Esoknya Raka terbangun seperti biasa karena suara alarmnya yang begitu besar dan sinar matahari yang menyinari kamarnya dan sinarnya tepat di tempat tidur Raka. Raka dengan setengah mata yang terbuka mencari ponselnya yang berada di bawah bantalnya.
“Udah tanggal dua puluh sembilan lagi. Hari ini ulang tahun Rivka, Rivka apa kabar kamu hari ini dek? Kakak kangen sama kamu. Selamat ulang tahun yahh dek, tunggu kakak. Kakak akan mengunjungimu.” Gumam Raka sambil memperhatikan ponselnya yang di layarnya memasang foto bertiganya bersama Rivka dan juga eyang Lili.
Raka kemudian bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan ke dapurnya dan mengambil air putih dan jus mangga dari dalam kulkasnya.
“Akhir - akhir ini rasanya gue terlahir kembali, rasa senang dan bahagia yang ku rasakan akhir - akhir jni membuatku semakin bersemangat untuk menjalani hari - hariku. Dan itu semua karena Zara.. karena Zara yang sudah datang kembali ke hidupku. Terima kasih tuhan, engkau memberiku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan ini.” Gumam Raka sambil menikmati sarapan paginya yang di temani pemandangan di luar apartemennya yang bisa di lihat dari jendelanya.
Dddddrrttt dddrrrttt dddrtttt (tiba - tiba ponsel Raka berdering )
“Zara? Kenapa yah? Kok pagi - pagi udah nelvon.” Kata Raka sebelum menjawab teleponnya.
“Halo.. Zara? Kenapa? Kamu sakit?” Tanya Raka.
“Aku di depan pintu apartemen kamu.” Jawab Zara lalu membunyikan bell apartemen Raka.
“Hah? Kamu di depan?” Tanya Raka sambil melihat monitor cctv di depan pintu apartemennya.
Zara lalu mengangkat papper bag di tangannya dan tersenyum ke kamera Cctv apartemen Raka.
Raka kemudian cepat - cepat membukakan pintu apartemennya untuk Zara.
“Assalamualaikum.. Good morning Rakaaaa !!!!” Teriak Zara dengan penuh semangat.
“Hah ? Walaikumsalam.. Hahah kenapa kamu pagi - pagi ke sini?” Tanya Raka sambil mempersilahkan Zara masuk ke dalam apartemennya.
“Aku mau sarapan sama kamu. Boleh kan?” Tanya Zara lalu mengeluarkan dua box makanan untuk dirinya dan juga Raka.
“Ya Ampun kamu yang membuat semua ini ?” Tanya Raka sambil melihat dengan seksama makanan yang di keluarkan Zara.
“Iyaa dongg.” Jawab Zara.
“Kamu bangun jam berapa menyiapkan ini semua? Ya ampun sayang.. aku ngerepotin kamu banget kalau gini.” Kata Raka.
“Sayaaangg?? Coba di ulang..” kata Zara sambil tersenyum.
“Hah? Sayang. Kenapa?” Tanya Raka.
“Ihh tadi tuh nadanya nggak gitu, tadi tuh lebih lembut.. dan kamu juga manggil aku sayang tuh bisa di hitung jari tau nggak. Kessel.” Gumam Zara.
“Emang iya?” Tanya Raka.
“Iyaa ihhh.. pakai bertanya lagi.” Seru Zara.
“Hahahah.. tapi kan kamu juga kayak gitu, kamu juga jarang tuh panggil aku pakai kata sayang.” Balas Raka.
“Ya aku kan nunggu kamu manggil aku kayak gitu, aku kan malu kalau aku doang yang terus - terusan manggil kamu pakai kata sayang.” Kata Zara.
“Hahahah iya deh iyaa.. maaf deh kalau kayak gitu. Sekarang jangan ngambek gitu dong.. kita cobain makanan kamu sekarang yuk.” Ucap Raka lalu mengambil sepasang sendok dan juga garpu.
“Ahh iyaa.. yuk cobain sayang.” Kata Zara lalu melemparkan senyuman lagi untuk Raka.
Raka mengambil satu sendok makanan yang sudah di buat Zara.
“Gimana?” Tanya Zara.
“Ehhhhmmmm. Sabar yahh.” Kata Raka sambil mengunyah makanannya.
“Ihhh gimana? Enak nggak? Ada yang kurang nggak sama rasanya?” Tanya Zara. Zara takut kalai makanan yang ia buat tidak enak di mulut Raka.
“Enaaakk.. enak bangeetttt.” Jawab Raka.
“Beneran?” Tanya Zara.
“Iyaa beneran. Ini enak banget.. aku baru nyobain masakan kamu kan ini? Dan ini pertama kalinyakan kamu masakin aku? Enak banget, semua bumbu - bumbunya sangat terasa dan sangat pas. Aku suka.” Kata Raka.
“Kamu serius kan? Kamu nggak melebih - lebihkan kan?” Tanya Zara lagi.
“Aku serius sayaanggg. Ini enak .. makasih yahh kamu udah repot - repot bangun pagi masakin buat aku, terus kamu juga pake datang ke sini. Padahalkan harusnya makanannya bisa di bawa ke kantor aja.” Kata Raka.
“Nggak repot sama sekali kok, kan aku yang mau. Aku yang mau sarapan bareng sama kamu di sini. Kalau di kantorkan nggak enak, masa kita makan di jam kerja.” Kata Zara.
“Kantorkan memperbolehkan sarapan sampai jam sembilan pagi sayang.. yang penting mereka sarapannya di kantor yah nggak keluar dari kantor.” Jelas Raka sambil menikmati makanan yang di buatkan Zara.
“Ahh iya juga yahh.. aku lupa kalau kayak gitu. Tapi nggak apa - apa sih.. biar aku bisa lebih lama bareng kamu.” Kata Zara.
“Hhaha iyaa - iyaa.. kalau gitu kamu juga sarapan deh, aku mau mandi dulu habis itu siap - siap buat berangkat kantor.” Kata Raka lalu menuangkan air mineral di dalam gelas kaca yang sudah di siapkan Zara.
“ okeeyy.. habis sarapan, aku boleh lihat - lihat keliling apartemen kamu kan?” Tanya Zara.
“Bolehh lahh.. kenapa nggak, ehh ohh iyaa kamu belum sempat ke kolam renang kan pas kamu datang ke sini terakhir kali?” Tanya Raka.
“Hah? Kolam renang? Emang ada ?” Tanya Zara kaget.
“Iyaa ada dong.. sini aku tunjukkin ke kamu sebelum aku mandi.” Kata Raka lalu berjalan ke pintu samping apartemennya.
Raka lalu membuka pintu sampingnya yang di geser dan terlihatlah kolam renang yang cukup luas , dengan udara sejuk, dan pemandangan di kota bandung.
“Waaahhhh sejuk banget ini.. segernya.. jadi pengen berenang.” Kata Zara lalu duduk di ayunan pinggir kolam renang Raka.
“Berenang aja kalau kamu mau.” Ucap Raka.
“Tapi kan aku udah mandi, aku udah siap - siap juga, dan nggak bawa baju ganti sama sekali. Mana aku tau yah kalau ada kolam renang di apartemen kamu..” kata Zara .
“Ah iyaa juga yahh.. ya udah lain kali aja kamu berenang di sini. Sekalian ajak yang lain juga, biar berenang bareng.” Kata Raka yang berdiri di pinggir kolam.
“Wahh boleh juga tuh ide kamu, gimana kalau kita buat acara barbequan di sini. Boleh nggak?” Tanya Zara .
“Ehmm.. boleh kok.. iyaa kayaknya seru juga yah kalau kita barbequan di sini.” Kata Raka.
“Yeeyyy.. okeyy deeh nanti cari waktu yang tepat deh buat acaranya. Biar semuanya bisa ikut.” Kata Zara lagi.
“Iyaa.. kamu atur dehh.. aku mau mandi dulu kalau gitu yahh.. kamu santai - santai aja dulu di sini.” Kata Raka.
“Okeeyy..”
Raka kemudian masuk kembali ke dalam untuk mandi dan bersiap - siap untuk ke kantor. Sedangkan Zara sedang bersantai sambil mengambil foto selfienya di kolam renang Raka.
====