Siksa Suntikan

1618 Kata

San tahu apa yang akan terjadi saat penjaga itu menelepon seorang profesor untuk datang bersama ilmuwan-ilmuwan yang lain. Ia yakin sekali, dan dugaannya terbukti jelas ketika ilmuwan senior itu melihatnya dengan mata membelalak. “N-01, anakku!” soraknya tak percaya. Ia menghampiri San dengan semangat menggelora yang menggantikan kantuk. Ia menyentuh perban San dan menarik dagunya. “Aku hapal mata ini, goresan di lehernya... astaga, ya, N-01, bukankah itu kau?” San tak menjawab selain menatapnya datar. “N-01, profesor?” ilmuwan wanita pemilik laboratorium itu mengerutkan dahi. “Apa kau mengenal ... makhluk ini?” “N-01!” ilmuwan bernama Roland itu tersenyum lebar. Tercium bau rokok yang menyengat dari napasnya. “Dia adalah anak tersayangku saat masih bekerja di laboratorium terkutuk itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN