"Nih," ujar Dami menyodorkan minuman ke Alenta. Alenta menerimanya. "Makasih." Dua orang yang sebelumnya saling bermusuhan—atau mungkin sampai hari ini? Entahlah. Yang jelas, sekarang terlihat akur. Walau Dami masih saja ketus dan dingin saat bicara, paling tidak, Dami tidak mengeluarkan kata-kata pedas. Alenta membuka tutup botol minumannya. Dami duduk di sebelah Alenta sambil sesekali meneguk air dari dalam botol. Dami sedang merangkai kata-kata di kepalanya. Tidak. Lebih tepatnya, Dami menyiapkan diri sebelum berbicara tentang Fano kepada perempuan itu. Kemungkinannya cuma ada dua: Alenta percaya dan tidak. Apa lagi? Bisa jadi sebentar lagi ia akan dibilang gila oleh perempuan itu! "Kenapa lo ngajak gue ke pantai?" tanya Alenta setelah meneguk air minumnya. "Ha?" Dami menarik

