Obsesi Daniel

1251 Kata
Yurika buru buru ke dalam mansionnya, wanita itu ketakutan melihat sosok Daniel yang datang berkunjung. Kehadiran pria itu memang menganggu dirinya meski suaminya telah menyuruh bodyguard untuk berjaga di depan. Terdengar suara perkelahian di luar sana membuat Yuri semakin ketakutan. Suara langkah kaki mendekatinya membuat Yurika menoleh dan terkejut. "Kau tidak menyambut tamu berhargamu ini Yurika? "ucap Daniel berbasa basi. "Sebenarnya apa mau kamu Daniel? " cecar Yuri dengan nada ketakutan. "Aku menginginkan kamu, aku ingin kamu jadi milikku Yurika. " jawabnya sambil berjalan mendekat. Yuri melangkah mundur dengan hati hati mengingat dirinya sedang hamil besar. Daniel segera menarik tangan nya, Yurika menepisnya kasar. Dia benar benar tak suka dengan sikap Daniel yang kurang ajar. "Jangan menyentuhku! "Oh begitu, bagaimana kalau aku membunuh suamimu itu Yurika setelah itu kita menikah. " ujar Daniel yang di pelototi Yurika. Jarak keduanya hampir tak ada celah, Yurika langsung berteriak namun Daniel membungkamnya. Wanita itu menginjak kaki Daniel, langsung berlari menghindari pria gila tersebut. Para maid berusaha menjaga majikannya itu, salah satu dari mereka berusaha menghubungi Sagara atau kedua mertua Yurika. "Sayang kemarilah, aku ingin memelukmu. " teriak Daniel di sertai tawa kerasnya. Sementara di rumah sakit Sagara merasakan gelisah, pria itu kepikiran dengan istrinya. Sedangkan dokter Siska berusaha menahan kepergiannya, Sagara menatap tajam kearah rekan kerjanya tersebut. "Kau urus pasien ini, saya harus pulang sekarang. " "Tapi Dokter, kalau seperti ini Anda tidak profesional. " protes dokter Siska. "Tutup mulutmu dan diam, dokter Siska. " bentak Sagara. Pria itu bangkit, bergegas ke luar dari ruangan mengabaikan kekesalan rekan wanitanya itu. Dokter Siska mengumpat pelan, gagal menahan Sagara untuk tetap tinggal. Wanita itu mengepalkan kedua tangannya, dia sudah lama menyukai Sagara namun tak berani mengungkapkan perasaannya. Sagara melajukan roda empatnya kencang menuju ke mansion, tiba di sana pria itu terkejut melihat Daniel yang berniat menyeret Yuri ke dalam mobil pria itu. "b******k. " Sagara turun, bergegas menghampirinya. Srek dan Bug bug, melayangkan pukulannya pada sepupu sialan nya itu. Yurika mundur, menjerit melihat perkelahian mereka. Seperti kesetanan Sagara memukul Daniel dengan brutal, melihat bagaimana Daniel yang begitu kejam menyeret Yuri yang sedang hamil besar. "b******k kau Daniel, rupanya kau belum jera juga menganggu istriku. " bentak Sagara dengan di liputi kemarahan. Daniel yang sudah bonyok tersenyum sinis, menunjuk Sagara dengan santai. "Aku menginginkan istrimu Sagara, apa aku salah hah. Lagian Yuri tak pantas bersama dengan kamu, aku ingin sekali mencium dan memeluknya tadi. " racau Daniel yang kembali mendapat bogem dari Sagara. Sagara menghubungi polisi untuk datang, tak lama polisi datang dan menyeret Daniel pergi dari sana. Sagara menoleh, menatap sendu penampilan istrinya yang berantakan. Pria itu langsung memeluknya, Yuri menangis dalam dekapan sang suami. "Aku takut mas, tadi pria itu memaksaku dan menyeretku dengan keji. " "Ssh. " Sagara melepas pelukannya, pria itu panik dan memeriksa keadaan calon anak mereka. Tanpa membuang waktu pria itu menggendongnya, membawanya masuk ke dalam dan meminta maid membereskan kekacauan akibat ulah Daniel. Sagara membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang dengan hati hati, pria itu menghubungi dokter keluarganya. Tak lama dokter datang dan memeriksa kondisi Yurika dan kandungannya. "Bagaimana keadaan istri dan calon anakku? " "Nyonya Yurika hanya syok dan untungnya calon bayi kalian kuat. " ujar Dokter sambil menyerahkan vitamin pada Sagara. Sagara bernafas lega, duduk di dekat sang istri dan menggenggam tangan wanitanya. Lagi lagi dia gagal menjalankan perannya sebagai suami, pria itu menatap sendu wanitanya yang terlelap. "Maafkan aku sayang, maaf. Aku gagal melindungi kamu, seharusnya sejak awal kita tak bertemu dan mungkin ini tidak akan terjadi. " ucapnya frustrasi. Sagara juga meminta maaf pada calon anak dalam perut istrinya. Yurika membuka mata, terkejut melihat suaminya menangis dalam diam. Wanita itu bangun di bantu oleh sang suami yang terlihat panik. "Kenapa menangis mas, kejadian ini terjadi bukan karena salah kamu. " Sagara memperhatikan wajah pucat sang istri, dia tahu jika istrinya mencoba menyembunyikan ketakutannya. Hal itu justru membuatnya semakin merasa bersalah padanya. Yurika menghela nafas panjang, menarik tangan suaminya lalu di taruhnya di atas perut buncitnya yang membesar. "Kau harus kuat sama seperti calon anak kita mas, aku tadi sempat ketakutan takut terjadi sesuatu pada calon anak kita. Aku rela mengorbankan nyawa yang terpenting dia baik baik saja. " "Sst jangan bicara seperti itu, aku gak suka mendengarnya honey, lebih baik kamu istirahat namun sebelum itu minum vitaminnya sayang. " tegas Sagara. Yurika menuruti perintah suaminya, wanita itu menatap dalam wajah sang suami. Pria itu bangkit, berlalu pergi ke kamar mandi membiarkan istrinya beristirahat. "Maafkan aku mas, maaf. Aku merasa jijik dengan diriku sendiri. " gumamnya penuh penyesalan. Wanita itu memejamkan mata, berusaha mengusir bayangan yang terjadi padanya. Kabar penangkapan Daniel sampai terdengar di media serta keluarga Sagara termasuk orang tua Daniel sendiri, tuan dan nyonya Artajaya. Keduanya langsung mendatangi keluarga Sagara, meminta penjelasan. "Apa yang terjadi Claudia, putraku Daniel di tangkap polisi dan Sagara yang melaporkannya. " ujar Nyonya Cleo pada saudarinya itu. Nyonya Claudia menggeleng, wanita itu menyarankan agar mereka datang ke mansion Sagara. Semuanya setuju dan merekapun berangkat bersama sama menuju kediaman Sagara. Sagara menatap datar kedatangan paman dan bibinya itu. "Karena ulah putra kalian yang b******k itu, aku hampir kehilangan istri dan calon bayiku paman. " ungkapnya sambil menjelaskan kejadian sebenarnya. nyonya Cleo begitu terkejut mendengar penjelasan Sagara mengenai Daniel, rasa bersalah menghinggapi hatinya. "Maafin Bibi nak, Bibi gagal mendidik Daniel hingga dia menjadi seperti ini. Lalu bagaimana keadaan Yuri sekarang Gara, dia baik baik saja 'kan? " tanya Nyonya Cleo khawatir. "Baik baik saja Bi, hanya saja istriku sepertinya sengaja menghindari aku. " ungkapnya lirih. Mami Claudia menghela nafas panjang, merasa kasihan dengan apa yang menimpa menantunya. Malam harinya semua orang sudah berada di meja makan, mami Claudia meminta Sagara untuk memanggil Yurika. Sagara menurut, bangkit dan meninggalkan meja makan menuju ke kamarnya. Pria itu masuk ke dalam kamar, melihat istrinya tengah berbaring. "Sayang, mami dan papi sudah menunggu kita di bawah, ayo kita turun! "Kamu saja yang turun mas, aku gak lapar. " tolak Yurika tanpa menoleh,wanita itu menutup tubuhnya dengan selimut. Lagi lagi terdengar helaan nafas berat dari Sagara, pria itu duduk di dekatnya. "Tapi calon baby kita perlu asupan nutrisi sayang. " bujuknya dengan penuh kesabaran. Yurika berdecak pelan, menatap kesal kearah suaminya. Diapun menepis sentuhan sang suami, kejadian tadi terus menerus membuatnya uring uringan.Sagara memilih mengalah melihat respon istrinya, pria itu bangkit dan memilih ke luar. Melihat putranya datang sendirian membuat mommy dan daddy saling melempar lirikan satu sama lain. Sagara memberitahu orang tuanya mengenai Yurika yang menolak makan malam. "Kalau begitu biar mommy saja yang bujuk Yuri nak. " mommy bangkit, bergegas menuju ke kamar sang menantu. Yuri langsung bangun melihat kehadiran mertuanya, sambil mengusap perut bulatnya dia menanti apa yang ingin di katakan sang mertua. "Sayang, ayo kita turun makan malam bersama, calon baby kamu perlu asupan juga nak! "Tapi di sana ada mas Gara mom, aku hanya tidak ingin bersamanya kali ini. " keluh Yuri pada sang mertua. "Memangnya kenapa? " Yurika mengigit bibirnya, wanita itu terisak teringat kejadian tadi siang. Mommy langsung memeluknya, mengusap punggung sang menantu dengan lembut. Wanita paruh baya itu berusaha membujuk Yuri agar mau makan namun Yurika menolaknya. Diapun berusaha memaksanya bercerita, Yurika mengatakan kebenarannya pada sang mertua. "Aku merasa tak pantas berada di sisi mas Gara mom, pria b******k itu melecehkanku tadi! Yurika menangis terisak dalam dekapan mertuanya, tanpa keduanya sadari Sagara mendengar pembicaraan mereka. Pria itu mengepalkan kedua tangannya, masuk ke dalam dan membuat dua wanita yang berpelukan itu terkejut. Wanita hamil itu menoleh, terkejut melihat sosok suaminya berdiri di depannya. "Mas Gara. " gumamnya dengan raut panik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN