Rose langsung memeluk tubuh Joe dengan erat tanpa ada niatan untuk melonggarkan pelukannya, menenggelamkan kepalanya di bahu Joe untuk meredam suara tangisannya agar tidak terdengar sampai luar kamar Joe. Joe langsung mengusap bahu Rose dengan sayang, memberikan waktu untuk Rose mengeluarkan bebanya yang selama ini selalu ia tumpuk tanpa berniat untuk membaginya dengan siapapun. “Aku lemah bukan Joe? Aku bahkan gak sanggup buat jaga anggota aku sendiri, Apalagi kejadian waktu dulu, mereka harus—“ “Udah Rose!” pekik Joe, enggan untuk mendengarkanlanjutan semua kata-kata yang tidak ada maknanya sama sekali. “Rose! Kamu harus tau! Kamu itu luar biasa, kamu rela untuk memberikan nyawa kamu sendiri untuk anggota kamu, gak sembarang orang bisa untuk melakukannya Rose, kamu udah luar biasa m

