Suatu kebiasaan baru yang Rayan lakukan belakangan ini. Ia akan pergi ke kamar Alenta setiap pulang bekerja. Rayan tidak peduli tubuhnya lelah, ia hanya ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja. Rayan memiliki ketakutan baru. Tidak, ketakutan lama yang kini muncul kembali. Di usianya yang masih remaja, Rayan harus kehilangan Ayah. Tidak lama setelahnya, ia juga kehilangan ibunya. Satu-satunya keluarga yang Rayan miliki cuma Alenta. Dalam bayangannya sekarang, ia takut terjadi sesuatu kepada Alenta. Mengingat adiknya berulang kali berusaha melukai dirinya sendiri. Rayan sangat takut. Mungkin, kemarin nyawa Alenta masih bisa diselamatkan. Tapi besok? Tidak ada yang tahu. Dan Rayan selalu takut membayangkannya. Ia membuka pintu kamar Alenta perlahan. Pemandangan pertama yang ia lihat

