bc

BTS - Back To School

book_age18+
9
IKUTI
1K
BACA
billionaire
band
K-pop
comedy
sweet
highschool
school
BTS
brothers
classmates
like
intro-logo
Uraian

BTS atau Bangtan Senyeondan, adalah boygroup papan atas asal Korea Selatan yang kini tengah mendunia. Sejak lagu-lagunya berhasil menduduki tangga lagu Billboard, popularitas mereka seketika melesat tanpa batas. Nama BTS dikenal dengan cepat.

Kini, lagu mereka dapat terdengar di seluruh belahan dunia. Irama dan lirik lagu BTS yang menarik dan penuh pesan, menjadi point para penikmat musik menyukai karya mereka. Perbedaan bahasa dan ras kini tidak lagi menjadi batas untuk menghalangi karir go internasional boygroup beranggotakan tujuh member itu. Nama BTS saat ini tidak lepas dan selalu disandingkan dengan kata sukses dan bintang besar.

Namun pepatah, "Semakin terang sinarnya, maka semakin gelap bayangannya" memang benar adanya. Sebuah kesuksesan, mengharuskan mereka yang mendapatkannya untuk ikut menanggung resiko dari kesuksesan itu sendiri.

Ketika mereka disukai banyak orang, mereka juga harus siap dibenci. Begitulah situasi alami yang harus dihadapi public figure seperti BTS. Seiring populasi penggemar mereka -ARMY- yang terus bertambah bahkan menjadi salah satu fandom terbesar di dunia, hal itu seiringan dengan keberadaan anti-fan atau haters mereka yang juga terus meningkat.

Kebencian yang seringkali terlontar lewat komentar negatif di sosial media atau terkadang muncul artikel anonim yang menjelek-jelekkan nama BTS, membuat agensi yang menaungi mereka -HYBE- khawatir.

Karena itu, agensi memutuskan untuk membuat sebuah program reality show spesial. Dengan konsep "Back To School", ketujuh member BTS akan kembali menjalani kehidupan sebagai pelajar disebuah sekolah selama dua bulan. Berinteraksi langsung dengan fans atau haters mereka. Para petinggi HYBE percaya BTS bisa membuat orang-orang mencintai mereka dengan pengenalan lebih dekat secara personal lewat acara ini.

Bagaimanakah BTS akan menjalani kehidupan mereka di sekolah? Bisakah mereka memenangkan hati orang-orang seperti yang diharapkan? Nantikan episode pertama, BTS - BACK TO SCHOOL...

.

.

.

.

-To Be Continue-

chap-preview
Pratinjau gratis
Chapter 1
. . . . Duaaarr~ Duaarrr~ Duarrrr~ Suara letusan terdengar dari langit, disusul warna-warni percikan kembang api yang terlihat meriah nan cantik dengan berlatarkan langit malam kota Seoul yang gelap. Pertunjukan kembang api itu menjadi akhir dari konser hebat BTS malam ini. Suara teriakan para ARMY berdengung memenuhi setiap sudut Seoul Olympic Stadium, tempat konser diadakan. Di atas panggung megah di tengah stadium, seluruh member berdiri bersisian dalam satu barisan, saling menggenggam tangan satu sama lain kemudian membungkukkan badan bersama-sama. Menyampaikan rasa hormat dan terimakasih pada puluhan ribu penggemar yang tidak berhenti meneriakkan nama mereka dari bangku penonton. Raut bahagia, bangga, dan haru terpancar dari wajah rupawan ketujuh member yang tampak bersinar di bawah sorot lampu panggung. Teriakan inilah, suara inilah, yang selalu menjadi bahan bakar semangat mereka. Sekelebat ingatan masa penuh perjuangan yang mereka lalui terlintas. Tidak mudah memang untuk mereka bisa sampai ke posisi saat ini. Mereka harus memeras setiap tetes darah, keringat dan air mata dari tubuh mereka sendiri. Mereka harus rela melewatkan masa muda untuk bekerja lebih keras dari siapapun demi merangkak menaiki puncak kejayaan yang berhasil mereka pijaki sekarang. Melihat cinta dan dukungan dari ARMY yang mereka terima, rasanya semua pengorbanan itu terbayarkan. "Sekali lagi terimakasih ARMY, sampai jumpa dikonser selanjutnya. Kami mencintaimu." Ucapan RM kembali disambut teriakan para penggemarnya. Tepatnya, teriakan tidak rela karena artinya konser benar-benar berakhir. "Jangan sedih, kita pasti akan bertemu lagi." Lanjutnya berusaha menghibur, tidak lupa dengan senyum lesung pipinya yang khas, manis sekali. RM lalu memberi isyarat kepada para member lainnya, ini waktunya mereka turun dari panggung. "Sampai jumpa ARMY, tetap jaga kesehatan ya." J-hope melambaikan tangannya untuk terakhir kali dan berjalan kearah belakang panggung lebih dulu. Satu-persatu member kemudian ikut memberi salam penutup dan mengikuti langkah J-hope. "ARMY borahae~" Jimin. "Saranghae (aku mencintaimu)." V. "Hati-hati saat pulang, kita akan bertemu lagi." Jungkook. "Sampai jumpa." Suga. Salam penutup terakhir adalah Jin yang memberikan flying kiss yang disambut teriakan histeris dari para ARMY. RM tertawa melihat tingkah kakak tertuanya. Memastikan semua member lainnya sudah pergi, RM lalu merangkul bahu Jin dan mengajaknya berjalan ke belakang panggung bersama. Ketika siluet punggung dua orang berbadan jangkung itu menghilang, konser world tour BTS 2022 benar-benar berakhir. . - B T S - . REST ROOM Para member memasuki ruangan khusus yang telah disiapkan staff untuk mereka. Raut kelelahan tergambar jelas di wajah para anggota boygroup top one Korea Selatan itu. Setelah melakukan konser selama berjam-jam, menyanyikan belasan lagu dengan koreografi yang rumit, sulit untuk menyangkal kalau mereka merasa lelah. Bagaimana pun, seorang idol tetaplah manusia. Jin, Suga, RM, Jimin, dan V segera mendudukkan diri mereka pada sofa berbentuk letter U di tengah ruangan. Sedangkan J-Hope dan Jungkook yang masih memiliki sedikit energi berjalan menuju meja tempat staff meletakkan botol-botol air minum yang berada di satu sudut ruangan itu. "Aku merasa akan mati, lelah sekali," keluh Jimin dengan mata terpejam, ia menyandar pada punggung sofa sepenuhnya. "Eoh (iya), nadoo (aku juga)," tanggap V yang juga sedang bersandar di sebelah Jimin. Untuk sementara, suasana hening diantara mereka semua, hanya ada suara deru nafas yang terdengar lelah. J-hope kembali dengan membawa beberapa botol air di tangannya dan menghampiri para member. "Jimin-ah, Taehyung-ah, minum ini." Katanya sembari menyerahkan botol air mineral kepada duo angkatan-95 itu. "Ne (iya) gomawo-yo (terimakasih), Hyeong." Ucap Jimin menerimanya. "Gomawo-yo, Hyeong." V a.k.a Taehyung J-hope hanya mengangguk menanggapi kemudian membagikan air mineral yang masih tersisa di tangannya kepada masing-masing member yang lain. "Kalian baik-baik saja?" Tanya J-hope memastikan keadaan mereka. Suga langsung meneguk setengah dari isi botol air mineral, "Gwaenchanh-a (baik-baik saja), aku hanya merasa bahuku akan lepas karena koreografinya," jawabnya kemudian dengan nada sarkastis. J-hope tertawa mendengar ucapan salah satu kakaknya itu. Ia dengan segera duduk di sisi Suga dan memijat bahunya pelan, sedikit berhati-hati karena bahu Suga memang pernah cedera sebelumnya. "Penampilanmu luar biasa malam ini, Hyeong." Pujinya untuk membuat Suga merasa lebih baik. "Ya Inma (hei, berandal), kenapa kau hanya memujinya, kami semua juga bekerja keras untuk konser malam ini," protes Jin tiba-tiba. J-hope kembali tertawa, namun kali ini lebih keras. "Eoh, kalian semua sudah bekerja keras. Penampilan kalian semua luar biasa malam ini." "Itu saja?" Tanya Jin tidak terdengar puas dengan pujian J-hope. J-hope melirik Jin yang juga sedang memandangnya, terlihat masih menunggu kelanjutan dari ucapannya. "Dan tentu saja, terutama Seokjin Hyeong. Penampilanmu paling luar biasa, meos-iss-eoyo (keren), Hyeong." Sambungnya dengan tepuk tangan dan ekspresi kagum yang sengaja diberi sedikit bumbu extra. Jin tertawa bangga. "Dang-yeonhaji (tentu saja)," ucapnya sembari tersenyum puas dan memberikan wink genit pada J-hope. Seketika suara ledakan tawa J-hope mengisi ruangan istirahat itu, dan hal itu membuat suasana diantara mereka jauh lebih baik, membuat para member bisa ikut tertawa kali ini. Terimakasih pada ice breaker sejati mereka, Kim Seokjin yang selalu tau cara mengubah suasana dengan leluconnya. "Tapi Hobi-ya. Aku benar-benar serius mengatakan ini, kau harus mulai berkompromi dengan PD-nim. Semua koreografi sulit itu mungkin bisa membunuh kita nanti." Ucap Jin. "Kau lihat, bukan hanya aku yang mengeluh sekarang." "Ar-ass-eoyo (saya mengerti), Hyeong. Akan ku coba." Jawab J-hope dengan anggukan. "Namjoon Hyeong, Setelah ini apa jadwal kita selanjutnya?" Sahut V membuat topik obrolan mereka beralih. "Aku sungguh ingin berlibur, aku ingin istirahat setidaknya satu Minggu di rumah." Sambung V mengungkapkan pikirannya. Rm a.k.a Namjoon menggelengkan kepala singkat. "Aku juga belum tau, Manager-nim belum memberitahuku apa-apa." "Aku harap Bang PD memberi kita waktu libur yang cukup panjang kali ini. Aku ingin sekali pulang ke Busan, aku ingin makan sup kimchi buatan ibuku," ucap Jimin dengan raut sedikit cemberut. Ia merasa rindu dengan kampung halaman dan keluarganya setelah konser dari satu negara ke negara lainnya selama tiga bulan terakhir. "Aku hanya ingin cepat pulang dan tidur," kata Suga dengan tatapan kosong. Mungkin membayangkan tempat tidur dan selimut hangatnya di kamar. RM tersenyum penuh pengertian menanggapi semua keluhan membernya. "Aku akan berusaha bicara pada Bang PD dan Manager-nim agar kita bisa mengambil libur." Mendengar itu, wajah Jimin seketika berubah cerah. "Tentu saja, Namjoon Hyeong memang leader terbaik. Saranghae yo." Kata Jimin menunjukkan senyum imutnya pada RM. RM membalas senyum Jimin dengan kekehan geli. Ia lalu menatap wajah saudaranya satu-persatu, mereka semua benar-benar bekerja keras dan memberikan semua kemampuan terbaik mereka selama konser, hal yang wajar jika mereka ingin libur dan beristirahat sebentar. Dan semakin ia menatap wajah mereka... Tiba-tiba ia merasa ada yang ganjal. RM kembali menatap wajah para membernya dengan seksama. "Hei, ada apa?" Tanya J-hope heran melihat tingkah RM yang mendadak bolak-balik menatap mereka semua. RM masih mencari keganjalan itu, menghitung jumlah membernya, ia akhirnya menyadari ada satu wajah yang hilang. "Tunggu, kemana Jungkook?" Balasnya bertanya. Sadar bahwa yang hilang adalah si Maknae. "Yeogi iss-eoyo (disini)." Suara itu membuat semua orang kompak menolehkan kepala mereka ke asal suara, lebih tepatnya pada Jungkook yang memandang mereka dengan tatapan polos dan mulut penuhnya, berdiri di samping meja tempat J-hope mengambil air sebelumnya. "Jungkook-ah, kau sedang apa disana?" Tanya Jin. Jungkook mengangkat piring berisi berbagai macam cookies dan makanan manis lain yang ada ditangannya. "Makan, disini ada banyak cemilan." Jawabnya dengan nada ringan. RM menghela nafas lega melihat Jungkook. Sementara itu Jin segera berdiri dan berlari menghampiri si anak bungsu BTS itu. Bola mata Jin berbinar melihat jejeran makanan manis di atas meja, tapi kemudian beralih mendelik tajam pada Jungkook. "Wae (kenapa)?" Tanya Jungkook dengan wajah tak bersalah. "Ya Inma, kau mau makan semuanya sendiri? Kenapa kau tidak bilang disini banyak cemilan. Dasar egois, aku tidak percaya kau bahkan tidak menawarkan pada para Hyeong mu." Omel Jin dengan kefasihannya yang luar biasa. "Dasar anak nakal." Katanya sembari menendang b****g seksi si bontot main-main. "Tolong berhentilah mengomel, Hyeong. Makan saja ini." Balas Jungkook menyuapkan satu cookies ke mulut Jin dan membuat kakak tertuanya itu hanya mampu bergumam tidak jelas. Member lainnya tertawa melihat pertengkaran konyol si maknae dan fake maknae BTS itu. "Aku juga mau makan cemilan. Ayo, Taehyung." Ajak Jimin sembari bangkit dari sofa dan bergabung dengan pertengkaran Jin dan Jungkook yang kini saling berebut cookies. V menarik RM untuk ikut mengambil cemilan bersamanya. J-hope memandang Suga, "Mau ku ambilkan, Hyeong?" Akhirnya ia hanya bertanya karena melihat sang kakak yang tampak terlalu malas untuk bergerak saat ini. Suga hanya mengangguk malas menjawab pertanyaan J-hope. Ia melipat tangannya bersedekap d**a dan kembali memejamkan mata. Berusaha tidak peduli dengan member lain yang mulai ribut dan bertengkar di meja cemilan sana. Dasar anak-anak ingusan, batinnya lelah. Knock knock~ Suara ketukan pintu menginterupsi semua keributan yang terjadi di rest room itu. Seorang pria tampak memasuki ruangan dan mendapatkan atensi semua member BTS. "Manager-nim," sapa Suga lebih dulu. Pria itu mengangkat satu tangannya dan tersenyum. "Halo anak-anak," balasnya menyapa dengan akrab. Jelas saja mereka sangat akrab, dia adalah orang yang senantiasa ada di dekat BTS, mengurus mereka semua mulai dari mengatur jadwal, menyiapkan keperluan sampai membereskan masalah-masalah kecil yang terkadang dibuat tujuh pemuda itu. Oh tidak, bukan masalah seperti yang kalian bayangkan. Bukan masalah semacam skandal percintaan atau hal-hal yang biasa idol lainnya lakukan. Tapi sungguh hanya masalah kecil dalam artian sebenarnya, seperti RM yang sering tidak sengaja merusakkan barang atau properti yang disentuhnya, atau Jimin yang terluka karena sering terpeleset di panggung, hanya hal-hal semacam itu. Para member yang melihat kedatangan manager mereka segera kembali duduk di sofa dengan rapi, tentu saja tidak lupa dengan cemilan mereka ditangan. Sang Manager bergabung mengambil tempat duduk di ujung sofa, "Boleh aku minta perhatian kalian sebentar?" Tanya pria itu. "Tentu saja, silahkan bicara Hyeong-nim." Jawab RM mewakili seluruh member. Sang Manager menatap mereka dengan senyum bangga. "Kalian sudah bekerja keras, anak-anak. Terimakasih. Konser BTS world tour 2022 benar-benar sukses karena kalian." "Tidak, itu semua juga berkat Manager-nim yang mengurus kami semua dengan sangat baik, terimakasih," ucap Jungkook. Jin yang duduk di sebelah Jungkook dengan iseng mengacak rambut si maknae itu. "Si good boy JK~," katanya menggoda, membuat Jungkook kesal dan sedikit tersipu. Sang Manager kembali melanjutkan ucapannya. "Aku baru saja selesai berbicara dengan Bang PD di telepon. Beliau menitip pesan untuk kalian, beliau juga mengatakan sangat berterimakasih atas kerja keras kalian." "Itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami. Kami bekerja keras untuk menyenangkan penggemar kami, ARMY. Tidak perlu berterimakasih untuk itu," jawab RM. "Bagaimana dengan liburannya? Kami dapat libur kan?" Jimin menyela dengan tidak sabar. RM sekilas mendelik tajam pada Jimin, memperingati sikapnya yang tidak sopan. "Joesonghabnida (maafkan aku)," ucap Jimin yang segera menyadari sikapnya. Manager itu hanya tersenyum maklum. "Tentu saja, kami mengerti kalian semua pasti sangat lelah. Kalian mendapat libur dua minggu." Jawaban sang Manager langsung mendapatkan reaksi luar biasa dari semua member BTS. Jungkook dan Jin berpelukan, J-hope bertepuk tangan dengan senang, dan V menjatuhkan seluruh tubuhnya bersandar ke sofa dengan senyuman lebar. Yang paling heboh adalah Jimin. Pemuda itu langsung berlutut di lantai, mengepalkan kedua tangannya dengan ekspresi kemenangan layaknya pemain bola yang berhasil mencetak gol di pertandingan piala dunia. "Eomma (ibu), anakmu akan segera pulang. Tunggulah sedikit lagi." Ucapnya dengan dramatis, membuat sang manager tidak bisa menahan tawa. Sedangkan RM dan Suga? Mereka hanya duduk dengan tenang, tapi tidak berusaha menyembunyikan senyum senang di wajah mereka. "Kalian akan beristirahat total selama dua minggu. Silahkan melakukan apapun yang kalian mau." Jelas sang Manager. "Tentu saja asalkan tidak membuat masalah," sambungnya cepat. "Tenang saja Hyeong-nim. Kau tahu kami anak-anak baik." Kata Jimin bangkit dari posisinya dan kembali duduk di sofa. "Oh Tuhan aku sangat senang. Terimakasih. Aku tahu Bang PD tidak akan mengecewakan kami." Jimin masih tidak bisa berhenti mengoceh karena rasa senangnya. "Jadi, bisakah kami segera pulang ke dorm sekarang? Aku ingin segera istirahat." Suga akhirnya bersuara kembali. Senyum di wajah sang Manager menghilang. Ekspresinya tiba-tiba berganti serius. "Sebelum itu, ada masalah yang harus kita bahas sekarang, anak-anak." . -BTS- . DORM BTS Saat ini para member sudah berada di dorm mereka. Setelah membersihkan diri, mereka semua memutuskan berkumpul dan minum bersama, sekedar perayaan kecil karena telah menyelesaikan konser world tour mereka dengan sukses. Ruang makan yang saat ini tengah menjadi tempat perayaan kecil itu terdengar berisik dengan ocehan tujuh pemuda yang sepertinya sudah setengah mabuk. "Aku tidak percaya ini, aku harus kembali memakai seragam sekolah lagi di umurku yang sebentar lagi 30 tahun." Ucap Jin dengan nada frustasi. Wajah, leher sampai telinganya memerah, tanda bahwa ia benar-benar cukup mabuk untuk bisa mengoceh tanpa henti seperti sekarang. "Apa aku harus melakukan perawatan dengan semua produk anti-aging selama dua minggu ini? Setidaknya aku harus terlihat lebih muda 10 tahun dari sekarang agar tidak di panggil ajeossi (paman) oleh anak-anak sekolah itu." Jin meremas rambutnya, "Kenapa aku harus bertambah tua secepat ini." Ucapnya entah menyalahkan siapa. V menepuk punggung kakaknya penuh perhatian. "Gwaenchanh-a yo, Hyeong. Kau memang tua tapi kau terlihat tampan," ucapnya berusaha menenangkan. Jin membenturkan jidatnya di meja makan. "Bahkan kau pun mengakui kalau aku memang sudah tua," katanya dengan nada merengek. Jimin dengan panik berusaha mengentikan kelakuan kakaknya, Jin tidak boleh melukai dirinya sendiri. Jimin menjadikan tangannya sebagai penghalang antara material meja yang keras dengan jidat Jin. "Kenapa kau mengatakannya seperti itu Taehyung-ah?" Ucapnya sedikit menyalahkan V. V hanya memasang wajah bingung karena dia tidak merasa ada yang salah dari ucapannya, dia hanya bermaksud menghibur Jin. "Anieyo (tidak), Hyeong. Bukan begitu maksud Taehyung. Maksudnya, kau masih sangat pantas memakai seragam sekolah, kau sangat tampan dan terlihat masih sangat muda, tidak akan ada yang sadar dengan umurmu." J-hope berusaha menjelaskan maksud V yang memang kadang sulit dipahami. Sebut saja itu bahasa Taetae. "Benarkah?" Tanya Jin sembari mengangkat kepalanya menatap adik-adiknya. "Tentu saja." J-hope, RM, Jimin dan Jungkook dengan kompak berusaha meyakinkan. Jin tersenyum. "Ya, tentu saja, aku kan worldwide handsome." Ucapnya lalu tertawa bangga. Sungguh perubahan mood yang cepat. "Tapi lebih bagus lagi kalau aku punya wajah seperti Yoongi." Sambung Jin sembari memangku wajahnya menatap Suga a.k.a Yoongi yang kebingungan. "Kenapa tiba-tiba aku?" Tanya Suga. "Kau punya wajah baby face, kau bahkan terlihat lebih muda dari maknae kita, Jungkook." Jawab Jin. Suga mendengus tak acuh, "Ada-ada saja." Jin terlihat berpikir sebentar. "Atau mungkin kau terlihat paling muda karena kau paling pendek di antara kita?" Seketika semua member tertawa, kecuali Suga tentunya. Si Rapper dengan image swag itu melotot kesal dan protes tidak terima. "Kenapa aku, Jimin lebih pendek dariku." Jimin berdiri dari kursinya dengan semangat dan menyilangkan kedua tangannya, "Kau lupa, aku sudah menyusul tinggi badanmu dua tahun lalu, Hyeong." Suga berdecak kesal, "Ah, molla (aku tidak tahu/tidak peduli)." Ucapnya mengalihkan wajah. Para member tertawa semakin keras, saling menggoda adalah hal yang sangat menyenangkan. Mereka kemudian melanjutkan obrolan dan masih terus meneguk alkohol, entah sudah ada berapa botol kosong yang ada di atas meja. Mereka tampak benar-benar mabuk sekarang. "Aku merasa bingung masih ada orang-orang yang membenci kita. Aku kira semua orang menyukai kita sekarang. Apa untungnya mereka menjelek-jelekkan nama BTS. Orang-orang itu kurang kerjaan sekali." Oceh Jimin tiba-tiba kembali menyinggung perihal masalah yang mereka bahas dengan manager mereka sebelumnya. "Itu sudah resiko kita menjadi idol. Banyak orang yang suka pada kita, tapi tidak semua orang akan begitu." J-hope menanggapi dengan wajah setengah mengantuknya. "Aku tidak tau kenapa mereka bisa membenci kita, apa kita melakukan kesalahan?" Tanya V. "Tidak, ini bukan salah kita. Alasan para haters membenci kita adalah alasan-alasan yang tidak masuk akal. Aku rasa mereka hanya tidak menyukai kita." Suga. "Tapi teman-teman, bukankah seharusnya kita tidak terlalu memusingkan hal itu, kita sudah sering melalui hal ini semenjak debut kan?" Ucap RM. "Apa kalian ingat? Saat debut orang-orang berkomentar kalau aku tidak terlihat seperti idol. Aku sempat berpikir, apa aku harus mengubah wajahku untuk menjadi idol seperti defenisi mereka? Tapi wajahku tetap sama sampai sekarang, dan aku bisa menjadi idol sekaligus leader boygroup tersukses di Korea Selatan." Mereka semua mengangguk menyetujui cerita RM. "Sebenarnya kita hanya harus mengingat satu pepatah ini, semakin terang sinarnya, maka semakin gelap bayangannya. Kita semakin sukses sekarang, wajar kalau orang-orang yang iri pada kesuksesan kita semakin banyak." Sahut Jin dengan bijak. "Tapi, tujuan agensi membuat acara reality show khusus ini adalah untuk membuat orang-orang menyukai kita, termasuk para haters. Bisakah kita melakukan itu?" V. "Dang-yeonhaji, kenapa tidak? Kita adalah anak-anak baik. Mereka hanya tidak mengenal kita." Jawab Jimin. "Teman-teman, tidak perlu terlalu memikirkan semua itu. Kita hanya perlu jadi diri sendiri, ingat itu." RM menambahkan. "Hyeong, bisakah kita melakukan acara reality show itu dengan baik? Aku sebenarnya sedikit khawatir." Jungkook akhirnya bersuara setelah hanya menyimak obrolan para Hyeong nya. RM tersenyum pada Jungkook, "Tentu saja, kita sudah sering melakukan Run BTS dan acara-acara kita lainnya. Acara ini juga pasti akan menyenangkan seperti Run BTS, kau tidak perlu khawatir Jungkook." Ucapnya berusaha membagikan sugesti positif. "Tapi, acara ini akan berbeda dengan acara kita. Di RUN BTS dan acara lainnya aku merasa nyaman karena bermain dengan Hyeong ku sendiri. Tapi di acara ini aku harus bertemu dengan banyak orang yang tidak ku kenal." Balas Jungkook menjelaskan alasan kekhawatirannya. Jin menepuk pundak Jungkook kuat. "Gwaenchanh-a Jungkook-ah, semua Hyeong mu akan selalu ada bersamamu." Ucapnya dengan senyum meyakinkan. Mereka semua ikut tersenyum, percaya bahwa kekuatan terbesar mereka adalah kebersamaan mereka. "Mau bersulang untuk kesuksesan acara reality show baru kita?" Ajak Jimin tiba-tiba. Mendengar itu, Jin langsung bangkit dari duduknya. "Tentu, cepat angkat gelas kalian semua anak-anak." Titah Jin. Meski terlihat sedikit sempoyongan, para member yang lain segera ikut berdiri dan menuruti perintah kakak tertua di BTS itu. Masing-masing memegang gelas berisi Soju dan bersiap bersulang. "Namjoon-ah, kau yang beri aba-aba." Tunjuk Jin. RM mengangguk dan menatap seluruh membernya. "Mari kita sukseskan acara reality show ini, BTS...." "BACK TO SCHOOL !!" Ucap mereka bersama. . . . -To Be Continue-

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.7K
bc

Kali kedua

read
218.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook