Efron dan Neo telah sampai di markasnya. Ia melihat kondisi markas yang sangat berantakan, dan beberpa bawahan dengan wajah babak belur. Ia menatap tajam dengan kekacauan ini. Mungkinkah, apa yang ia pikirkan itu adalah benar? “Kalian sudah sampai?” tanya Leon saat melihat mereka berdua telah sampai. “Leon, apa kau sudah menyelidiki kasusu ini?” “Ya, dan ternyata yang menyelamatkan tawanan kita adalah bosnya, kedua di antaranya telah tewas,karena tak tahan dengan luka yang menyiksa,” “Kau tahu, siapa dia?” Leon menghela napasnya kasar, lalu membuka tabnya. Dan, menunjukkan potret seseorang disana. Alangkah terkejutnya Efron dengan Neo saat melihat wajah orang itu. “Efron, bukankah ini laki-laki yang tadi?” “Ya, sialan… ternyata Christian dalang dibalik penyerangan ini,” Efron mng

