.” Ucap Bella.
“Hahaha iya deh iyaa. Gue bercanda kok, gue panggil pelayan dulu yah buat fotoin kita.” Kata Ardya lalu berdiri dari kursinya.
Ardya pun berjalan sedikit dan memanggil pelayan restoran untuk memotret kebersamaan mereka.
“Satu dua tigaaa.” Suara jepretan kamera terdengar beberapa kali, dan hasil fotondari pelayan tersebut benar - benar sangat bagus.
“Wahh bagus banget hasilnya, masnya fotografer yah?” Tanya Zara sambil melihat hasil foto - foto dari pelayan.
“Ah.. bukan kok Mba.. saya hanya keseringan di minta tolongin sama pengunjung buat foto, makanya mungkin hasilnya semakin hari semakin bagus. Dan sekarang juga tugas saya yah untuk memotret pengunjung - pengunjung yang ingin berfoto di restoran ini.” Jelas Pelayan.
“Waaahhh.. Mas keren banget sih.