Cinta Gadis Piatu Miskin Yang Di BuangDiperbarui pada Jun 21, 2024, 21:21
“Keluar kalian dari sini dasar orang-orang lemah akal, tidak tahu adab."
Makian demi makian di hadiahkan untuk Siska dan adijaya atas perbuatan keduanya, kebanyakan dari para warga desa tak habis pikir dengan perbuatan dua sijoli itu. Terlebih Siska, sang kembang desa yang terkenal ketat menjaga dirinya dari para lelaki non muhrim nya.
“Perbuatan kalian sudah mengotori desa ini, apa kalian paham itu hah!"
“Pak tolong pak jangan usir saya pak, sungguh saya disini korban dari pria ini pak, saya di perkosa," belanya.
----
“Kamu harus ikut saya ke kota," ujar sang pria yang bernama adijaya yang telah resmi menjadi suami dari siska.
“Tapi mas,"
“Kamu mau seandainya jika kamu hamil, anak yang kamu kandung itu di cap anak hara* ?”
“Tapi mas kan kita bisa menikah disini saja."
“Aku tidak mau, aku ingin kita pergi ke kota dan menikah disana, jika kamu tidak mau maka kamu bisa tinggal disini dan aku tidak akan bertanggung jawab atas anak itu," ancamnya.
☘️☘️☘️☘️
“Dasar anak hara* saya bukan ayah kamu bod*h, apa kamu mengerti kalau saya benci jika kamu memanggil saya ayah!"
“Mas, dia anak kamu mas apa kamu lupa? Kamu yang menodai saya dan Amelia adalah anak kita," ujar Siska dengan nada tinggi.
“Kamu berani berteriak di depan saya hah?"
“
Akk sakit mas," rintih Siska saat adijaya mencengkram kuat dagu nya.
“Makanya jangan sok hebat kamu disini, cih dasar beban!"
“Tapi Amelia anak kita mas, tolong jangan seperti ini, Amelia tidak salah mas dia tidak berdosa."
Siska memeluk sang anak dengan penuh ketakutan dan air mata, tapi bibirnya terus berucap menegaskan bahwa sang anak haruslah di akui.
“Mana buktinya? Apakah ada surat nikah antara kita? Apakah negara mengatakan bahwa dia adalah anak saya."
“Kamu jahat, kamu yang menodai saya tapi kamu enggan bertanggungjawab malah kini kamu menjadikan saya pembantu disini."
“Bagaimana nasib Siska dan Amelia selanjutnya?"
“Apakah adijaya mau mengakui Amelia sebagai anak kandung nya?"
“Ataukah sang ayah justru membuat nasib anak dan ibu itu semakin runyam?"
Jangan lupa komentar dan saran.
Picture by; Pixabay (Engin_Akyurt)