Selesai shalat isya Tristan dan Byanca langsung merebahkan diri di ruangan serba pink itu, Tristan sampai menggelengkan kepala melihat semua barang yang serba pink bahkan koleksi barang pribadinya juga warna pink. Byanca yang menyadari kalau Tristan tersenyum mengernyitkan dahi menebak apa yang sedang dipikirkan suaminya. "Kenapa senyum-senyum gitu?" Byanca menatap penuh curiga dengan suaminya. Tristan mendekat hingga tidak ada jarak antar mereka, Byanca mundur merentang jarak karena tiba-tiba ada geleyar di dadanya. Dia takut jantungnya loncat keluar. "Memangnya, apa yang kamu pikirkan?" Tristan tersenyum menyeringai membuat d**a Byanca semakin bergemuruh. Tristan masih mendekat dan Byanca sudah tidak bisa memberi jarak hingga napas Tristan terasa panas di pipinya. "Apa masih pak

