Sakit Hati

1499 Kata
"Eh ra, aku ada mau ngomong sesuatu. Jadi, Setiap manusia tentunya tidak akan luput dari kesalahan seperti salah satunya menyakiti hati orang lain. Akan tetapi sebagai seorang muslim, maka sudah selayaknya kita menyadari perbuatan salah tersebut dan berusaha untuk menjauhi perbuatan dosa seperti menyakiti hati orang lain. Di dalam Islam, penerapan dari rukun iman diantara hubungan sesama muslim adalah bersaudara dan sudah wajib untuk saling mendukung sekaligus memberikan bantuan. Sebagai sesama muslim, kita dilarang untuk saling menyakiti dan menghina supaya nantinya persatuan umat muslim akan terjalin lebih kuat sekaligus menghindar dari berbagai balasan yang akan didapat apabila kita menyakiti hati orang lain." "Oh iya aku pernah baca, Ra. Pertama itu memikul kebohongan dan dosa nyata. Allah ngasih penjelasan tentang buruknya dosa serta balasan menyakiti orang mukmin tanpa memiliki hak sebab Allah mengancamnya dengan hukuman yang keras yakni memikul kebohongan dan juga dosa yang nyata. Jadi karena itu, terlihat jelas jika perbuatan yang dilakukan orang tersebut sangat rendah dan hina dirinya sekaligus mempunyai ilmu agama yang sangat sedikit, sebab Allah ta’ala sudah memberikan harga diri dan juga kehormatan untuk setiap mukmin. Ini membuat siapa pun yang menyakiti hati orang lain akan mendapat kemurkaan dari Allah. Ya kan." "Iya Fa bener banget. Nih yang kedua yang aku tau. Menyakiti hati akan di balas di neraka. Caci maki dan menyakiti hati orang lain bakal dapet balasan di neraka sebab perbuatan tersebut akan menyakiti hati orang lain dan sudah pantas mendapat balasan neraka j*****m. Beberapa perilaku menyakiti hati itu kan yang kayak menuduh, memakan harta orang lain dan juga mencaci maki. Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." "Berarti caci maki nggak boleh dong ya." Afifah mengangguk-angguk, mencoba memahami apa yang sudah Tiara paparkan untuknya. "Sama sekali nggak, Fa. Nih yang ketiga. Menyakiti sesama muslim sama dengan dosa. Di dalam Islam, menyakiti hati sesama saudara muslim merupakan perbuatan dosa sehingga harus dihindari agar tidak semakin menumpuk menjadi dosa yang sangat besar khususnya antara sesama muslim sehingga Allah tidak akan membenci kita karena terlalu sering menyakiti hati saudara kita." "Iya pasti, Ra. Nyakitin hati orang lain emang nggak banget," ujar Afifah setuju. "Keempat. Tidur dengan tikar dan selimut api neraka. Bagi orang yang zalim atau sering menyakiti hati orang lain, nantinya mereka akan tidur dengan beralaskan tikar dari api neraka dan juga berselimutkan api neraka." "Hm itu perumpaaan ya kan, Ra." "Bener, Fa. Terus yang kelima, mendapat kutukan Allah. Balasan lain yang akan didapatkan saat menyakiti hati orang lain adalah mendapat kutukan langsung yang diberikan oleh Allah karena Allah sangat membenci perbuatan menyakiti hati orang lain khususnya antar sesama muslim. Nanti, penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka : sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa yang Tuhan kamu menjanjikannya. Mereka menjawab: Betul. Kemudian seorang penyeru mengumumkan di antara kedua golongan itu: kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” "Ngeri banget berarti ya, Ra." Afifah tampak mengernyit smaar. "Keenam. Kebinasaan kota, dalam sebuah ayat Al Quran juga disebutkan jika Allah tidak akan membinasakan kota kecuali jika penduduk didalamnya sudah melakukan kezaliman atau perbuatan yang menyakiti hati orang lain. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” "Ketujuh. Mendapat Balasan Dunia dan Akhirat. Perbuatan menyakiti hati orang lain merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan masuk ke dalam salah satu dosa besar. Ini membuat manusia yang sering menyakiti hati orang lain akan mendapatkan balasan tidak hanya saat masih hidup di dunia, namun juga akan mendapatkan siksaan pedih di akhirat." "Makanya jadi orang itu baik-baik aja ya kan." "Harus, Fa. Dan kedelepan,. Tidak Akan Masuk Surga Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya”. Menyakiti hati orang lain akan menjamin tidak akan mendapat surga bagi pelakunya karena sudah membuat rasa tidak nyaman bagi orang yang tersakiti." "Kmu udah bosen bosen belum?" "Belum Ra." "Oke ke sembilan. Diberikan laknat. Abu Hurairah berkata : seseorang datang kepada Nabi mengadukan perihal tetangganya kepada beliau. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : bersabarlah. Menyakiti hati orang lain akan membuat laknat yang diserukan orang yang tersakiti akan terkabul dan menimpa pelaku saat ia masih hidup di dunia." "Kesepuluh. Mendapatkan Balasan Setimpal Apabila kita melakuan perbuatan dosa yakni menyakiti hati orang lain, maka perbuatan kejahatan tersebut juga akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." "Terus yang kesebelas. Setara dengan makan bangkai saudara. Allah berkata jika setiap umat muslim harus menjauhi perbuatan tercela seperti berprasangka, menyakiti hati orang lain, mecari kesalahan dan juga menggunjing. Allah memberi gambaran jika orang yang selalu menyakiti hati orang lain sama saja dengan makan bangkai saudaranya dan perbuatan tersebut tidak hanya menyakiti hati sesama muslim namun juga mengancam kerukunan antar umat muslim." "Oh ya, Sesungguhnya orang-orang yang senang menyebarkan kejelekan dalam kalangan orang beriman bagi mereka siksa yang pedih di dunia dan akhirat, dan Allah mengetahui sedangkan kalian tidak tahu. Ya nggak?" "Bener banget, Fa!" "Kedua belas. Amal tidak berguna dan tak berpahala. Semua amal yang sudah dilakukan tidak akan berarti dan tidak akan mendapatkan pahala apabila masih sering melakukan perbuatan dosa seperti menyakiti hati orang lain. Semua amalan ini akan sia – sia belaka di sisi Allah. Amal shalat tidak berpahala. Menyakiti hati orang lain juga akan membuat semua amalan shalat yang sudah dilakukan tidak akan memperoleh pahala. Rasulullah berkata terdapat lima macam orang yang salatnya tidak berpahala yaitu: istri yang dimurkai suami karena menjengkelkannya, b***k yang melarikan diri, orang yang mendendam saudaranya melebihi 3 hari, peminum khamar dan imam shalat yang tidak disenangi makmumnya.” "Allah juga bakalan korek kesalahan siapa yang seringkali mencari kejelekan saudara sesama muslim dan juga menyakiti hatinya dengan cara menuduh, berkata dusta dan berbagai perkataan serta perbuatan yang menyakiti hati, Fa. Maka Allah sendiri juga akan mengorek kesalahan orang yang menyakiti hati orang lain tersebut dan akhirnya akan dihinakan oleh Allah." "Serem ya, Ra." "Allah akan mengintai kekurangan seseorang yang menyakiti hati orang lain dengan cara membuka aib seseorang dan mencari kelemahan mereka maka Allah sendiri juga akan mencari serta mengintai kekurangan orang yang menyakiti hati orang lain tersebut dan Allah juga akan mengungkapkan aib orang tersebut meski orang itu sudah berada dalam rumahnya. Jadi kita, sebagai saudara, sudah sepantasnya kita saling menjaga hubungan baik antar sesama muslim supaya tetap terjalin dengan harmonis. Saling menyakiti hati orang lain tidak akan memberikan keuntungan sama sekali dan hanya mendatangkan murka Allah." Afifah mendengarkan seluruh perkataan Tiara dengan cermat, temannya ini punya begitu banyak pengetahuan, sangat cocok dengannya yang masih minim pengetahuan. Seharusnya memang Afifah merasa bosan atau apa karena mendenagar cerita sepanjang itu. tapi ia merasa tidak, iamerasa senang kaerna itu artinya ilmunya bertambah. *** Afifah dan Tiara sedang duduk berdua di beranda sebuah kelas dengan sebuah es kemasan di tangan mereka. Keduanya menyeruput dengan diam. Sampai Afifah menoleh pada Tiara dan mengutarakan apa yang ia pikirkan dari tadi. "Ra, apa enggak papa sama Mila tadi? Kata-kata kamu kayaknya berlebihan deh, kayaknya dia sakit hati" ujar Afifah pelan. "Gak papa, Fa. Oh ya btw, masalah ... em kemaren yang kamu kesesat, kamu bilang ke ayah kamu gak?" Afifah menggeleng. "Enggak, enggak sekarang, mungkin nanti," ujarnya tersenyum kecil. "Eh kamu jangan ngalihin pembicaraan dong, kamu beneran gak papa? Soalnya aku ada inget beberapa hal tentang nyakitin hati orang lain, Ra." "Hem tapi dia ngeselin, Fa. Aku lama-lama gak tahan gitu, kalau kamu?" tanya Tiara setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Afifah. "Ya, kesel, Fa. Tapi marah-marah juga gak boleh. Ini nih aku tahu hadisnya. kalau marah adalah perbuatan setan." Tiara mengangguk setuju. "Aku juga tahu , Fa. Kalau orang yang menahan marah adalah orang yang beriman. Barang siapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan iman. Ya kan." "Nah tuh dia, Ra. Jadi, udahlah ya." Tiara menghela nafas panjang. "Kita lanjut ngerjain yang tadi aja yuk, Fa," ajaknya seraya berdiri lebih dulu dan melangkah lebih dulu meninggalkan yang Afifah terdiam. "Tiara ... kenapa?" ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN