Anita Alberta

1196 Kata

Pagi itu terasa damai, seolah malam panjang kemarin hanyalah mimpi yang samar. Kunci tembaga itu masih tersimpan di saku baju tidur, dingin dan membisu — seakan menunggu saat yang tepat untuk membuka sesuatu yang belum berani ia sentuh. Marissa menyiapkan sarapan pagi di dapur. Aroma nasi ayam yang gurih dan wangi kopi hitam yang pekat menyebar, memenuhi ruangan dengan kehangatan yang sudah lama hilang. Tiba-tiba, suara dering telepon dari ponsel Armand memecah kesunyian. Dering itu berbeda. Bukan nada dering keluarga, melainkan nada dering khusus untuk pekerjaan. Marissa mengabaikannya, yakin Armand akan mengangkatnya setelah selesai mandi. Namun, panggilan itu terus berdering, memecah fokus Marissa. Rasa penasaran akhirnya mendorongnya masuk ke kamar. Suara pancuran air terdengar jela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN