Chapter 33

1059 Kata
Zara dan Ibu Fara keluar dari ruangan Raka. Dan mesih berdiri di depan pintu ruangan Raka.  “Tanteee !!!” Teriak Ardya.  “Hei Nak.. kamu Ardya kan? Wahh sudah lama sekali kita tidak bertemu yah? Kamu makin ganteng aja. Ternyata kamu juga bekerja di sini?” Kata Ibu Fara.  “Hehe makasih tante. Aku emang cakep dari dulu kan? Heheh.” Seru Ardya.  “Bukan cuma aku yang kerja di sini tante, tapi ada Bella sama Prilly juga. Tapi mungkin kalau Andika tante udah tau kan?” “Dihh kepedean.” Seru Zara sambil tertawa.  “Oohh yahh? Wahh ramai dong.” Ucap Ibu fara.  “Iya tante saking ramainya, Ardya sama Prilly pacaran tante.” Ujar Zara.  “Waahhh.. selamat yahh.. ya ampun tante nggak nyangka kalian bisa ketemu lagi.” Ucap ibu Fara. “Hahaha iya tante.. ehh by the way tante udah mau balik? Kok ceper banget.” tanya Ardya.  “Si macan udah nyuruh tante pulang. Katanya dia sibuk, mau mengurus meeting besok. Padahal kan udah ada gue yang mengurus semuanya.” Kata Zara.  “Hahaha nggak papa nak Zara, tante udah bersyukur bisa ketemu dia. Biasanya tante hanya di loby dan habis itu pulang tanpa ketemu dia.” Ujar Ibu Fara.  “Hmm.. iya tante.. yuk zara antar turun.” Ucap Zara.  “Ardya tante permisi dulu yahh, sehat - sehat yah kamu. Salam sama Bella dan Prilly. Ujar ibu Fara.  “Siap tanteee.. tante juga sehat - sehat, lain kali mampir lagi yah tante.” Ujar Ardya.  “Iyaaa.. sampai jumpa Ardya.” Ucap ibu Fara sambil melambaikan tangannya ke Ardya.  “Gue turun dulu yah Ardya.” Seru Zara.  “Iyaaa.”  Zara mengantar Ibu Fara turun untuk pulang.  “Zara makasih yahh.” Ucap Ibu Fara di dalam lift.  “Makasih? Makasih untuk apa tante?” Ucap Zara.  “Hmm tadi Raka sempat bilang kalau bukan karena kamu yang bilang kalau tante sudah datang jauh - jauh dan Raka harus ketemu sama tante. Makanya Raka jadi ingin ketemu sama tante karena ucapan kamu.” Jelas Ibu Fara.  “Ihh nggak lah tante.. aku tadi cuma nggak mau dia suruh bohong aja. Masa dia nyuruh aku bohong sih tante, aku kan nggak mau. Dosa. Iya kan tante.” Ucap Zara.  “Hahahaha.. iya sayang, kamu memang anak yang baik.”  Zara dan ibu Fara keluar dari lift sambil tertawa, dan itu di lihat oleh Alia. Alia memberi tahu tekan kerjanya yang berada di sampingnya untuk melihat Zara dan juga Ibu Fara karena mereka tampak begitu akrab. Alia sampai memotret dan memasukkan foto Zara dan juga Ibu Fara yang tampak sangat akrab.  Seisi grup mulai membicarakan Zara. Alia berinisiatif untuk menyapa Ibu Fara, Alia segera berlari keluar dari meja Loby.  “Tantee.. tante udah mau pulang?” Tanya Alia dengan memberikan senyuman manisnya ke Ibu Fara.  “Ohh iya sayang.. makasih yah tadi kamu sudah mengantar tante.” Ucap Ibu Fara.  “Ohh nggak papa tante, itu emang tugas saya kok. Ehmm kenalin tante, nama aku Alia Syafana Putri. Tante bisa manggil aku Alia. Aku sudah sama bekerja di sini tante, dan udah tau banyak tentang Pak Raka. Hehe.” Ucap Alia panjang lebar.  “Ohh hehe iya sayang, salam kenal yah Alia.” Ucap Ibu Fara dan sesekali melihat ke Zara.  “Iya tante.. ehmm tante kapan - kapan kita makan bareng yuk. Ada restoran seafood di dekat kantor yang enak banget.” Ucap Alia.  Zara yang merasa kalau Ibu Fara mulai tidak nyaman, mencoba untuk menghentikan Alia berbicara.  “Ehmm maaf yahh Mba Alia. Mamanya Pak Raka sudah harus pulang. Dan saya juga harus segera naik kembali. Jadi kami permisi dulu yah.” Ucap Zara sambil merangkul Ibu Fara.  “Iyaa permisi yah Alia, tante harus pergi.” Ucap Ibu Fara.  “Ohh hah? Iya tante. See you tante.” Ucap Alia.  Zara mengantar Ibu Fara keluar dari kantor, sambil tertawa.  “Dia emang banyak ngomong yah Zar?” Tanya Ibu Fara.  “Hahah.. aku nggak tau juga tante, aku juga baru ngomong sama dia baru juga hari ini. Biasanya aku cuma menyapa doang kalau baru datang.” Jawab zara.  “Untung kamu tau kalau tante udah nggak nyaman, tante tuh orangnya nggak enakan kalau ada yang ngomong sama tante. Tante nggak tau gimana cara mengakhiri pembicaraan.” Ucap Ibu Fara.  “Hahhaah iya tante. Kan tante yang memberi aku kode tadi haha, tante sampai menatap aku sampai beberapa kali.” Ucap Zara sambil tertawa.  “Hahha tapi anak itu lucu juga sih, tante jadi nggak enak.” Seru Ibu Fara sambil mencari kunci mobilnya.  “Nggak papa kok tante, dia juga pasti mengerti kalau tante sudah harus pulang.” Ucap Zara.  “Ya sudah kalau begitu tante pulang dulu yah nak. Ehh tante hampir lupa, besok kan kamu berangkat ke Bali sama Raka, tante mau bitip sesuatu yah untuk di kasih ke Raka.” Ucap Ibu Fara sambil menyalakan mobilnya.  “Ohh oke siap tante. Ntar malam aku ke rumah tante  deh yah.” Ucap Zara. “Iyaa nggak usah buru - buru, atau biar tante aja yang ke rumah kamu.” Ucap Ibu Fara.  “Iya tante, liat ntar yahh kalau aku udah pulang kantor.” Ucap Zara.  “Iya sayang.. kalau begitu tante pulang dulu yah, sekali lagi makasih banyak yah Nak.” Ucap Ibu Fara.  “Iya tante, tante hati - hati yahh.” Ucap Zara lagi.  Lagi - lagi Raka memperhatikan Zara dari jendela kantornya yang sudah mengantar Mamanya ke Parkiran.  “Kenapa sih dia sampai peduli kayak gitu.” Gumam Raka sambil melihat Zara di bawah.  Zara kembali masuk ke dalam kantor, dan di situ Alia sudah menunggunya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.  “Ehmm.. Mba Zara bisa ngomong sebentar nggak?” Tanya Alia dengan wajah yang kesal. “Aduh apa lagi sih ini.” Tanya Zara dalam hatinya.  “Maaf mba, tapi saya sudah harus kembali. Pak Raka, sudah nyariin saya. Saya sudah terlalu lama di bawah. Dan sebentar lagi jam pulang.” Ucap Zara. Zara ingin menghindar dari Alia karena Zara tidak mau menjawab pertanyaan terakhir dari Alia.  “Sebentar saja Mba Zara.” Kata Alia lagi.  “Mba Alia tau kan gimana sifatnya Pak Raka, kalau sampai dia marah parah banget kan? Saya nggak mau sampai di marahin sama Pak Raka.”  Zara sudah mulai kesal dengan Alia. ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN