Perjalanan

2038 Kata
Mensyukuri apa yang Allah telah berikan kepada kita sebagai hambanya akan menambah nikmat yang akan Allah berikan kepada seorang hamba. Pandai bersyukur juga dapat menjadikan seseorang bersikap tenang dan memiliki kepribadian yang tentram. Allah menjadikan pagi hari untuk beraktifitas dan malam hari Allah jadikan tempat beristirahat , Maka nikmat Tuhan manakah yang harus kamu dustakan? Pagi yang cerah Afifah dan Tiara telah berada di sekolah, kali ini mereka tidak datang terlalu pagi kali seperti biasa, Disebabkan barang bawaan dan juga bekal untuk di perjalanan, Sehabis subuh tadi Afifah memasak Mie goreng 3 bungkus dengan telur mata sapi dan juga bakso goreng, Ya cukup simple menurutnya , Ia sengaja membawa bekal nasi karena memang sedari pagi ia belum sarapan, ia tidak terbiasa jika sarapan pagi. Dan juga ia membawa 3 bungkus nasi dan 1 mangkuk sayur berisi indomie tersebut, Afifah membawa banyak sekaligus juga untuk Tiara yang memang dia tidak memasak apapun, katanya ia kesiangan jadi tidak sempat untuk memasak. Afifah dan Tiara telah di gerbang sekolah , dengan sembari meninting bawaan yang cukup banyak. Afifah melihat para kumpulan wanita di halte yang bercerita ria , Afifah tertuju pada barang bawaan mereka. “ tengok tuh Ra, barang bawaan mereka lebih banyak dari kita “ tunjuk Afifah. “ iya ya Fah kirai kita aja yang banyak dan heboh bawaannya” jawab Tiara melirik pada ranselnya. “ Samalah Ra akupun mikirnya gitu juga loh Ra, tak taunya ada yang lebih dari kita” Afifah dan Tiara melanjutkan langkahnya untuk ke kelas, sepanjang langkahnya melewati paving block cukup banyak para siswa yang telah datang ,tawa kegembiraan menghiasi wajah mereka, Ya bukan hanya mereka saja namun juga Afifah dan Tiara juga . “ Eh itu Ra malah ada yang pakek koper” tunjuk Tiara dengan lirikan matanya mengarah kepada wanita Kelas IPS . Tiara mengikuti arah lirikan mata Afifah. “ Aih bah parah abis tuh mah macem mau mudik” Tiara terkikik pelan. Ia takut jika wanita yang mereka perhatikan ketahuan karena telah di tertawakan oleh mereka. “ Hhaha iyakan Ra” “ Yaudah fah bukan urusan kita juga untuk mengurusi mereka, mungkin Lagi datang bulan makanya perlu bawak pakaian lebih” “ Hm.. Bisa jadi Ra” Sesampainya di depan kelas Afifah dan Tiara duduk di batu dipan ikut bergabung di sebelah teman sekelasnya. Bayu datang dari arah Barat dengan selembar kertas“ Perhatian we , Kali ini aku akan membacakan Nama – nama dan urutan tempat duduk ketika pas di Bus nanti, Gini ya we kita naik Bus nomor 3 terus kita tetap satu kelas yang ada di dalam bus jadi gak pisah – pisah ya” “ oke biar aku bacakan ya nama – nama teman sebangkunya, terus di harap di ingat dan jangan ada yang di tukar - tukar” ujar Bayu. “ Baim sama Yuda” “ Fara sama sekar” “ Afifah Sama Tiara” Afifah dan Tiara berpeluk ria bak teletabis , mereka senang akhirnya duduk sebangku. “ Alhamdulillah ya Fah kita sebangku” “ Iya Ra Alhamdulillah” Hingga pembacaan nama – nama telah usai. Bayu menginformasikan agar kami tidak kemana – kemana. Afifah dan Tiara tetap duduk di batu dipan, Mereka bercerita ria ,tidak sabar untuk segera berangkat . Afifah membayangkan jika hari ini adalah hari yang bakal menyenangkan untuknya, sekaligus penenang jiwanya. “ Eh Ra kawanii aku yok ke kamar mandi, udah gak tahan nih aku Ra” Afifah menyatukan kakinya dan meremas ujung roknya. Tiara terkikik pelan melihat ekspresi Afifah yang menahan Buang air kecil. “ Kebiasaan kamu Fah, Beser .Yaudah Yuk aku kawani” ujar Tiara bangkit dari duduknya. “ Jes titip tas kami ya” Pesan Tiara kepada Jesika teman sekelasnya. “ Ok Ra” Afifah dan Tiara bergegas ke kamar mandi . Afifah menunggu di luar kamar mandi kebetulan semua kamar mandi telah penuh . Afifah menunggu dengan sabar sembari mata nya memperhatikan sekelingnya. Suara pintu terbuka Afifah menolehkan wajahnya , Mila. Mila menoleh sekilas ke arah Afifah dan bergegas pergi. Afifah mengarahkan pandangannya ke Tiara. “ Aih Ra aku benar – benar merasa gak enak sama Mila loh Ra” ujar Afifah tertunduk dalam. “ iya akupun sama Fah yaudah nanti kita sapa dia” “ Yaudah ndang sana keburu terkencing di celana tuh” canda Tiara. “ ih apaan sih Ra, iya.. Ya” liriknya pura – pura kesal. Setelah menyelesaikan hajatnya Afifah dan Tiara kembali . Dari ujung koridor kelas tak jauh Seorang wanita.dengan wajah tersenyum sinis. Liat aja nanti! ***** Afifah dan Tiara telah berada di dalam Bus , barang bawaan mereka telah di letakan di dalam bagasi Bus yang tersisa hanya bekal dan cemilan saja. Afifah dan Tiara duduk di bangku nomor tiga dari depan, Afifah duduk dekat kaca sedang Tiara di sebelahnya. Bus yang mereka naiki adalah Bus kelas Bisnis , Full AC membuat Afifah bergidik kedinginan, Walaupun masih siang tapi karena Afifah tidak terbiasa dengan AC makanya kulitnya langsung sensitif menerima rangsangan udara tersebut.Mungkin karena daerah puncak atay memang dirinya yang norak tidak bisa terkena Ac. Bus telah jalan suasanan di Bus begitu ramai para pria di kelasnya pada menyanyikan lagu serta di iringi dengan gitar, para kaum wanita juga sesekali ikut menyanyi. Afifah dan Tiara hanya terdiam sembari matanya melihat ke arah bahu jalan. Sejujurnya mereka tidaklah hapal lirik – lirik lagu, mereka berdua sama – sama tidak menyukai musik apalagi bernyanyi. Afifah mengeluarkan bekalnya “ Ra kamu mau makan apa gak?” tawarnya. “ Hmm mau sih Fah tapi cemana makannya?”ujarnya bingung menatap bungkusan kertas nasi. “ tenang aja Ra aku bawak tempat bontot kok, kita makannya kongsi aja biar gak ribet” ujar Afifah ,mengeluarkan tempat bontot berwarna ungu. Afifah menyendokkan sayur beserta lauknya . Setelah menyelesaikan makannya Afifah dan Tiara fokus pada fikirannya masing – masing, suasana di dalam bus telah senyap, hanya suara deru mesin yang menghiasi kesunyian tersebut. Teman sekelasnya sudah tertidur karena kelelahan . Afifah memperhatikan bahu jalan yang terbentang pemandangan yang hijau yang menyejukkan mata bagi yang melihatnya. Sepanjang jalan terdapat kebun teh , dan juga sawah yamg baru di tumbuh. Afifah bertasbih memuji kebesaran Allah di dalam hatinya. “ Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” Al – Baqarah ayat 164. Tujuan dari sebuah perjalanan adalah untuk mentadaburi Alam mengambil pelajaran dari Alam yang tercipta, Allah menjadikan itu semua agar kita dapat menjadikan pelajaran dan renungan bahwa kita tidak ada apa apanya di hadapan Allah , Pertanyaannya adalah apakah diri kita telah benar-benar mengambil pelajaran dengan sungguh-sungguh mentadabburinya atau sekedar tahu tanpa pernah melakukan perenungan dan pendalaman dari setiap ayat-ayat Allah yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Padahal, mengambil hikmah itu adalah perlu karena itulah sejatinya kekuatan dari setiap pembacaan yang kita lakukan.karena dengan membaca ayat suci Allah menetramkan jiwa ,dan membuat kita sadar bahwa kita manusia yang lemah. Dan, tentu saja hikmah itu datangnya dari Allah, bukan kemampuan kita semata. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk senantiasa mampu mengambil hikmah, sehingga dapat mengambil pelajaran dan istiqomah di dalam keimanan dan kebenaran. Sementara dari arah belakang terdapat sosok yang terus memperhatikan gerak gerik mereka. Matanya menatap sinis pada satu objek. Afifah mengeluarkan salah satu botol minumnya, botol minum yang pertama telah tandas. Matanya tetap fokus pada pandangan di balik kaca bus. Setrlah mrndapatkan botol minum yang iya cari. Afifah membukanya tanpa melihat botol . Saat Afifah hendak menenggak botol minumnya, betapa terkejutnya ia . “ Aaaaaaaa” teriak Afifah histeris, ia melemparkan botol minum hingga isinya mengenai teman di sekitarnya. Tiara yang berada di sampingnya terbangun mendengar teriakan Afifah. “ ada apa Apa Fah, kok kamu teriak – teriak.?” Tanyanya, Tiara menatap sekitar teman lain juga terbangun karena suara teriakan Afifah tiba – tiba. “ issh aku Jadi basah kan, apaan sih loh Fag lempar – lempar botol minum. Kalok gasuka tuh bilang” marah angel. “ Maaf nje, aku gasengaja tadi aku spontanitas aja.” Terang Afifah “ Ada apa Itu di belakang?” Guru menoleh ke arah mereka. “ Maaf buk hanya ke salahpahaman saja .” Tutur bayu mewakili . “ oke kalok gitu, jangan ada yang berisik – berisik lagi!” “ Baik Bu!” “ Ada apa tadi loh Fah kok mau tiba – tiba teriak gitu?” tanya Tiara khawatir. Afifah mendekatkan mulutnya pada Telinga Tiara. Ia membisikkan sesuatu agar tidak ada yang mendengar perkataannya. “ Itu tadi dalam botol minum ku tiba – tiba ada Cacing – cacing banyak, makanya aku tadi teriak” “ Hah masa sih Fah. Kok bisa pulak ada cacing – cacing.” Afifah menjauhkan dirinya pada Tiara.“ Tuhlah aku gak tau Ra, tadi pagi pas aku mau ngisi air gada tuh kayak gituan.” “ Mungkin air yang kamu godok tadi kurang kamu perhatikan lagi Fah” “ Gak loh Ra, betul tadi emang enggak ada” “ Apa mungkin ada yang ngerjai aku” tebak Afifah. “ Udah Fah jangan Su’udzhon.berbaik sangka aja Fah” “ Hmm yaudah deh” **** Setelah perjalanan yang cukup panjang dengan memakan waktu 5 jam , Akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuannya, Bus berhenti , semua para penumpang turun dari Bus , Mereka meregangkan otot – otot mereka yang telah kaku karena duduk berjam – jam di Bus. mereka berdecak kagum melihat pemandangan sekitar dengan pohon – pohon pinus dan juga beberapa pohon cemara, Termasuk Afifah dan Tiara juga ikut berdecak Kagum akan ciptaan Allah. Perbukitan yang menghijau dari kejauhan, Lereng – Lereng bukit yang curam begitu terlihat dari ketinggian tersebut. Udara segar menyejukkan paru – parunya. Benar kata orang bahwa udar disini dengan di kota berbeda. “ Subhanallah ya Fah, sungguh indah ciptaan Allah, Aku benar – benar gak tau harus ngomong apa” Ujar Tiara berkaca – kaca. “ Sama Ra aku juga,” Tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla , yang Ia ciptakan di langit dan di bumi dan di antara keduanya, semua itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi mengandung tujuan. Yaitu untuk kemashlahatan makhluk-makhluk-Nya, sebagai sarana beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , sekaligus membuktikan tentang keesaan-Nya dan kebesarannya. Bumi, tempat tinggal kita ini, kita berjalan di atasnya, yang membawa dan mengangkat kita; langit yang menaungi kita, binatang ternak yang kita naiki, kita minum susunya, kita makan dagingnya, dan manfaat-manfaat lainnya, mengapa kita tidak mau mencermati dan merenunginya? Mengapa kita tidak mau menggunakan akal kita untuk memahami bahwa semua makhluk itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tidak diciptakan begitu saja lalu di biarkan? Semua itu diciptakan untuk maksud yang sangat mulia. “Di Harapkan bagi para siswa dan Siswi untuk mengikuti peraturan yang ada ,jangan berkeliaran kemana – mana dan juga jangan merusak Alam. Karena tujuan kepergian kita adalah untuk menambah rasa cinta kepada Alam dan menyayangi Bumi kita”ujar Pak kepala sekolah. “ Dan satu hal kalian semua di pandu oleh wali kelas masing – masing, Oh iya dan untuk Ketua kelas di bantu gurunya untuk mengkoordinir teman – teman yang lain , Apabila terdapat siswa yang merusak Alam atau siswa yang tidak bisa di bilangi tolong namanya di catat ya Ketua kelas. Demikian apa yang bapak sampaikan ,tolong di patuhi ya!” sambungnya panjang lebar. “ Baik Pak” jawab mereka serentak. “ Dan untuk kegiatan buku agenda itu jangan lupa di isi. Oke selebihnya itu yang bisa bapak sampaikan, dan bapak serah alih kepada ketua osis dan rekan guru “ Habib selaku ketua osis melangkah ke depan kerumunan. “ Baik adik – adik kakak semua. Kakak disini selaku ketua osis dan mewakili guru pengawas ingin menyampaikan bahwa Adik – adik semua harus saling menjaga satu sama lain. Kemudian kepada adik – adik semua untuk medengarkan arahan yang di berikan oleh para pembimbing masing – masing kelompok. Dan untuk kelompok nanti akan di bagikan. “ “ Oke Baik untuk menyingkat waktu . Alangkah baiknya kita memulai berdoa agar semua di permudahkan dan di lancarkan.baik berdoa fi mulai.” Semua siswa siswi menundukan pandangannya dalam,tang menangkup. “ baik doa selesai” “ oke Bubar!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN