Soraya

944 Kata

Pagi itu, suara lakban yang disobek, kardus yang digeser dan denting pecah belah yang beradu memenuhi dapur. Marissa sedang membereskan perabotan, mengemas kenangan dan sisa-sisa kehidupan yang sebentar lagi akan ia tinggalkan, untuk memulai babak hidup yang terasa terpaksa. "Kamu enggak perlu bawa semuanya, Ris. Di sana kan, sudah ada yang baru." Armand tiba-tiba berdiri di hadapannya, menenteng kardus berisi barang-barang pribadinya. "Sayang, Mas," jawabnya singkat. Padahal ia hanya ingin membawa sisa kenangannya bersama Emma. Alasan yang akan membuat Armand melarangnya. "Oh ya, aku udah acak-acak isi lemari. Tapi gelang kamu enggak ketemu. Kamu benaran enggak ingat taruh di mana?" Tanya Armand, suaranya terdengar ragu. "Gelang?" Marissa mengernyit. Tatapan matanya seperti ia tak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN