Sudah hampir tiga puluh menit semenjak kedua kelompok menghilang dari pandangan Stefan dan sang Patron. Ben melirik tuannya untuk kesekian kali. Ia tidak bisa menahan diri lebih lama untuk tidak bertanya. “Kau yakin tidak akan menyusul mereka sekarang?” “Aku yakin,” Stefan membalas dengan mantap. “Aku sudah melihat bagaimana perkembangan San di kelas pelatihan. Ia memang Patron yang tangguh dan tak memiliki keraguan sama sekali. Kualitas yang sangat baik.” Pemuda itu kemudian menghadap Ben yang sudah menatapnya dengan tajam. Stefan tahu semuanya; entah dari pertengkaran antara Brian dan Lanya beberapa waktu silam, atau dari ucapan Ben sendiri yang sudah ia interogasi habis-habisan beberapa saat setelahnya. Ia tahu bahwa Ben, satu-satunya Patron yang dipilih menjadi algojo di Kamp Sektor

