Chapter 42

1632 Kata

Chapter 42 Kemudian ada sebuah video lagi pada saat Zahra mengikuti Tuan Wijaya memasuki mobil. Bahkan ada banyak sekali foto dirinya dan papanya, ada yang tengah berjalan gandengan tangan dan ada juga foto saat papanya mengelus rambut dan mencium pipinya. "Hanya ini saja?" Tuan Evander meletakan ponsel Lila di atas meja. Lila tampak jelas terkejut mendengar ucapannya barusan. "E eh, maksud kamu apa Evan? Apa bukti-buktinya kurang, untuk membuka topeng calon menantumu itu?!” teriak Lila, wajahnya memerah menahan emosi. "Lila, apa kamu tahu, siapa mereka?" Lila sontak menatap Zahra yang masih duduk tenang, dengan ponsel yang terlihat menyala di tangannya. "Kamu tidak tahu, tapi kamu seolah-olah paling tahu segalanya!" Nada suara Tuan Evander yang datar membuat napas Lila tersendat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN