Rose langsung memegang kepalanya, banyak kepingan memori yang perlahan mulai terbuka, setiap kejadian yang sempat ia lakukan mulai tergambar meski hanya samar-samar, suara-suara yang saling beradu membuat Rose harus mengerang menahan rasa sakitnya. “Kamu siapa? Bisa hentikan ini? Argh..” “Kamu lupa? Hah?!” “Lucy.. Lucy..” ucap Rose dengan pelan. Rose merasakan jiwanya yang tertarik menuju dimensi yang berbeda, jiwa yang harus terpisah dengan raga dan Lucy yang sudah tergeletak tak jauh dari tubuhnya. Rose mencoba bertahan untuk tidak mengeluarkan kata-kata serapah untuk sosok yang tiba-tiba menyeretnya keluar menjauh dari tubuhnya. Sosok yang berpakaian putih dengan rambut hitam yang terurai panjang sampai pinggang dengan sebuah benda yang tersam

