bc

Cinta Gadis Piatu Miskin Yang Di Buang

book_age18+
249
IKUTI
2.6K
BACA
family
HE
love after marriage
tragedy
cheating
like
intro-logo
Uraian

“Keluar kalian dari sini dasar orang-orang lemah akal, tidak tahu adab."

Makian demi makian di hadiahkan untuk Siska dan adijaya atas perbuatan keduanya, kebanyakan dari para warga desa tak habis pikir dengan perbuatan dua sijoli itu. Terlebih Siska, sang kembang desa yang terkenal ketat menjaga dirinya dari para lelaki non muhrim nya.

“Perbuatan kalian sudah mengotori desa ini, apa kalian paham itu hah!"

“Pak tolong pak jangan usir saya pak, sungguh saya disini korban dari pria ini pak, saya di perkosa," belanya.

----

“Kamu harus ikut saya ke kota," ujar sang pria yang bernama adijaya yang telah resmi menjadi suami dari siska.

“Tapi mas,"

“Kamu mau seandainya jika kamu hamil, anak yang kamu kandung itu di cap anak hara* ?”

“Tapi mas kan kita bisa menikah disini saja."

“Aku tidak mau, aku ingin kita pergi ke kota dan menikah disana, jika kamu tidak mau maka kamu bisa tinggal disini dan aku tidak akan bertanggung jawab atas anak itu," ancamnya.

☘️☘️☘️☘️

“Dasar anak hara* saya bukan ayah kamu bod*h, apa kamu mengerti kalau saya benci jika kamu memanggil saya ayah!"

“Mas, dia anak kamu mas apa kamu lupa? Kamu yang menodai saya dan Amelia adalah anak kita," ujar Siska dengan nada tinggi.

“Kamu berani berteriak di depan saya hah?"

“ Akk sakit mas," rintih Siska saat adijaya mencengkram kuat dagu nya.

“Makanya jangan sok hebat kamu disini, cih dasar beban!"

“Tapi Amelia anak kita mas, tolong jangan seperti ini, Amelia tidak salah mas dia tidak berdosa."

Siska memeluk sang anak dengan penuh ketakutan dan air mata, tapi bibirnya terus berucap menegaskan bahwa sang anak haruslah di akui.

“Mana buktinya? Apakah ada surat nikah antara kita? Apakah negara mengatakan bahwa dia adalah anak saya."

“Kamu jahat, kamu yang menodai saya tapi kamu enggan bertanggungjawab malah kini kamu menjadikan saya pembantu disini."

“Bagaimana nasib Siska dan Amelia selanjutnya?"

“Apakah adijaya mau mengakui Amelia sebagai anak kandung nya?"

“Ataukah sang ayah justru membuat nasib anak dan ibu itu semakin runyam?" Jangan lupa komentar dan saran.

Picture by; Pixabay (Engin_Akyurt)

chap-preview
Pratinjau gratis
Cerita masa lalu
“Eh, Siska. kamu itu memang enggak kasihan sama anak mu itu? Udah enggak punya bapak malah sekarang tidak di beri pendidikan," ujar seorang wanita bergelar ibu muda pada Siska. Siska yang sedang memilih sayuran di gerobak kang sayur, langsung terdiam ketika mendengar ocehan tetangga nya. Andai mereka tau, ya hanya andai karena tidak mungkin mereka akan tahu. Dan tidak mungkin mereka akan percaya pada Siska jika dia berkata jujur. Andai mereka tahu siapa laki-laki yang mereka puji selama ini,yang mereka elu-elukan namanya adalah seorang laki-laki tidak bertanggung jawab. Siska segera membayar belanjaan nya, dia harus cepat karena sebentar lagi adijaya akan pulang bersama istri barunya, yang sudah dinikahi secara siri namun sudah di gadang-gadangkan akan segera di resmikan. Dia tidak memberi tahu sang putri soal hal itu, dia tak ingin sang anak kembali bersedih, sudahlah tidak di akui sang ayah kini malah dia akan memiliki seorang ibu tiri. Yang tentunya tidak mungkin sayang pada sang anak. ☘️☘️ “Bunda,bunda!" teriak Amelia seorang bocah perempuan yang sangat cantik dengan balutan hijab nya. “Kenapa nak?" tanya Siska sembari mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak. “Ini apa bun? kok ini baju adek bayi" Amelia mengangkat tangan nya yang kini memegang pakaian kecil untuk bayi perempuan, melihat hal itu Siska langsung mengambil baju itu. “Nak kamu dapat ini darimana?" “Dari jemuran bunda tadi jatuh jadi Amelia ambil, memang itu punya siapa bunda?" “Oh ini punya temen bunda, yasudah ayo kita masuk bunda mau masak," jawab Siska dengan senyum manisnya, berharap sang anak tak lagi meminta penjelasan lebih lanjut. “Hem enak ya bun punya adek bayi, ada temennya. Amelia mau loh bun jagain adek bayi," ujarnya. Siska tentu tahu ucapan sang anak itu mengarah kemana, namun sepertinya hal itu tidak akan tercapai. Karena, dirinya disini bukanlah istri tapi pembantu yang di jadikan b***k oleh laki-laki yang seharusnya bergelar suami. “Bunda mau cuci baju dulu, Nah Amelia tunggu disini ya," ujar Siska. "Amelia ikut ya bun! Amelia Takut tante yang kemarin itu datang lagi," jawabnya. Akhirnya mau tak mau Siska mengajak Amelia menemani nya, untuk mencuci pakaian milik adijaya dan sonya sang istri muda yang juga ikut tinggal di rumah itu bersama mereka. “Bunda apa itu nasab?" ujar Amelia sambil bertopang dagu sembari berfikir . Seketika sang bunda menghentikan aktivitas nya, matanya menatap sang putri sendu. namun, ia berusaha tetap tersenyum agar Putri nya tidak melihat kesedihan di matanya. "Anak bunda dengar darimana nak?" ujar nya lembut. Amelia merubah posisi duduk nya menjadi berdiri dan bertolak pinggang sembari berkata “Tadi itu amel main bun terus mamah nya si dino bilang gini, jangan main bareng dia. Dia enggak punya ayah," ujarnya sambil memperagakan gaya orang yang tadi mengatai nya. "Lalu apa amel marah nak?" Amelia menggeleng, "Amel enggak marah bun, tapi amel cuma bilang kalau amel punya ayah." "Terus mereka tanya ayah amel dimana?" " ya amel jawab ayah amel itu yang setiap hari pulang kesini kan bun?" ujarnya dengan mata sendu. Siska memejamkan matanya, entah sampai kapan dia harus seperti ini, dia tak tega melihat sang Putri terus menjadi bahan gunjingan tetangga. “Iya nak itu ayah amel," jawab nya. “Lalu siapa yang mengatakan nasab nak?" “Oh itu tadi waktu amel pulang di depan ada ibu-ibu duduk di bawah pohon mangga itu loh bun, amel enggak sengaja denger mereka bilang kalau amel enggak bernasab." “Amel jadi bingung kan ya bun nasab itu apa? Makanya amel nanya bunda,"jawabnya polos. “Ya allah kasihan kamu nak," Siska dalam hati. Siska amel!!! Teriakan itu membuat keduanya berhenti mengobrol, Siska melirik ke arah pintu utama dimana disana berdiri seseorang yang sudah berkacak pinggang. Entah apa lagi masalah nya kali ini, rasanya setiap hari ada saja yang menjadi bahan untuk kemarahan nya. “Nak kamu disini saja ya? bunda mau ngomong sama ayah," ujarnya sambil tersenyum ke arah sang anak. Amelia menggeleng ia memegang erat tangan Siska dan memberi kode untuk tidak pergi kesana. “Nak hey apa yang harus kamu takutkan?" “Amelia mau sekolah kan nak seperti dio?" “Nah Amelia sekarang berdoa setelah ini bunda minta pada ayah agar Amelia di masukan ke sekolah." Amelia luluh dengan perkataan Siska memang benar dia ingin segera bersekolah, karena dia belum pernah merasakan belajar bersama teman di tempat pendidikan itu. Padahal kini usianya sudah berjalan 10 tahun. Siska berjalan dengan pelan menetralkan degub jantung nya, demi sang anak ia rela harus memohon belas kasihan dari adijaya sang suami untuk mau memberikan biaya untuk sekolah Amelia. Mulanya Siska melepaskan sepatu adijaya seperti biasanya, memijit kaki sang suami dan juga menghidangkan teh hangat untuk nya. “Ada apa?" ketus nya saat melihat Siska sedang kesusahan untuk berbicara. “Anu mas aku ingin meminta tolong," ujarnya sambil menunduk. “Apa?" “Tolong masukan Amelia sekolah mas," ucapnya pelan. Brakkk !! Adijaya menggebrak meja hingga menimbulkan suara keras, membuat siapapun akan terkejut mendengar nya. Amelia yang tengah berada di belakang membilas pakaian langsung berlari, dia takut ibunya kembali di pukuli oleh sang ayah. Siska langsung berlutut memohon pada adijaya, dia benar-benar meminta belas kasihan yang seharusnya diberikan sang suami sebagai bentuk tanggung jawabnya. Mas tolong mas! Ujarnya menangis sambil bersujud di kaki adijaya. Laki-laki itu hanya diam tak berkutik tapi dia tersenyum, dia senang dia bahagia karena melihat wanita yang ia buat sengsara hidup nya itu kini semakin tersiksa. “Siska mohon mas, tolong berikan biaya untuk sekolah Amelia Siska mohon," ujarnya sambil terisak – isak. Ckk, senyum sinis dia tunjukkan pada wanita itu, aku bahkan lebih rela melihat anak itu tidak berpendidikan daripada harus mengeluarkan uang yang susah payah aku kumpulkan, ujarnya sambil melirik ke salah satu sudut ruangan yang tengah berdiri seorang bocah kecil perempuan berusia 9 tahun. “Tapi mas, Amelia butuh pendidikan dia ingin seperti teman-temannya bersekolah," bujuk nya lagi. “Makanya jangan miski* udah miski* sok ali* lagi," cibir nya. Siska menangis kembali adijaya menghina dirinya karena status sosial dan gaya berpakaian nya. Entah kenapa seolah itu sangat di benci oleh adijaya tak ada orang yang menginginkan kemiskinan, dan untuk hijab panjangnya apakah salah jika ia kenakan? Dengan begitu adijaya juga akan terselamatkan dari api neraka bukan? Cihh entah dosa apa saya sampai harus menikah dengan kamu, ujarnya tak berperasaan. mendengar hal itu sontak netra Siska menatap tajam pada adijaya,jika harus memilih ia pun tak ingin menikah dengan adijaya,dia adalah korban,korban dari nafsu birahi adijaya. Padahal adijaya lah yang merusak dirinya, adijaya lah yang memperkos* dirinya hingga melahirkan seorang putri yang tidak mau di anggap oleh adijaya. “Jika kamu membenci ku tak apa mas, tapi lihatlah tunjuk nya pada sang anak. Dia membutuhkan mu mas," ujarnya. “Aku bilang tidak ya tidak prang! " Adijaya yang dilanda emosi tak beralasan itu, membanting kepala Siska dengan sebuah guci kecil yang terletak di atas meja. Pukulan kuat itu membuat Siska luruh ke atas lantai dengan bersimbah darah. Bunda! teriak anak kecil itu yang melihat ibunya sudah tidak bernyawa. Adijaya yang melihat hal itu tidak panik malah dia tersenyum bahagia, baginya melihat Siska dan Amelia menderita menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untuk nya. “Sudah kamu urus ibumu itu jangan merepotkan saya, sekarang saya akan panggil tetangga kemari. kamu awas jika bicara macam-macam!" ancam nya pada Amelia. Amelia yang mendengar itu hanya menunduk, dia takut selama ini ayahnya tak pernah menyukai nya, sikapnya selalu ketus dan suka emosi apalagi ketika Amelia berusaha mendekati dirinya. “Bun bangun!" teriak nya sambil mengguncang tubuh Siska namun Siska tak kunjung sadar ia telah pergi dengan membawa sakit yang selama ini dia terima.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook