Chapter 44

1493 Kata

Chapter 44 Suara derap kaki terdengar mendekat ke arah dirinya, tapi Zahra seolah enggan untuk memalingkan wajahnya, dan melihat siapa yang datang. Terasa elusan lembut di kepalanya disusul sebuah kecupan di puncak kepalanya. Zahra hanya mendengus dalam hati. "Kamu dari mana?" tanyanya penuh selidik. "Hanya jalan-jalan di taman belakang," jawab Cristian dengan meyakinkan. Melihat Cristian yang biasa-biasa saja hati Zahra semakin dongkol di buatnya. Cristian menggeser kursi dan duduk tepat di sebelah Zahra, dia pun membuka piring makannya dan mengambil makanan yang sudah terhidang di meja. "Ayam suirnya, kurang pedas, Ra." Zahra mengambil sambal di mangkuk kecil dan menaruhnya di depan Cristian. "Kan gak enak, kalau ditambahi sambal itu." "Iya, besok-besok buat lagi yang pedas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN