“Tolong ambilin pembalut di kotak di koper.” Bram sebenarnya masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Ia tiba-tiba saja merasa tidak bisa berpikir. “Tolong, Bram.” Bram akhirnya mengangguk kaku dan kemudian berjalan menuju koper Vani. Gadis itu tidak membongkar kopernya. Sama seperti Bram yang beranggapan mungkin saja besok mereka pindah dari hotel ini. Sehingga keduanya membiarkan semua isi koper tetap pada tempatnya. Kecuali untuk pakaian untuk malam ini. Bram sendiri merasa canggung untuk membuka koper gadis itu. Hanya saja ini darurat. Ia membukanya kemudian terdapat beberapa kotak pada satu sisi. “Kotak yang mana?” Dari cara bagaimana Vani menata semua barangnya di koper, Bram dapat menyimpulkan dua hal. Pertama, gadis itu sangat rapi. Kedua, memang Vani seper

