Salah paham

1021 Kata
"Bagaimana kabarmu Yuri? " sapa Emily dengan menelisik penampilan Yurika. Yurika terdiam, bagaimana bisa dia bertemu dengan Emily dan Jerry setelah sekian lama. "Seperti yang kamu lihat, aku sudah hamil dan menikah. Ada masalah sepupuku? " tanya Yurika dengan santai di sertai senyuman di bibir. Emily tahu jika Yurika sengaja menyindirnya secara halus. Jerry cukup terkejut mendengar pengakuan dari mantan kekasihnya itu, terlebih melihat penampilan Yurika yang sekarang. Entah kenapa melihat Yurika yang sedang hamil membuat wanita itu semakin seksi. Hal itu tentu saja membuat Jerry ingin membawanya ke atas ranjangnya. Yurika merasa risih melihat tatapan tak biasa dari Jerry padanya. Wanita itu cukup cemas, menunggu suaminya yang belum kembali dari toilet. "Pria sialan mana yang kamu jerat Yuri? " sarkasnya sinis. Emily benar venar tak suka melihat Yurika yang terlihat bahagia dengan statusnya yang sekarang. Ehem Yurika bisa bernafas lega melihat suaminya telah kembali, Sagara melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Emily tercengang melihat pria yang kini tengah memeluk Yurika. "Sayang apa mereka berdua menyakiti kamu? " tanya Sagara dengan nada cemasnya. "Tidak mas, hanya saja mereka membuat selera makanku hilang. " jawabnya penuh penekanan. Sagara langsung melirik Emily tajam, memberi peringatan pada wanita itu. Yuri mengajak suaminya pergi dari sana, moodnya benar benar jelek setelah bertemu Emily, orang yang tak ingin dia lihat. "Lihat sayang, sekarang Yuri begitu sombong setelah wanita itu menjerat lelaki kaya. " gumam Emily kesal dan marah akan tingkah Yurika barusan. Jerry hanya diam, tapi pria itu menyimpan kemarahan di balik diamnya itu. "Ayo pulang sayang. " Jerry mengajak istrinya pergi dari sana, keduanya menikah satu bulan lalu setelah beberapa waktu keluarga mereka berdiskusi. Di sisi lain Yurika terus saja mengomel sepanjang jalan, Sagara menggeleng pelan melihat tingkah sang istri tercinta. Merasa lelah mengomel, Yuri mengusap perut buncitnya dengan lembut. "Mas Gara, aku takut melihat tatapan Jerry tadi padaku, entah kenapa seakan ingin menelanjangiku. " ungkapnya dengan resah. Sagara menghentikan mobilnya, lalu menepikannya. Pria itu mengepalkan. tangan mendengar penuturan sang istri. Terdengar helaan nafas berat, pria itu menenangkan sang istri dan memastikan keadaan akan baik baik saja. "Mulai sekarang ke mana mana kamu tidak boleh sendirian sayang. " tegas Sagara yang semakin posesif mengingat banyak predator yang menginginkan istrinya. Hal itu tentu saja membuatnya sangat kesal, dia tak akan membiarkan pria lain merebut istrinya. Sagara kembali melajukan roda empatnya, Yurika sedikit tenang mendengarnya bujukan suaminya. Dering ponselnya menyita perhatiannya, Yurika memekik senang melihat sahabatnya menghubungi dirinya saat ini. Tanpa menunggu gadis itu segera menjawabnya dengan antusias. "Hai Dara, bagaimana kabarmu sekarang? " sapa nya dengan riang. "Aku baik Ri, aku ada kabar bahagia untukmu. " ujar Adara. "Kabar apa memangnya? " "Aku hamil Yuri, usia kandunganku masuk delapan minggu. " jawab Dara dengan senyum lebarnya. Yurika tentu saja bahagia mendengarnya, memberikan selamat pada sahabatnya itu. Gadis itu mengakhiri obrolannya, dia dan suami turun dan masuk ke dalam. Sagara memperhatikan istrinya yang terlihat bahagia saat ini, mood wanitanya berubah begitu cepat, mungkin efek kehamilan pikirnya. Maid datang membawakan minuman untuk sang majikan, kebetulan Yurika haus wanita itu langsung meneguknya. "Maaf Nyonya tadi ada seorang pria mencari Anda dan menitipkan ini untuk Nyonya Yurika. " "Memangnya apa isinya? " Sang maid menggeleng, Yurika menerima bingkisan itu lalu di bukanya. Terdapat sebuah kalung di dalamnya serta terselip sepucuk surat. Wanita itu menoleh melihat rahang suaminya mengeras, dirinya tahu jika suaminya menahan amarahnya. "Apa pria itu gila, mengirim hadiah pada wanita bersuami. " omel Yuri kesal. Sagara mengatupkan bibirnya, melipat tangannya di d**a sambil menatap tajam sang istri. Yurika tampak salah tingkah, suaminya saat ini tengah cemburu sekarang. Wanita itu tersenyum kikuk, bangkit dan mendekati sang suami. Dia memeluk tubuh suaminya, merayu Sagara dengan godaanya. "Kamu pasti senang 'kan punya penggemar rahasia sayang? " sindir Sagara pada istrinya. "What senang? mas Gara gak lihat apa sedari tadi aku ngomel ngomel. " protes Yurika tidak menerima tuduhan suaminya. Suaminya benar benar menguji kesabaran nya, menyebalkan! "Ya sudah gak usah jenguk baby selama seminggu. " ucapnya merajuk. Yuri bangkit meninggalkan suaminya, wanita itu sepertinya terlanjur kesal pada sang suami. Sagara terkejut, pria itu panik dan segera menyusul istrinya menuju ke kamar mereka. Yurika mengganti pakaiannya dengan dress bumilnya, wanita itu pergi ke balkon. Mengusap perutnya, mencurahkan kekesalannya pada calon babynya. "Sayang maafkan aku, aku terlalu cemburu hingga menuduhmu. " sesal Sagara duduk di sebelah istrinya. Bumil cantik itu tetap diam, wanita itu terlanjur merajuk karena ulah suaminya itu. Sagara menghela nafas gusar, bingung membujuk istrinya agar memaafkan dirinya. Selain itu dirinya juga tak ingin berpuasa menjenguk calon baby nya dalam artian plus plus. "Aku buatin salad ya sayang. " tawar Sagara. "Lagi gak selera. " jawab Yuri singkat tanpa menoleh. Pria itu bangkit, masuk ke dalam dan Yuri yang melihatnya tersenyum sinis. Hanya segitukah suaminya membujuk dirinya, benar benar menyebalkan. Tak lama Sagara kembali, membawakan makanan untuk sang istri tercinta. "Makan dulu sayang, biar aku suapi. " bujuk Sagara dengan sabar. "Kamu gak kasihan sama baby, di dalam sana pasti dia kelaparan sayang. " ucapnya dengan nada lembut. Yurika menurunkan egonya, membuka mulut dan mengunyah makanannya. Sagara menghela nafas lega, istrinya mau makan sekarang. "Aku gak bisa marah lama lama sama kamu mas. " ungkap Yurika. Sagara segera mengambil tisu, mengusap sudut bibir sang istri, pria itu tersenyum mendengar pengakuan Yuri. "Maaf sayang, karena cemburuku yang berlebihan membuatmu marah. " sesal Sagara. "Dih alasan kamu mas, kamu takut 'kan gak bisa jenguk baby, bilang saja. " balas Yuri yang dibalas cengiran oleh sang suami. wanita itu menggeleng, tahu apa yang di pikirkan suaminya, jika tak lain mengenai urusan ranjang. "Nah karena kamu gak marah lagi, waktunya kita main jungkat jungkit. " Sagara bangkit, membopong istrinya ke kamar mandi. Pria itu mengabaikan pekikan istrinya, Yuripun tak bisa menolak. Wanita itu juga menikmati sentuhan yang di berikan suaminya. Selesai mandi plus plusnya Yurika membantu mengeringkan rambut suaminya, Sagara terkekeh mendengar omelan sang istri. "Kenapa sayang, masih kurang? " "Ish dokter mesuum. " cibir Yurika. "Dokter mesuum tapi kau cinta ' kan sayang. " goda Sagara menaik turunkan alisnya, kedua pipi Yurika bersemu merah. Wanita itu meninju d**a suaminya, Sagara tertawa pelan melihatnya. Selesai mengeringkan rambut suaminya, Sagara menariknya hingga duduk di atas pangkuannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN