Terima Kasih

1726 Kata
Malam cerah dengan cahaya bulan purnama berpendar pada pantulan dari cahaya matahari, Bulan adalah satu benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri. Afifah berjalan di kegelapan malam di bawah sinar bulan,Dia keluar untuk membeli buku Portofolio tadi sore ia lupa untuk membelinya,Afifah biasa jika khusus pelajaran Matematika catatannya di taruh di buku portofolio. Ia pergi sendiri tanpa di temani Tiara,lagian tidak jauh ia tidak mau merepotkannya. Afifah memasuki toko yang menjual perlengkapan sekolah, setelah selesai membeli buku,Afifah melangkah ke seberang jalan untuk ke Alfarmart ,Afifah berjalan ke bagian rak s**u ,Ia mengambil satu kaleng s**u yang berlogo beruang lagi duduk.Ia membelikan untuk si Ebo katanya s**u Bear Brand itu bagus buat nyembuhin penyakit,sehabis maghrib tadi Ebo terlihat lemas,duduk ngeluntruk tidak semangat,Apalagi Ebo muntah – muntah ,Afifah tak tahu kenapa Ebo begitu.Apa dia keracunan makanan?,seingatnya ia tadi pagi memberinya makan seperti biasa yaitu dengan nasi di baluri dengan teri. Mungkin Ebo masuk angin.bathinnya.apalagi tadi Ebo tidurnya di lantai. Setelah mengambil s**u Afifah mengambil whiskas ,Ia harap dengan membeli whiskas Ebo mau makan. Pandangan Afifah menelusur satu persatu bacaan yang tertera pada rak, Saat matanya menemukan barang yang ia cari,Ia berjalan menunduk. Braak Afifah menabrak bidang kokoh yang begitu keras, s**u yang Afifah pegang jatuh menggelinding ke lantai,Ia terduduk di lantai,matanya mendongak menatap sosok yang ia tabrak. “Kamu?”Afifah melotot kaget dengan sosok yang ia lihat. Pria itu menatapnya datar,tanpa berniat menolongnya.Pria itu beranjak meninggalkannya. “Dasar pria gak punya perasaan!”Gumam Afifah kesal sembari memungut kaleng s**u yang terjatuh. Pria itu berbalik badan . “Gue masih dengar Ya!”sinisnya. “Ya iya kan emang benar kamu gak berperasaan,di depan mu ada orang terjatuh bukannya kamu tolong”sewot Afifah. “Lah ngapai pulak gue nolong Loe,dah jelas – jelas loe yang nabrak gue,masih juga gue yang harus nolong loe,di fikir kalok mau ngomong”ucapnya s***s. Afifah terdiam tak berkutik,ia juga ya di fikir – fikir emang benar Ia yang jalan tanpa melihat dan menabraknya.Dasar Afifah!.ia mencubit tangannya untuk menghilangkan rasa malunya. Dengan secepat kilat ia mengambil barang yang tadi belum sempat ia ambil.meninggalkan pria itu yang menatapnya aneh. “ Udah mbak ini aja?”Ucap pelayan kasir, mengambil barang lalu mengarahkan barcode ke mesin scanner barcode. “Iya mbak” “Totalnya 25 ribu mbak”Ucap pelayan kasir.memberikan struck kepada Afifah Afifah merogoh saku pada baju tidurnya. Kosong. Ya kantungnya kosong,kemana uangnya?.bathinnya.Afifah merogoh sekali lagi namun tetap nihil ,tidak ada uangnya. Afifah mendongak,matanya berputar ke kanan ke kiri,ia bingung bagaimana membayar pesananya ini uangnya tidak ada. Kalau ia tidak jadi beli,mau dimana mukanya di taruh. Malu. “Mbak”ucap pelayan kasir sekali lagi. “eh iya m-mbak”ucapnya tergagu. Sekali lagi Afifah bingung,matanya menunduk,meremas kuat plastik buku portofolionya. “Udah mbak total aja punya dia sama punya saya”Ucap Pria di belakangnya. Afifah memutar badannya melihat siapa orang baik yang berkata tadi. Pria itu melangkah ke kasir dan menyerahkan keranjang belanja penuh miliknya. Afifah masih terdiam,matanya menatap pria itu dengan tangan di masukan ke saku celananya. “Totalnya 250 mas”ucap pelayan kasir. Pria itu mengeluarkan dompetnya pada saku belakang jeansnya. “ini mbak”tangannya menyodorkan uang 3 lembar ratusan ribuan. “oke mas terima kasih”menyerahkan kebambalian 50 ribuan kepadanya. Pria itu melewati Afifah yang masih terdiam,Afifah tersadar ia bergegas menyusul pria itu. “Eh makasih ya,ntar aku ganti uang kamu”ucap Afifah tulus.walaupun ia kesal tadi namun ia selalu di ajarkan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah menolongnya. Pria itu menatapnya datar tanpa sedikitpun membalas ucapannya, Ia menaiki kereta mogenya meninggalkan pelataran Alfarmart,Afifah memperhatikan sosok pria itu yang semakin mengecil di telan kegelapan malam.Afifah bergegas kembali pulang. ***** “Tunggu Ra biar aku sapu dulu” ucap Afifah,Ia mengambil sapu ijuk yang bersandar pada Pohon beringin. Afifah membersihkan rontokkan daun yang jatuh di dipan batu yang telah di keramik . Dipan batu itu cukup basah karena terkena sisa embun malam,menyisakan lurikan air pada keramik. “ Ra,keramiknya basah”ucap Afifah. “ Bentar Fa”Ucap Tiara.Ia membuka tasnya mengeluarkan buku lalu merobeknya 2 lembar dan memberikan pada Afifah. “Oke Ra,makasih”ucap Afifah,ia mengelap keramik itu hingga mengering. “Dah Ra dah kering”Afifah duduk lalu menyuruh Tiara untuk duduk di sampingnya. Seperti biasa mereka datang sangat pagi,Mereka tidak di dalam kelas seperti kemarin melainkan duduk di bawah pohon beringin yang rindang,ia perkirakan jika usia pohon itu sekitar 30 tahun,bagaimana tidak ,terlihat dari diameter batang yang begitu besar ,apalagi daun yang rindang cukup sejuk jika berada di bawahnya. Udara bersih pagi hari belum tercampur polusi udara membuat begitu segar ketika ia menghirupnya,berbeda dengan udara pada siang hari . Afifah mengeluarkan buku yang akan di pelajari nanti,jam pertama pelajaran Bahasa Indonesia. Afifah membuka lembaran demi lembaran ,lalu berhenti pada halaman ke 5 materi tentang majas. Matanya menatap satu persatu huruf,ia pahami materi ,sesekali ia merapalkan kata demi kata isi materi lalu ia hapal . “Oh Fa ,Majas personifikasi itu apaan Fa?”Tanya Tiara,Ia menatap temannya yang sedang merapal tanpa suara. Afifah memberikan kode lima jarinya kepada Tiara,menyuruh untuk jangan bertanya dulu kepadanya. Tiara yang mengerti maksud Afifah,ia diam sampai Afifah selesai. “Maaf Ra tadi kamu tanya apa?”Ucap Afifah yang telah hapal pengertian majas. “ Ini loh Fa,Majas Personifikasi itu apa Fa?”tanyanya ulang. “ooo itu Ra,Majas personifikasi gini loh Ra,Perumpaan sesuatu hal yang bukan manusia di anggap manusia ,Ra”Afifah menerangkan. Tiara mendengarkan penjelasan Afifah,“ bukan manusia di anggap manusia,maksudnya cemana sih Fa,kok aku gak mudeng”Ucap Tiara yang masih belum paham. Afifah mencoba berfikir dan mencari kata yang pas agar sahabatnya mengerti maksud yang ia ucapkan. “ Gini Ra,Majas personifikasi itu sesuatu benda mati atau yang bukan makhluk hidup di anggap seperti manusia,,nih aku kasih contohnya Ra ,biar kamu lebih jelas, Hujan itu menari-nari di atas genting nah di sini yang bukan makhluk hidup yaitu si hujan nah kata menari – nari itu Ra itu di umpamakan sebagai manusia ,si hujan itu bukan menari dalam arti yang sebenarnya Ra tapi cuman perumpaan hujan yang mengguyur”Afifah menerangkan panjang lebar. Tiara manggut- manggut tanda ia paham dengan penjelasan Afifah. “iya Fa,dah ngerti kok,makasih Ya” Terdengar suara Bel masuk yang terdengar nyaring di penjuru sekolah,Afifah dan Tiara bergegas memasukkan bukunya. “Yuk Ra masuk”sembari berjalan ke kelas di ikuti dengan Tiara di sampingnya. ******* Pembelajaran sedang berlangsung cukup hening,semua murid menatap buku dengan hikmad ,pak Anthony selaku guru bahasa Indonesia tadi memberikan waktu sekitar 20 menit untuk murid membaca materi,karena ia setelah itu ia akan memberi kuis. “Nah waktu sudah cukup,sekarang masukkan buku kalian ke dalam laci ,jangan ada satupun di atas meja”Ucap Anthony sembari mengelilingi sela – sela g**g meja murid. “ Okey,jadi bapak akan memberi kalian pertanyaan,barang siapa bisa menjawab dapat nilai kuis dan setelah menjawab bisa keluar kelas” Ujar Pak Anthony berdiri dengan tangan di masukan ke dalam saku celana. “ okey kita mulai ,pertanyaan pertama, Siapa yang tahu pengertian dari majas?” Afifah dengan cepat mengangkat tangannya di udara. “ saya pak” “Ya kamu!,silahkan” “ jadi pak majas yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis pak.” Ujar Afifah di luar kepala.untung yang ia hapal tadi masih ingat. “ okey benar!,sekarang boleh keluar” “Oh ya nama kamu siapa?”Tanyanya. “ Afifah Camilla pak” Pak Anthony mencatat nama Afifah dalam buku daftar nilai.” oke sekarang boleh keluar” Afifah memasukkan bukunya ke laci.ia menatap Tiara yang masih fokus untuk soal selanjutnya.” Ra maaf ya aku duluan”pamitnya. “Okey Fa” Afifah keluar kelas,masih berdiri di depan kelasnya ,matanya menatap koridor kelas yang sepi.Ya pelajaran sedang berlangsung makanya terlihat sepi. Afifah memutuskan untuk pergi,Ia mengikuti kemana langkah kakinya membawanya. Afifah berjalan,kakinya menendang kerikil – kerikil kecil,Cukup bosen rasanya di luar sendiri tanpa adanya Tiara,tau gitu ia menjawabnya agak lama saja. Sekilas pandangan Afifah menangkap sosok satu objek yang mengarah ke gedung rooftop. “ Itukan dia,lebih baik aku kesana!”gumam Afifah,langkahnya mengejar Pria itu. Sampailah ia setelah melewati anak tangga yang menghubungkan dengan rooftop.Afifah mendorong pintu besi yang bertuliskan dilarang masuk!,hingga menimbulkan derit suara engsel pintu. Pria itu membelakangi Afifah,Ia berdiri di pembatas pinggiran gedung,Pria itu yang menyadari kedatangannya menoleh ke arahnya. Alisnya terangkat,menatapnya dengan pandangan heran dan bertanya – tanya. Mau ngapai dia?.bathin pria itu. “Maaf aku ngikuti kamu sampai kesini,aku Cuma mau ngembaliin uang kamu yang kemarin” ucap Afifah ,Ia mengulurkan tangannya ,menyodorkan uang dua puluh dan lima ribu . Pria itu hanya diam menatap uluran tangan Afifah,tanpa berniat mengambilnya. “ Sayang “ Ucap gadis di belakang yang baru datang, masih dengan posisi menunduk. Matanya terkejut menatap pacarnya dengan wanita lain. Afifah yang mendengar suara kedatangan wanita,Ia pun membalikan badannya. Dia terperanjat,sosok Kila lah itu. “ Oh sekarang udah beralih profesi ya dari tukang ceramah menjadi PHO(perusak hubungan orang)” sinis Kila ,matanya menatap tajam pada Afifah. Afifah yang tidak ingin berantem,Ia memasukkan uang yang tadi ia ulurkan ke kantong pacar Kila. “ ini uangnya aku kembaliin ,makasih” Afifah berjalan melewati Kila,yang masih menatapnya nyalang. Kila yang merasa kesal karena Afifah tak membalasnya. Ia menarik lengan Afifah kasar dan mendorongnya ke lantai. “Augh”ringis Afifah.bokongnya begitu sakit terbentur lantai. “Mampus Loe,tuh lah berani – beraninya loe ngedeketi cowok gue. Kila menghampiri pacarnya . “ Sat loe gak di apa – apakan sama dia”ucapnya manja,Ia mengambil uang dari saku Satria yang tadi di masukkan oleh Afifah,lalu di lemparkan ke muka Afifah. Afifah bangkit ingin beranjak meninggalkan tempat ini,namun Kila kembali mendorongnya hingga bokongnya mencium lantai lagim “ Kil “Ucap Satria yang dari tadi hanya diam memperhatikan mereka. Kila tak menggubris ucapan pacarnya,ia kembali mencengkaram tangan Afifah hingga Afifah meringis kesakitan. “ KILA BIARIN DIA PERGI “ Bentak Satria. “ Saayyy...anng k-ka..mu kok bela dia sih “ucap Kila dengan mata berkaca – kaca,Ia tak percaya pacarnya membela gadis itu ketimbang dia yang jelas – jelas pacarnya.sebelumnya pacarnya sama sekali belum pernah membentaknya. Sekilas ekornya matanya melihat Satria pergi meninggalkan Kila yang masih terisak dalam tangis. Afifah yang tak ingin ikut campur, Ia lekas meninggalkan tempat itu. *******
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN