Tentang kejadian tadi Afifah sama sekali tak buka mulut di hadapan Tiara, Ia tak mau membahas perempuan itu karena hanya emosi yang mengubun di otak,kalau bukan karena teringat ucapan Tiara untuk menahan Amarah mungkin ia akan membalasnya tadi. Jika pun ia membalasnya pasti ia akan masuk Ruang BK, jika itu terjadi ayah akan marah pasti kepadanya.
Pergantian jam kedua pelajaran,Suasana kelas begitu ramai tak terkontrol ,Ya di jam kedua Guru sejarah tidak masuk ke kelas karena beliau rapat ke kabupaten untuk pelatihan PKB (Pelatihan Keprofesian berkelanjutan).
“ Augh sakit Bodoh!” Teriak Angel sang sekretaris. Kepalanya terkena bola kertas seukuran bola pingpong .
Para lelaki di kelas menyatukan 4 meja hingga membentuk seperti meja tenis meja,bermain layaknya seperti permainan tenis meja, alat pemukulnya berupa sapu yang gagangnya telah patah sehingga seperti bet.sungguh ada saja tingkah mereka.
Bayu tidak mencatat mereka yang ribut, Tapi Bayu berujar Boleh bermain asal jangan ada yang keluar kelas.
“Maaf Njel gak sengaja” Ucap Boby menautkan kedua tangan,sebagai tanda minta maaf,Sembari ia mengambil bola yang terjatuh di bawah meja Angel.
“ Maaf – Maaf Loe kira kepala gue tempat ring basket,Hah!, Awas aja kalo sampai kena lagi gue bakar tuh bola”Marah Angel.
“ He.he.he”Boby nyengir menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Afifah dan Tiara tetap berkutat pada buku,jika teman perempuan lain bergosip ria mereka lebih memilih membaca buku mata pelajaran dan tangannya menuliskan hal yang penting ke buku catatan yang mana kiranya perlu di catat.
“ Ha...Chim”Afifah menangkupkan tangannya ke mulut.
“ Alhamdulillah” ucapnya selepas bersin .
“ Yarhamukallah” Jawab Tiara pelan,Namun pandangannya tetap fokus ke buku bacaanya.
“ Ra,tadi kamu ngomong apa,kayaknya tadi aku dengar kamu bicara sesuatu”Ucap Afifah,menatap Tiara.
Tiara mengalihkan matanya dari buku ke Tiara . “ aku tadi bilang Yarhamukallah”
“ Hah?, Apaan tuh Ra ?”tanyanya ,kalimat itu belum pernah ia dengar sama sekali.
“ Gini loh Fah ketika seseorang bersin lalu harus mengucapkan Alhamdulillah maka yang mendengarnya harus mengucapkan Yarhamukallah”
“aku pernah baca Fah sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya, Apabila seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah Alhamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan yarhamukallah, dan bila dijawab demikian maka balaslah dengan ucapan yahdikumullah wa yuslihubaalakum. Fa. ”sambungnya.
“ Oo gitu ya Ra”memegang dagu lalu mengangguk mengerti.
“jadi aku harus balas Yahdikumullah wa yuslihubaalakum ya Ra? ”lanjutnya.
“Iya Fa,,Cuma ya aku biasa Yahdikumullah aja Fa”
“Tapi kenapa Ra,kita harus mengucapkan itu Ra?”
“ Kamu tahu gak Fah bahwa diantara Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila ia memanggilmu penuhilah, bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah,bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya semoga Allah memberikan rahmat kepadamu), bila dia sakit jenguklah, dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya). Jadi yang aku lakuin tadi itu telah memenuhi hak saudara sesama muslim”
“ Sampai sekarang itu masih aku lakuin, ya walaupun terkadang suka lupa.he..he.he”
“oo gitu ya Ra,terus kalau misal orangnya bersin sampai sebanyak 3 kali cemana Ra?,,Apa harus di jawab 3 kali juga ya Ra Yarhamukallah nya?”
“Tidak perlu Fa cukup sekali saja,karena kalau lebih dari 3 kali itu mungkin dia lagi Flu,jadi tidak perlu sampai 3 kali”terangnya.
“Ya..Ya aku ngerti sekarang Ra,makasih Ya atas ilmunya tadi “
“Iya Fa,kita sama – sama belajar kok”
“Btw kamu kok bisa tahu dan juga hapal hadis – hadis Ra?” Afifah memasang tampang penuh tanda tanya.kenapa temannya begitu banyak hapal hadis.
“ Aku sering baca buku Ra terus juga sering searching di internet jadi ya sikit – sikit dapat ilmunya”Ucapnya merendah.
Bayu datang dengan membawa sebuah buku pegangan kelas,Bayu berdiri di tengah – kelas. “ we kita di suruh nyatet materi tentang sejarah kemerdekaan, Tadi guru piket di pesenin sama Bu Tria buat nyuruh kita nyatet, nanti Buku ini di kumpul di jam Akhir kelas”Kata Bayu
“ issh apaan sih ibuk Tria ini, udah gak masuk pun masih aja Di kasih tugas” Gerutu Angel.
Bayu menarik nafasnya lalu melanjutkan ucapannya. “ Dan disini yang kusuruh nyatet ke depan Afifah, Dan untuk yang lain Jika udah siap taruh di meja aku ya bukunya” Bayu melangkah ke kursi Afifah.
“ Fah loh tuh di suruh nyatet ke depan” bisik Tiara pelan.
“ Kenapa aku sih Ra, gak PD loh aku nulis di depan, apalagi tulisan aku jelek”
“ Udahlah gapapa Fah, yang penting laksanain aja”
Bayu memberikan buku di meja Afifah, matanya menatap datar dirinya. “ ini Fah bukunya, catet dari yang udah di tanda – tandai ibu itu aja”
“ Hmm oke Bay”
“ Eh tapi Bay, kalok aku nyatet ke depan terus gimana dong buku aku gak ada yang nulis, masa iya aku gak ngerjai”
“ Kalok itu kamu nyusul aja nanti, gapapa itu lagian Fah”
“ Yaudah kalok gitu”
Kring..Kring
Bel berbunyi begitu nyaring terdengar, suara yang terbawa dari gelombang udara sampai suara bel nyampai ke kelasnya. Suara Kelas sebelah terdengar ribut setelah bel berbunyi,kelas mereka tadi begitu hening tidak seperti kelasnya macem pajak ikan. Bel berbunyi itu seperti surga dunia bagi para siswa.
Setelah menyiapkan catetan tugas Dan mengrmbalikkan buku tersrbeut kepada bayu .Afifah memasukkan bukunya ke laci meja, lalu menelungkupkan wajahnya pada kedua tangnnya,Matanya begitu terasa lelah,Afifah matanya suka lelah jika matanya terus fokus ke buku atau layar Hand Phone.Apalagi pernah sampai pandangan ketika menatap benda di sekitarnya sepeti memburam dan berputar – putar.
“ Ra mau kemana”tanyanya.
Afifah melihat Tiara yang hendak pergi.
“ Aku mau ke mushollah Fa,Mau ikut Fa?”Ajaknya.
“ Mau ngapai Ra ke Mushollah?”kening Afifah berkerut ,bukankah ini belum waktunya Sholat zuhur.Kenapa Tiara ke Mushollah?.
“Mau Sholat Fa?”jawabnya pelan.
“ Tapi belum waktunya sholat Zuhur Ra,”
“Bukan Sholat Zuhur Fa,tapi aku mau Sholat Dhuha Fa”
“Sholat Dhuha itu apaan Ra?”lagi – lagi Afifah bertanya,
“ Sambil jalan aja ya Fa jelasinnya,takut keburu lonceng masuk nanti” Ucap Tiara gelisah,Tiara berjalan di depan.
Waktu istirahat hanya 15 menit,Jadi harus memanfaatkan waktu yang ada,Kemarin Tiara Sholat di Mushollah ngantri lagi harus bergantian mukenah ,Mukenah di Mushollah hanya 3 pasang ,Hari ini Tiara berinisiatif membawa Mukenah sendiri.
Afifah mengikuti langkah Tiara dan menyamakan langkah kakinya,. “Jadi Ra Sholat Dhuha itu apa Ra”Tanyanya ulang.
“Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang waktu zuhur Fa. Waktu terbaik melakukannya yaitu pukul 08.00 hingga pukul 11.00 Fa”Terangnya,Matanya menatap lalu lalang siswa yang habis dari kantin,terlihat dari bungkusan plastik berisi tusuk KFC di tangannya.
“ Sholat Dhuha biar apa sih Ra,emang wajib ya??”tanyanya.
“ Sholat Dhuha itu gak wajib Fa ,Tapi keutamaan sholat Dhuha itu besar.”
“Apa tuh Ra keutamaannya”Afifah menampilkan raut wajah penasarannya.
“ Keutamaannya Fa itu sebagai sebuah sedekah bagi ruas – ruas bagi anggota badan kita, jadi gak hanya kita saja yqng sedekah tapi tubuh kita pun perlu bersedekah”
“Sholat Dhuha itu berapa Rakaat Ra?”Tanya lagi.Apakah dirinya begitu bodoh tentang Agama,hingga hal sekecil ini aja ia tidak tahu. Bahkan dirinya di kampung di damba – dambakan sebagai anak yang akan membawa perubahan bagi kampungnya.Nyatanya dalam hal urusan Akhirat ia begitu buta.
Padahal ia begitu bangga jika tetangganya memuji kepandaiannya,Namun taklah sepantasanya ia bersikap seperti itu.sedangkan ilmu yang ia punya hanya sebutiran debu itupun jika tertiup angin ,akan terbang bahkan hilang.di hadapan Allah ia bukan ada apa – apanya, Hanya hamba yang tak berdaya.
Masikah ia harus menyombongkan diri?.
“ Sholat Dhuha itu boleh di kerjakan 2 raka’at ,4 raka’at ,Semampu kita aja de Fa”
“kalok gitu aku mau sholat banyak – banyak deh Ra raka’atnya,,He..he”
“Gak perlu banyak Fa yang penting selalu istiqomah Fa, terkadang kita di awal begitu rajin bahkan tidak mau sampai tertinggal tapi kelamaan ntar kita akan merasakan malas..makanya aku bilang istiqomah yang perlu bukan banyaknya raka’at Fa”Ucap Tiara lembut .
“ Iyasih Ra kamu bener” Jawab Afifah pelan,Ia pun sadar jika istiqomah emang sulit dan berat.
“Niatnya macem mana Ra ?”tanyanya.
“niatnya sama saja saja kok Fa sama kayak sholat wajib,seperti ini Fa niatanya(Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.)Artinya: "Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala,”
“ Oh ya Fa satu lagi ini Fa keutamaan sholat Dhuha di jamin kamu bakal rugi kalau ga ngelakukan”
“Hah?apa Ra?”
“ Kalok kita menjaga sholat dhuha mau sebanyak apapun itu dosa kita in syaa allah akan Allah ampuni , kecuali dosa syirik .Dahsyat gak tuh fah,udah banyak dosa kita sak buih di lautan lagi tapi Allah hapuskan dengan hanya sholat Dhuha”Ujar Tiara dengan wajah berbinar.
“MasyaAllah Ra,luar biasa ya Sholat Dhuha itu,ih aku jadi semangat nih mau sholat Dhuhanya”Ucap Tiara girang.
bahwasannya keutamaan shalat dhuha bisa menjadi perantara Allah mengampuni dosa hamba-Nya. Meskipun dosa itu sangat banyak, sebanyak buih di lautan, Allah masih tetap bermurah hati untuk mengampuninya.Bukankah begitu besar rahmat dan kasih sayang Allah kepada hambanya?,Masikah kau kufur dengan nikmat yang ia berikan?.
Hanya dirimulah yang tahu jawabannya,Cukuplah kau rasakan nikmat Allah maka kedamaian hatilah yang kau dapat.
“ Yaudah yuk Fa kita ambil wudhu”ajak Tiara di depan teras Mushollah.
“Eh Fa kaeknya kamu duluan aja ke tempat wudhunya aku ntar nyusul,soalnya mau naruh mukenah dulu”Ucap Tiara menunjukkan mukenah yang ia taruh di totebagnya.
“ Oh yaudah Ra ,aku duluan ya Ra”pamit Afifah,melangkah ke tempat berwudhu.
“Okey Fa”melanjutkan langkahnya masuk ke dalam Mushollah.
Afifah melepaskan kaus kaki yang melekat pada kakinya,lalu ia menaruh di atas batu pembatas yang menutupi tempat wudhu.
Selepas itu Afifah melangkah masuk ke tempat wudhu, Afifah sedikit memperhatikan langkahnya supaya tidak terinjak semen yang ada genangan air dari cipratan air kran. Afifah yang menunduk tidak memperhatikan jika di depannya ada orang.
“ Astagfirullah “ desahnya pelan. Hampir aja ia bersentuhan.
Tempat wudhu di Mushollah sekolahnya emang tidak ada khusus pria ataupun wanita, semua di gabung. Tapi jika wanita terlebih dahulu mengambil wudhu maka yang pria harus menunggu sampai wanita selesai begitupun sebaliknya.
Afifah mendongak menatap sosok di depannya. “ Bayu?”
Afifah menatap Bayu yang masih basah dengan tetesan bekas air wudhu. Wajahnya begitu cerah karena basuhan air wudhu.
“ Afifah?” Ujarnya juga menatap Afifah,lalu memalingkan wajahnya.
“ Yaudah ya Fa ,aku duluan”pamitnya meninggalkan Afifah.
Afifah memperhatikan punggung Bayu yang menghilang di balik tembok pembatas. Afifah menatap Bayu dengan pandangan kagum , sangat jarang ia melihat sosok lelaki yang rajin mengerjakan sholat sunnah. Tadi ia lihat sekilas matanya ke dalam mushollah tidak ada sosok pria di dalam hanya ada wanita, Kenapa ia katakan jarang karena teman sebaya Bayu jika bel keluar main lebih memilih bermain Bola di lapangan Basket ketimbang mengerjakan sholat Dhuha.
“ Eh Fa kok melamun “
Suara Tiara menyadarkan Afifah dari kekagumannya pada Bayu . “ Ah enggak melamun kok aku Ra” sanggahnya.
“ lah terus tadi apa namanya kalok bukan melamun” Ucap Tiara menyudutkan.
“ Udah Ah Ra, lebih baik kita Wudhu,bentar lagi kita mau masuk “ ucap Afifah mengalihkan .
Selepas menyelesaikan sholah dhuha Afifah dan Tiara memasuki kelas.
“ Ya Ra,gak jadi ke kantin dong “ Ucap Afifah Sendu,Pasalnya lonceng masuk telah berbunyi , Perutnya begitu terasa perih karena terkuras sewaktu Kuis tadi.
“ Yaudah kita ke kantin aja dulu “ Jawab Tiara yang merasa kasihan dengan Afifah.
Afifah dan Tiara menuju kantin dengan langkah seribu. Mereka takut jika terlambat masuk kelas.