"Ah! Beruntung lo dateng, Ra!" Tiara baru datang dan disambut secara berlebihan oleh Tasya. Perempuan berprofesi sebagai manajer artis itu melangkah masuk ke dalam rumah Dokter Rayan, kakaknya Alenta. Tasya mengekor di belakang Tiara. Menunggu perempuan itu mengeluarkan suara dengan pandangan bingung. "Apa sih?" Tiara meletakkan tasnya ke atas meja lalu menarik kursi untuk ia dudukki. "Ah! Gue tahu. Lo mau ngajak gue ghibahin Alen yang diajak pergi sama Dami, kan? Ya, kan?" Satu hari Tiara menunjuk ke hidung Tasya dengan jahil. Tasya mendengkus lalu mendorong tangan Tiara. Sekarang ada hal yang lebih penting dari berita yang diterima Tiara kemarin. Bisa-bisanya Tasya menjadikan Alenta yang diajak pergi Dami—sebagai bahan gosip mereka. Kedua perempuan itu berbicara lama di telepon

