Empat Mata

1442 Kata
Keesokan paginya Mila tidak berangkat sekolah, Bundanya menanyakan perihal kenapa ia tidak mau sekolah hari ini , Namun Mila hanya diam seribu bahasa cukup ekspresi wajahnya yang menjelaskan, tanpa ia berbicara pun Bundanya pasti sudah tahu jawabannya. Ia lebih memilih bergelut pada selimut yang membuat kenyamanan untuk dirinya. Suasana tenang dan kesendirian berada di kamar membuat dirinya pada zona ternyamannya. Bila ia keluar maka semua akan berubah , mau sampai kapan ia harus begini?, Ia ingin seperti yang lain bisa terbuka ,mempunyai banyak teman , tertawa lebar tanpa mengingat sebuah yang namanya kesedihan. Sosok di hadapannya yang tanpa sadari kehadirannya, memperhatikan dengan sedih. ******* Di suatu taman terdapat dua orang gadis tertawa riang dan bahagia. Bercanda satu sama lain hingga kebas mulut karena sangking banyaknya tertawa . “ Udah Ah De, capek ketawa mulu” ujarnya menetralkan suaranya. “ Habisnya kamu Mil ntah apa cerita itu kan jadi gak bisa berhenti tertawa aku” ujarnya di sela – sela tawanya. Mereka membahas tingkah teman sekelasnya yaitu Bobi , bagaimana tidak ia tertidur di depan kelas , awalnya mengira jika guru mata kuliah ips tidak masuk , nah karena tahu tidak masuk jadi suasana kelas begitu riuh, bergosip ria , beda dengan Bobi dia memilih tertidur di depan, yang mulanya hanya rebahan biasa, tak tahunya tertidur lelap. Hingga kehadiran pak Dedi membuat kelas seketika hening. Bobi yang masih dalam dunia mimpinya tidak menyadari sosok guru yang memperhatikanya hingga menggeleng – gelengkan kepala. Pak Dedi memilih melanjutkan pelajaran yang seharusnya telah di mulai setengah jam yang lalu, tinggal tersisa satu les jam pelajarannya. Murid di kelas hanya tertawa pelan sembari mendengarkan Pak Dedi menerangkan. Hingga 15 menit karena terusik suara yang memasuki indra pendengarannya , Bobi mengercapkan matanya masih belum menyadari, hingga ia bangkit dan melihat sosok di depannya yang memegang buku sedang menatapnya dengan tangan bertopang pada dagunya. Hingga kesadarannya penuh ia terkejut dan berlari seribu langkah ke arah tempat duduknya, karena tidak memperhatikan tali sepatunya yang terlepas , Bobi terjatuh dengan wajah mencium lantai. Tawa membahana seisi kelas begitu riuh menertawakan Bobi termasuk Pak Dodi terpingkal – pingkal. Sakitnya tidak seberapa , Namun malunya hingga ke hulu hati tak tertahan. Itulah yang Bobi rasakan sekarang. “ Hahaha udahlah capek ketawa mulu, pegel nih rahangku” ujar Dea. “ iya samalah De, akupun” “ Oh iya gimana hubungan loe ama Randy baik – baik ajakan ?” tanya dea, menyenderkan pinggangnya pada sandarn kursi besi. Mila tertunduk “ Ya gitulah, akhir – akhir ini dia agak mencurigakan, agak beda aja sama pertama kali. Tapi herannya aku gatau apa itu” ujar Mila sendu. Ya Mila berpacaran dengan Randy , pria yang mampu membuatnya jatuh hati, meluluhkan perasaannya, dia yang menyakinkan dirinya hingga ia menerima ajakannya untuk menjalin hubungan. “ Yaudah kali Mil, gausah di fikirkan , mungkin Randy lagi sibuk dan banyak fikiran, mungkin itu perasaan loe aja kal” “ Iya kali ya de,” jawabnya ,berusaha menghilangkan prasangka buruk yang bercokol di fikirannya, Ia harus mempercayai kekasihnya ini dia gak boleh berfikiran yang tidak – tidak. Mungkin nanti ia harus membicarakan ini berdua dengan Randy. “ Yaudah yok Mil kita pulang udah sore banget nih. Keesokan harinya Mila pagi sekali telah menyiapkan bekal yang akan ia berikan kepada kekasihnya Randy, dengan semangat ia menyiapkannya, Bundanya hanya ikut bahagia melihat putrinya yang sedang di mabuk asmara. Apapun yang membuat putrinya bahagia bakalan ia lakukan apapun itu asalkan selalu dengan jalan yang lurus. Ia berjalan di koridor sekolah menemui kekasihnya di Rooftop, ia tahu betul jika kekasihnya berada disana. Dengan semangat ia melangkah ke lantai atas, ia menunduk sambil bernyanyi riang , walau ia tahu jika suaranya seperti kaleng rombeng. Namun ia tidak peduli yang penting ia bahagia. Brakkk Betapa terkejutnya Mila melihat kekasihnya sedang merangkul mesra , dan yang lebih mengejutkan wanita itu adalah Dea ,sahabatnya. Karena mendengar suara, mereka berdua menoleh ke asal suara. Cukup terkejut ekspresi yang di tampilkan. Air mata menetes di pipi Mila, ia menahan isak tangis yang ingin keluar. “ Mil gue bisa jelasin ini semua” ucapnya melangkah mendekati Mila. Mila memundurkan langkahnya. “ Cukup, aku gak perlu dengar ucapan dari seorang PENGHIANAT” ujarnya dengan menekankan kata penghianat “ Mil, tolong” semakin mendekati Mila, walaupun Mila semakin memberi jarak. “ Sudah cukup, Cukup tahu kalau kalian semua penghianat, Dan Loe Ran gue nyesel percaya ucapan bulshit cinta loe, loe gak lebih dari pria b******n. Dan satu lagi Loe De gue bener – bener gak habis fikir, Sahabat dari kecil gue, yang selalu gue percaya dan bahkan loe udah gue anggap kaek kakak gue,, kayak gini balesan Loe De” Matanya mulai memburam tertutupi air mata. Isak tangisnya sudah tidak dapat di bendung lagi. “ Mil” Mila berlari pergi meninggalkan koridor tersebut , meninggalkan penghianat yang berselimut pada kedekatan. Setelah kejadian itu Mila tidak pernah menampakkan dirinya di sekolah, dan memilih pindah dari sekolah ,bahkan ia sampai harus pindah rumah ikut dengan kedua orang tuanya di jakarta salah satu alasan yang membuatnnya masih tetap tinggal di rumah lamanya adalah karena Dea , ia tidak mau berpisah jauh dengan sahabatnya, Namun apa hanya penghianatan yang ia dapat dari orang yang ia sayangi. ***** “ Begitulah nak Tiara ceritanya, yang membuat Mila menjadi pribadi tertutup, ia mengalami trauma yang sangat mendalam itu sebabnya ia sulit bergaul dengan orang baru dan sulit untuk percaya” ujar Bundanya Mila . Tiara cukup tercengang setelah mendengar penjelasan dari Bunda Mila, itu sebabnya Mila seperti itu ia jadi merasa bersalah karena telah berkata kasar kepada Mila kemarin, Namun ia tak sepenuhnya bermaksud menyakiti Mila ia hanya ingin menyadarkan Mila, mungkin setelah ini ia akan meminta maaf dengab Mila. Sehabis istiraha tadi Tiara di panggil oleh salah seorang guru di sekolah katanya ada yang mau bertemu dengannya , ternyata Bundanya Mila, awalnya Tiara cukup terkejut atas kedatangannya ke sekolah, Tiara berfikir jika Bunda Mila ingin melaporkannya ke kepala sekolah atas kejadian kemarin, ia cukup pasrah sebenarnya jika ia sampai di skor. “ Maafin Tiara ya Bu kemarin udah berkata kasar kepada Mila.” Ujarnya menunduk. “ Kamu tidak perlu meminta maaf nak, malah atas kejadian itu biar menyadarkan Mila untuk lebih dewasa. Ia seharusnya cukup berani untuk menghadapi masalah bukan malah lari dari masalah” “ Yaudah nak Tiara ibu pamit ya, maaf sudah mengganggu waktu istirahatnya” bangkit dari kursi . “ tidak sama sekali kok Buk,” ikut berdiri. Setelah kepergian Bunda Mila, Tiara kembali ke kelas untuk memenui Afifah, tadi memang ia mengajak Afifah namun karena Bunda Mila yang hanya ingin berbicara empata mata , mau tak mau Afifah kembali ke kelas. Tiara kembali ke kelasnya sebentar lagi bel masuk berbunyi. ****** Dalam hidup ini tentu kita tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Ada saja kejadian yang membuat kita kecewa dan berujung sakit hati. Ketika sakit hati, kita dapat merasa sangat merana. Apalagi bila yang menyakiti hati kita adalah orang terdekat, mungkin semakin tidak karuan rasanya. Alih-alih berusaha menyembuhkan, kita malah cenderung menyimpan rasa dendam. Namun ingat, kita harus berteguh diri untuk tidak menjadi seseorang yang memberikan orang lain kesulitan. Balas dendam bukan solusi yang tepat. Selain itu kita juga bisa mengingat sabda Rasulullah mengenai tiga golongan manusia yang doanya cepat dijabah. "Kamu tau nggak fah, ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta." "Aku sama sekali nggak tau ra. Jadi bila kita sedang disakiti, memintalah kepada Allah untuk diberikan kekuatan agar bisa memaafkan. Mendapatkan hikmah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta limpahan pahala atas kesabaran menghadapi rasa sakit hati, tanpa membalasnya." "Iya bener banget Fa. Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya." Ini merupakan salah satu doa yang pernah ia dengar dari ceramah dari seorang ustadz. Afifah tersenyum. "Bagaimanapun, dalam Islam tidak di sarankan untuk membalas dendam. Memaafkan adalah sifat mulia, dan menghapus rasa sakit hati adalah ikhlas. Berat mengobati sakit hati, tapi kita harus melaluinya dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Ini semua dilakukan agar hati kita menjadi lapang, memiliki keselamatan di dunia dan di akhirat." “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi juga kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Kadang kita lupa jika membenci sesuatu yang terjadi, padahal itu baik untuk kita. Misalnya ketika ditinggalkan kekasih, rasanya sungguh sakit. Tapi Allah ingin melindungi kita dari dosa. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN