( pov azam) Aku sangat emosi ketika melihat foto yang entah siapa pengirim nya. Awalnya aku berfikir bahwa foto itu hasil editan. Namun, bisa saja itu benar apalagi melihat waktu dalam foto itu sekitar dua bulan lalu, bisa saja jihan berbohong mengenai ini. Lagian siapa juga yang ingin jahat pada jihan tidak ada untung nya. Aku terus berfikir sepanjang jalan pulang, kenapa jihan begitu tega pada kami. Jika memang dia tidak ingin menikah yasudah cukup katakan, jangan main kucing-kucingan seperti ini. Saat aku kembali di rumah sesuai dengan perkiraan ku, jihan tidak mau mengaku soal foto itu, padahal jelas-jelas itu foto asli aku yakin itu, karena hatiku menolak untuk mengecek foto itu apakah edit atau asli. Jihan dan mbak fatimah terkejut apalagi saat ada yang mengirim paket, dan

