Bahagia tak terkira, sampai dia meneteskan air mata. Akhirnya, selangkah lagi dia akan menjadi sarjana. Hal yang selama ini dia nantikan, dan juga dia perjuangkan mati-matian. Laura menyusuri koridor, berjalan pelan untuk menuju ruangan prodi, karena ada banyak hal yang harus diurusnya mulai detik ini sampai beberapa hari ke depan. Setelah urusan ya selesai, Laura langsung pulang, karena tidak ada tempat tujuan lain setelah kampus. Tiba di rumah, entah mengapa hatinya seperti hampa. Harusnya Laura tetap senang dan bahagia, karena hari ini, dia sudah mendapatkan apa yang dia perjuangkan selama ini. Laura duduk di sofa, mengadahkan kepalanya menatap plafon yang tinggi. Ingatannya terbawa pada masa kecilnya, saat dia masih berada di dalam pelukan mama dan ayah, keluarga hangat, bahagia, kin

