Lanya memang tidak berharap banyak, tetapi mendapati bahwa kedatangannya tidak disambut dengan layak membuatnya terheran-heran. Baiklah, beberapa gadis memang penasaran dengan misi Lanya yang berhasil meledakkan laboratorium—tetapi tidak lebih dari itu. Marissa pun terus-terusan melekat padanya semalaman karena tahu mereka takkan bertemu lagi dalam waktu yang lama. Namun, Lanya segera menyadari bahwa rasa lapar para peserta Sekolah Perang akan Kamp Sektor tidak sebesar dahulu lagi. Seolah-olah ... orang-orang ini tidak lagi berniat pergi ke Kamp Sektor. Padahal Lanya ingat, sebelum ia dan San bertolak ke kamp bergengsi itu, banyak orang yang meminta Lanya untuk mendoakan mereka agar menyusul. Bahkan Marissa sempat membisikkan keinginannya untuk meninggalkan Sekolah Perang. Namun sekarang

