“Aku menginginkanmu malam ini, Aluna.” Perkataan Reza membuat tubuh Aluna menegang. “Mas, aku....” Belum sempat Aluna memberikan komentarnya, Reza sudah mengangkat tubuh istrinya itu, lalu meletakkannya ke atas ranjang. “Layani suamimu.” Perkataan itu terdengar seperti perintah yang tidak bisa Aluna tolak. Memang terlalu sulit untuk menolaknya. Apalagi... jujur saja Aluna merasakan gejolak hasrat yang seolah membakar nadinya, oh, astaga, Aluna tidak bisa berbohong, hawa panas terasa menjalar ke seluruh tubuhnya penuh candu. Tangan Reza terus merayap, bergerak agresif tapi tetap terasa seperti sentuhan halus yang memabukkan, bagai helai kapas yang menyapu kulit Aluna. Aluna terbuai. Dia sudah tergoda. Terlanjur masuk ke dalam jerat hasrat yang memabukkan. Malam itu untuk yang kedua

