Matahari sudah sepenuhnya naik, semua murid yang berada di dalam kelas tengah memangku wajah mereka malas, terlebih lagi pelajaran yang sedang berlangsung adalah pelajaran PKN yang sangat membosankan. Andine menatap bangku belakang pojokan, terdapat bangku Ardhan dan kawan-kawan yang sudah kosong, pastinya Ardhan bolos lagi. Andine berdecak dalam hati, rasanya Ardhan terlalu mengabaikan sekolah. Sekolah saja diabaikan apalagi hati. Andine kembali menatap guru wanita bertubuh kecil dan pendek itu, guru yang sedari tadi sibuk mengoceh panjang lebar seperti mendongeng, pantas saja kantuk selalu berdatangan ketika jam seperti ini. "Apakah ada yang ingin ditanyakan?" tanya ibu Kena, selaku guru PKN. Andine mendesah pelan, dengan sedikit malas Andine langsung berdiri kemudian megangkat tanga

