Mengalah

1078 Kata

Pramudya keluar dari ruangan itu untuk menemui Tristan, dia berjalan dengan perasaan berat tapi hati kecilnya berkata kalau yang dilakukannya salah. Cinta telah membutakan mata hatinya. Tristan menatap Pramudya dengan nyalang, bahkan dia sempat berpikir Pramudya akan melakukan hal buruk pada Byanca, ada rasa panas yang menjalar di dadanya. Pramudya dengan pembawaan yang tetap tenang berjalan dengan memasukkan tangannya ke kantong celananya. Bahkan ekspresi wajahnya terlihat biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Melihat ada Bastian dan Bima, Pramudya tersenyum pada dua laki-laki yang selama ini dianggapnya saudara. Memang hubungan Pramudya dengan keluarga Byanca lebih dekat dari pada Tristan. Untuk urusan ini Pramudya lebih di atas Tristan, tapi untuk urusan hati dia sudah kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN