Chapter 13

1278 Kata
- Kantor - Zara memasuki kantor dengan senyuman indah di wajahnya. Meskipun kakinya masih sakit dan masih susah untuk berjalan Zara tetap masuk kantor. Zara naik ke lift yang lumayan banyak karyawan, dan di tengah - tengah orang itu ada sekumpulan karyawan perempuan yang sedang bergosip tentang dirinya. Ternyata ada seorang karyawan yang kemarin melihat Zara pulang bersama Raka. Seketika Zara deg - degan, tapi dengan kepercayaan diri yang tinggi, Zara berbalik ke belakang dan mencari sumber suara itu. “Ehmm.. maaf yah? Memangnya kenapa kalau saya pulang sama Pak Raka? Kalian siapanya sampai nggak suka seperti itu kalau saya pulang sama Pak Raka? Salah satu di antara kalian nggak ada kan yang pacarnya Pak Raka? Iya kan?” Seru Zara dengan menyilangkan kedua tangannya. Karyawan - karyawan perempuan itu kaget, karena tidak mengetahui kalau Zara ada di dalam lift bersama mereka. Dan tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan dari Zara. “Hadduuhh masih pagi - pagi udah ngegibah aja. Dosa tau nggak. Ckckckckck.” Ucap Zara lalu meninggalkan lift karena ia sudah sampai di lantai ruangannya. Saat lift tersebut sudah jalan lagi Zara menghela nafasnya, dia sangat lega. Zara juga tidak menyangka kalau dia akan berbicara seperti itu. “Hufftt ya Ampun.. takut juga sih gue, nanti gue di kira sombong lagi.” Gumam Zara sambil berjalan masuk menunu ruangannya. “Siapa yang bilang begitu?” Tanya Bella mengagetkan Zara dari belakang. “Ehh Bela.. pagi Bell.. iya nih tadi anak - anak lantai empat ngomongin gue.. mereka nggak tau kalau gue satu lift sama mereka.” Jawab Zara. “Lohh.. kok bisa? Emangnya apa yang mereka omongin?” Tanya Bella lagi. Zara dan Bella berjalan ke ruangan di devisi mereka. “Iya jadi kemarinkan kaki gue ini nih.” Kata Zara menunjuk kakinya. “Terkilir, terus gue pulangnya sama Raka. Dan itu ada yang ngeliat, dan jadi bahan gibah mereka deh pagi - pagi.” Sambung Zara. “Ya ampun.. gitu doang mereka gibahin ckckck.. emangnya salah yah kalau Lo balik sama Raka?” Seru Bella mengernyitkan dahinya. “Salah lahhh.. Raka itu CEO kantor kita yang di puja puji kalangan wanita meskipun sikapnya dingin sedingin es di kutun utara dan Zara adalah sekertaris baru. Wajar aja mereka ngegibah, mereka nggak mau kalau Zara sampai menggoda idola mereka.” Jawab Prilly yang juga baru datang, mendengar obrolan Zara dan Bella. “Hahahaha.. santai aja kali. Nggak usah ngegas gitu. Kaget tau gue”. Ujar Bella. “Ya Maaf hahahah.. gue terbawa suasana.” Seru Prilly sambil memberikan satu kopi cup untuk Zara dan satu kopi cup untuk Bella. “Wahh makasih Prilly.. baik banget sih pagi - pagi.” Ucap Bella. “Gue kan emang selalu baik.” Balas Prilly. “Makasih Prilly.. hmm terus gue salah yah? Gimana dong? Mereka jadi benci gue yah?” Tanya Zara khawatir. “Hahahha.. serius banget sih Lo. Nggak usah di ambil pusing kali, bukan mereka juga kan nge gaji elo, dan bukan mereka juga yang punya nih kantor, jadi Lo santai aja. Terserah mereka mau ngomong apa.” Ujar Prilly sambil meminum kopi di tangannya. “Huuuffftttt gue kira gue salah.. makasih banyak yahh Prilly masukannya.” Kata Zara sambil merangkul Prilly. “Aduh - aduh Lo jangan seneng dulu. Prilly juga suka tau sama Raka.” Bisik Bella ke telinga Zara. “Woii haahah.. jangan di dengerin Zar.. gue tuh cuma kagum sama Raka, hanya sebatas kagum. Nggak lebih kalii.. Gue kagum karena di umurnya yang segini, dia bisa membangun perusahaan sebesar ini sendirian dan di saat keadaannya yang benar - benar terpuruk. Dia pria yang sungat mapan, emang pantas di puja - puja banyak wanita. Udahh, gitu doang kok.” Jelas Prilly sembari menarik kursi yang ada di dekatnya lalu ia duduk. “Beneraannn ???” Ucap Bella sambil mencolek dagu mungil Prilly. “Beneran.. lagian gue juga udah punya pacar kok.” Jawab Prilly sambil tersipu. “Hah? Seriusan? Kok gue nggak tau sihh !!! Siapa pacar Lo ? Tega banget sih Lo nggak ngasih tau gue.” Seru Bella sambil memukul pelan bahu Prilly. Terlihat dari balik pintu, Raka Andika dan Adrya berjalan bersamaan memasukki ruangan kantor. Mereka bertiga tampak bersinar saat jalan bersamaan. “Tuuhh Pacar gue udah dateng.” Kata Prilly melihat ke arah Raka, Andika dan Ardya. “Hah? Raka?” Tanya Zara. “Andika yahh?” Tanya Bella. “Hahahah apasih kalian berdua. Sayaaangggg.” Seru Prilly berjalan ke arah Ardya dan menggandeng tangan Ardya. “Haahhhh?? Kaliaannn !!!! Kapan jadiannyaa? Wahh jahat banget sihhh nggak ngasih tau gue.” Seru Bella. “Kalian pacaran ??? Gue juga nggak di kasih tau Lo Bel.” Ujar Andika sambil melipat tangannya memandang Ardya dan Prilly. “Selamat kalau kalian pacaran, tapi ingat jangan sampai mengganggu pekerjaan.” Ujar Raka lalu pergi meninggalkan keramaian itu. Zara terus memperhatikan Raka, dan saat Raka melihat wajah Zara, Zara langsung memberikan senyuman manisnya. Dan senyuman indah itu di balas dengan Raka, Raka juga memberikan senyuman ke Zara walau hanya sebentar lalu kembali berjalan menuju ruangannya. “Iya Pak Raka.. jangan khawatir..” teriak Ardya. “Isshh tegang banget sih Raka. Masih pagi - pagi juga.” Ucap Prilly melirik Raka. “Hahah sabar yah Prilly.” Ujar Zara sambil menarik nafasnya karena terlalu senang senyumannya di balas oleh Raka. “Mana nihh pajak jadian kalian? Dasar bisa - bisanya nggak bilang - bilang. Dari kapan kalian jadiannya?” Tanya Bella sangat kesal. “Loh itu kan yang Lo minum.. itu pajak jadian gue sama Ardya hahha.” Balas Prilly. “Waahhh.. ngerjain kita nih Zar.. pantesan aja Lo bagi - bagiin minuman tadi, nggak yahh pokoknya kita harus ngerayainnya lagi.” Ucap Bella. “Iya nih.. masa gue juga nggak dapet sih.” Ucap Andika melihat minuman yang ada di tangan Zara, Prilly dan juga Bella. “Nihh.. ada kok.. masa gue ngelupain teman gue yang ganteng ini sih.. nggak mungkin kan.” Kata Zara sambil memberikan satu kopi cup lagi untuk Andika, dan juga memberikan untuk Ardya. “Hahahaha.. iyaa iyaa tenang aja, kita makan malam bareng ntar. Biar gue yang traktir kalian semua, bisa kan ?” Tanya ardya. “Tuhh mau di traktir Ardya.. kalian semua harus bisa, kita rayain ntar malam. Pulang kantor.” Ujar Prilly. “Yeeeyyy asiikkk.. makan - makan.” Seru Bella. Zara hanya tersenyum melihat dan mendengar perbincangan mereka. Zara senang bisa berada di antara orang - orang yang baik. “Zara lo ikut juga kan?” Tanya Prilly. “Oh gue juga di ajak?” “Ya iyalah.. masa nggak sih.. sekarang Lo udah jadi bagian dari kita. Ya itupun kalau Lo mau sih.” Ucap Prilly. “Mau dong gue.. gue seneng banget bisa kenal sama orang seperti kalian. Baik - baik banget.” Ujar Zara. “Uuuhh sayaaangg.” Ucap Bella sambil merangkul Zara. “Raka nggak di ajak?” Tanya Zara. “Haduhh dia pasti nggak bakalan mau. Tapi Lo coba aja ajak dia, sapa tau aja mau.” Ujar Ardya. “Gue coba ntar deh yah.” Ucap Zara sambil melihat ke ruangan Raka. Dan pas saja, Raka keluar dari ruangannya membuat Zara salah tingkah. “Sudah ngobrolnya kalian?” Tanya Raka dengan raut wajah serius. “Ah iya.. ya ampun udah jam segini.” Seru Bella. “Maaf yah Pak Raka.” Kata Bella, Prilly, Zara dan juga Ardya. Sedangkan Andika santai saja, karena dia sudah tau sifat Raka. “Ya sudah ayo meeting.” Kata Raka sambil berjalan ke ruang meeting. Prilly, Bella dan Ardya berlari menuju meja masing - masing untuk mengambil materi meeting. Sedangkan Zara dan Andika yang sudah siap, berjalan mengikuti Raka ke ruang meeting. ====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN