Chapter 33

1412 Kata

Ini adalah hari pertama Bram. Benar-benar hari pertama lelaki itu. Ia akan bekerja di tempat yang sama dengan Devan. Alhasil Bram menjadi semakin dekat dengan lelaki itu. Dahulu mereka satu jurusan dan sering bertemu selama empat tahun. Menjalani KKN bersama. Lalu sekarang mereka bekerja di tempat yang sama. Bram tidak merasa bosan, sungguh. Dirinya justru merasa senang karena ia bisa bersikap jahil pada Devan selama mereka di kantor. Memang hanya pada jam-jam tertentu saja. Seperti ketika makan siang contohnya. Akan tetapi itu cukup seru juga.   “Akhirnya gue punya temen makan siang,” ujar Devan.   Bram menoleh ke arah Devan dengan kernyitan di kening.   “Wah. Jadi selama ini lo kalo makan siang, kesepian?”   “Bukan. Males dikejar penjilat.”   Devan sangat terkenal di perusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN