Saat Raka menghubungi ponsel Zara, Ponsel Zara sedang sibuk. Saat itu Zara sedang menjawab telepon dari Andika yang kebetulan menanyakan satu ponselnya yang ketinggalan di mejanya tadi siang.
“Kok nggak di angkat - angkat sih, lagi teleponan sama siapa jam segini.” Tanya Raka pada dirinya sendiri yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
Rak mencoba menghubungi Zara lagi dan akhirnya Zara menjawab teleponnya.
“Halo.. kamu udah sampai?” Kata Zara menjawab teleponnya.
“Iyaa sudah dari tadi malah. Aku udah telepon kamu tiga kali.” Ucap Raka.
“Kok sibuk ponsel kamu? Habis teleponan sama siapa?” Tanya Raka lagi dengan pelan.
“Ohh itu tadi aku lagi teleponan sama Andika.” Raka menjawab dengan santai.
“Andika? Kenapa Andika telepon kamu malam - malam begini?” Tanya Raka.
“Dia nanyain ponselnya yang tadi siang ketinggalan di meja kerja aku.” Jawab Zara.
“Kok nggak di kasih tadi?” Tanya Raka.
“Nahh makanya itu tadi yang kita ketawain berdua, kita sama - sama lupa. Hahah.” Kata Zara sambil tertawa.
Tapi Raka sama sekali tidak ikut tertawa mendengar Zara yang tertawa, hatinya lagi - lagi di buat kesal oleh kedekatan Zara dan Andika.
Raka terdiam beberapa menit. Dan akhirnya Raka memutuskan untuk mengakhiri panggilannya.
“Ya udah kalau gitu.. Bye.” Kata Raka kembudian langsung mematikan sambungan teleponnya.
“Haaahhhhh lagi - lagi dia membahas Andika. Kenapa sih selalu Andika.” Gumam Raka.
Tidak lama kemudian Zara menghubungi Raka kembali. Tapi Raka hanya menatap layar ponselnya tidak menjawab panggilan dari Zara. Zara menghubungi Raka lagi. Akhirnya setelah panggilan ketiga Raka menjawab telepon dari Zara.
“Halo..” kata Raka dengan suara yang sudah tidak bersemangat.
“Halo.. kok di matiin gitu aja? Kamu udah ngantuk banget yah?” Tanya Zara.
“Iyaa.. aku udah ngantuk.” Jawab Raka beralasan.
“Kamu marah yah?” Tanya Zara. Zara sudah mengerti kenapa Raka tiba - tiba mematikan sambungan teleponnya.
“Marah? Kenapa lagi aku marah? Aku ngantuk.. aku capek banget..” Kata Raka.
“Katanya tadi kamu mau kerja? Kok sekarang malam ngantuk.” Kata Zara yang mencoba memperbaiki mood Raka.
“Iya nggak tau .. udah yah.” Kata Raka yang ingin mengakhiri lagi sambungan teleponnya.
“Heii heii heii.. kamu marah kan? Aku tau kamu marah. Bukan kamu bukan marah kamu kesalkan sama aku karena aku tadi teleponan sama Andika terus aku membahasnya lagi sama kamu?” Tanya Zara.
Raka tidak menjawab pertanyaan Zara.
“Rakaa .. aku tau kamu kesal .. maaf yahh, aku kan udah jelasin juga sama kamu kalau aku sama Andika itu nggak ada apa - apa . Aku cuma sukanya sama kamu doang. Nggak ada orang lain yang aku suka, kamu nggak akan pernah tergantikan sama siapapun Raka. Kamu sendiri tau itu kan? Rasanya sudah berapa kali kita membahas ini, tapi kenapa masih saja kamu seperti ini?” Kata Zara.
“Kalau kamu di posisi aku, apa kamu bisa biasa aja kalau terus - terusan melihat pacarnya bercanda gurau dengan cewek lain?” Tanya Raka.
“Bisalahh.. kan nggak ada hubungan apa - apa , tohh aku juga percaya sama kamu. Aku percaya kalau kamu sayangnya cuma sama aku aja. Dan kalau bercandaannya nggak melebihi batas juga nggak apa - apa kan.” Jawab Zara.
“Tapi kemarin pas aku sama Nabila di toilet, yang Nabila mendengar aku mengatakan sesuatu sepertinya kemarin kamu marah.” Ujar Raka.
“Yah iyaa.. aku tuh marah cuma karena aku nggak suka aja, Aku mendengar sesuatu yang tidak aku tau dari Nabila, bukan aku marah karena kamu ngobrol dengan Nabila. Nggak.” Jelas Zara.
“Ohh.. gitu yahh.. ya udah .” Kata Raka singkat.
“Ya udah apa?” Tanya Zara kembali.
“Ya udah kalau kamu maunya seperti itu. Aku akan mencoba lebih percaya lagi sama kamu , dan mengerti kalau kalau sayang sama aku .” Kata Raka.
“Nahh gitu dongg.. jangan marah lagi yahh. Andika juga kan sahabat kamu, masa kamu cemburu sama sahabat kamu.” Kata Zara.
“Iyaa.. aku akan berusaha untuk tidak cemburu lagi.” Kata Raka.
“Bener yahh.. jangan marah lagi.” Kata Zara.
“Iyaa.. kalau gitu udah dulu.. kamu istirahat.” Kata Raka.
“Kamu udah nggak marah?” Tanya Zara.
“Nggak kok. Aku nggak marah. Udah yahh.. aku mau kerja sedikit dulu.” Kata Raka.
“Ya udah.. kamu jangan lama juga yah tidurnya. Sampai ketemu besok.” Kata Zara.
“Iyaa.. good night Zara.” Raka kemudian mematikan sambungan teleponnya.
“Haaaaahhhh.” Raka menghela nafas panjang lalu masuk ke dalam selimutnya yang sangat tebal.
“Tiba - tiba jadi nggak mood kerja. Tapi harus di selesaikan. Huuffttt..” gumam Raka pada dirinya sendiri dan perlahan berdiri dari tempat tidurnya.
Raka kemudian memutuskan untuk bekerja sendikit. Di tengah - tengah kefokusan Raka bekerja, tiba - tiba ponselnya kembali berdering, dan yang menghubungi Raka di tengah malam adalah Prilly.
“Ehh Prillyy.. ada apa nelpon jam segini?” Tanya Raka.
“Aduh maaf yah Raka.. apa Lo udah mau istriahat?” Tanya Prilly.
“Nggak.. ada yang mau Lo omongin? Penting banget yah sampai Lo nelpon jam segini? Apa jangan - jangan Lo mau pinjem uang? Berapa - berapa? Kamu butuh berapa Prilly?” Tanya Raka.
“Ahahahahha.. sialan Lo !!! Emang kalau nelpon tengah malam itu mau pinjem uang ya? Hahahah parah banget si Lo ngira gue mau pinjam uang.” Seru Prilly.
“Hahah gue liat di sinetron - sinetron aja sih. Hahah.. terus kenapa? Gue lagi kerja sih ini.” Kata Raka.
“Ehmm.. aduhh gimana yahh ngomongnya.. tapi maaf yah kalau kesannya gue ikut campur hubungan Lo sama Zara.. tapi tadi gue liat Lo kayak marah gitu sama Zara sama Andika juga, Lo cemburu yah sama Andika?”’ Tanya Prilly.
“Ahh.. kok Lo ngomong gitu sih. Kenapa bilang gitu coba?” Tanya Raka.
“Hahah.. besok aja gimana kita omonginnya gimana! Biar lebih jelas, biar nggak mengganggu Lo juga.” Kata Prilly.
“Aduh Lo bikin kaget gue aja sih malam - malam kayak gini.” Ucap Raka.
“Hahaha.. sorry yahh Raka.. harusnya dari tadi nih gue telepon Lo, tapi gue habis bersih - bersih dulu , makanya agak lama.” Jelas Prilly.
“Ya udah dehh.. besok aja kita omonginnya.” Kata Raka.
“Okehh Rakaa.. soryy yahh kalau gue ganggu.” Kata Prilly lalu mematikan sambungan teleponnya.
Raka kembali melanjutkan pekerjaannya. Dan setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan, Raka kemudian naik kembali ke tempat tidurnya dan beristirahat.
====